When It Comes To Us

2 0 0
                                        

Sepanjang makan malam, ada saja cerita yang dikongsi bersama. Entah mengapa mereka berdua merasa sangat serasi padahal jarak umur sangat jauh bahkan lifestyle masing-masing berbeza.

Mereka langsung tidak merasa janggal bersama malah sangat mesra.

"I don't know- ok, if you were in my situation will you agree with her?" Tanya Kensuke kepada Zuri sehabis dia menceritakan penyebab pergolakan yang terjadi antara dia dan Catlyn.

"Honestly and logically, she supposed to know what to do. She can talk to her boss about it. If the company wants her that bad, I believe they will understand her. Dia ada tanya majikan dia yang dia tak mahu sebilik dengan lelaki tu?" Tanya Zuri.

"I don't think so. She made her own decision. She rather agree than come to her boss with excuse. She loves her career so much," jawab Kensuke.

Memang rezeki Kensuke kerana meluahkan apa yang dia rasa dan berkongsi cerita dengan seseorang seperti Zuri. A matured women, a lady boss and a wife. Dia lebih memahami situasi.

"Then she cannot blame you. I understand if she is not happy with what you said because she thinks you are not trusting her. It's not about trust issues but it's about the temptations because they happened to have history before," kata Zuri lagi.

Kensuke mengangguk setuju. Betul. Bukan trust issue tetapi apa yang bakal terjadi kerana Leon pernah menaruh perasaan terhadap Catlyn.

"It's okay. I will see her when I get home," kata Kensuke.

"Talk nicely. You don't have to shout even if you feel like you are so pissed off," nasihat Zuri. "Girls don't like guys who raise their voices,"

Kensuke mengukir senyum nipis. Betul apa yang Zuri katakan sebab pernah beberapa kali Kensuke meninggikan suara, Catlyn terus meninggalkan rumah dan kembali seminggu kemudian.

Kensuke memandang Zuri yang berada di depannya. Zuri sedang menikmati wellington beef steak dengan sangat teliti, tanpa menyedari dirinya sedang diperhatikan.

"How long have you been married?" Tanya Kensuke. Soalan yang jarang-jarang di tanya orang sebaya Kensuke.

"15 years. Why?" Tanya Zuri.

"Wow. Lama juga tu.. how do you and your husband keep the marriage stay that long?" Tanya Kensuke.

Zuri meletakkan pisau makan dan garpu di atas meja. "Nothing as easy as you see, Kensuke. It takes two to tango,"

"What do you mean? Are you not happy?"

"It's not that.. we have our own struggle too.. ever since Dean become successful," Zuri tidak tahu mengapa dia boleh meluahkan semudah itu kepada Kensuke.

Kensuke tidak terus menerus bertanya. Dia mahu Zuri meneruskan ceritanya pula.

"He barely stay home.. when he is home we seldom talk about us anymore. The topic is more to his projects and business," kata Zuri lagi.

"I don't know. I feel like the spark is gone," tambah Zuri lagi.

Kensuke menghela nafasnya. Rupa-rupanya Zuri sering keseorangan. Patutlah dia selalu terjumpa Zuri tidak berteman. Kini dia faham.

"Have you talked to him about this?"

"He was sorry and he said this won't be permanent. He will leave the project to his partner after the mega project accomplished. That's what he said. I hope he is true to his words," jelas Zuri.

Kensuke mengangguk, juga berharap Zuri menemukan kembali kebahagiaannya dahulu.

"So- i think we know each other better now," kata Zuri sambil ketawa tetapi matanya sedikit berair.

Defeated To HerWhere stories live. Discover now