SEMAKIN DIKENAL

57 7 0
                                        

Satu tahun telah berlalu.
Kini ke-empat remaja itu memasuki tahun kedua disekolah dan saat ini mereka sudah semakin dikenal oleh banyak murid disekolah itu karena pretasi non-akademik yang dikembangkan, mereka makin sering ditunjuk untuk mengikuti lomba-lomba yang berhubungan dengan seni musik. Tak jarang juga mereka dipilih untuk tampil diacara sekolah.

Namun kesenangan itu tidak terlepas dari orang-orang yang tidak suka akan eksistensi mereka, sering juga mereka mendapat perlakuan yang kurang nyaman dari orang-orang sekitar termasuk salah satunya itu Elang.

Lelaki itu masih tetap menyimpan dendam kepada Sultan dan teman-temannya, bahkan selalu merasa tersaingi. Apalagi saat ini Sultan dan teman-temannya sudah menyandang gelar 'Siswa Berprestasi' karena bakat dan kemampun mereka, semakin iri Elang pada empat remaja itu.

"Sultan" panggilan itu berasal dari salah satu kelas. Sultan yang hendak pulang saat mendengar panggilan itu Sultan segera menghampiri suara itu.

"Kalian duluan aja" ketiga temannya hanya mengangguk.

Sultan pergi menghampiri seseorang yang memanggilnya, ternyata itu adalah guru mata pelajaran akuntansi. Beliau menagih jawaban Sultan untuk ikut olimpiade akuntansi, Sultan yang sebelumnya belum pernah mengikuti perlombaan akademik sedikit ragu dengan dirinya sendiri.

Disisi lain Farhan, Fauji dan Nabil yang hendak pulang pergi keparkiran samping sekolah. Saat beberapa langkah lagi mereka sampai ke parkiran terbesit dipikiran Nabil untuk mengajak mereka bermain. "Entar malem main raket yuk, gua gabut" ajak Nabil.

"Lu ngajakin maen mulu kagak ada bosennya" ucap Fauji.

"Yakan gua pengangguran"
"Gak kayak si Farhan, manusia paling sibuk sedunia" Nabil melirik sinis ke arah Farhan.

"Sibuk sama ekskul lah, sibuk sama prokerlah tapi ujung ujungnya nyalonin jadi ketua OSIS. Apa gak makin sibuk" ucap Nabil.

"Kalo gua sibuk juga lu masih bisa maen ama si Fauji ama si Sultan" ucap Farhan.

"Fauji kan sibuk banget" Nabil membalas.

"Sibuk apa si Fauji?" Tanya Farhan.

"Sibuk pacaran sama Shevaya separuh nafas pake lope panah" jawab Nabil sembari berakting tertusuk panah. "Waktu dia nelpon lu, gua gak sengaja liat nama kontak dia di hp lo Ji"

Fauji melihat ke sekelilingnya memastikan tidak ada orang yang mendengar ucapan Nabil. "Kecilin suara lu" ucap Fauji.

"Yaelah Ji, mau sampe kapan sih umpet-umpetan kayak gini" ucap Farhan.

"Sampe kapanpun" jawab Fauji.

"Tapi ini udah mau setahun, dari di masih kelas 9 SMP sampe sekarang udah satu sekolah ama kita. Lu gak capek?" Perkataan Farhan itu membuat Fauji termenung, sebenarnya ia juga lelah harus terus-terusan menyembunyikan hubungannya bersama Sheva tapi ia tidak tahu caranya agar keluar dari fase ini.

"Capek sih"
"Tapi gua mau kayak Sultan"
"Apapun rintangannya trobos aja selagi bisa" kata Fauji sambil tertawa kecil.

"Apalah gak nyambung" Farhan memutarkan bola matanya.

"Lu kayak orang LDR" Nabil asal mengucap.

"Gak LDR juga, setiap hari ketemu pas pulang sekolah terus sabtu ama minggu gua nyamperin dia tempat kerjanya" Fauji membalas.

"Eh wait, Diakan itungannya masih dibawah umur kenapa dia bisa kerja, nyokap bokapnya emang gak ngasih dia duit?" tanya Farhan.

"Rumah makan itu punyanya tetangga Dia jadi ya digampangin buat kerja disitu, lagian cuman jadi pelayan doang. Alasan dia kerja juga biar gak nyusahin bokapnya soalnya bokap dia nikah lagi jadi dia ngerasa gak enak sama keluarga tirinya. Bokapnya nikah lagi karna waktu dia masih kecil nyokapnya meninggal" jelas Fauji.

"Kayak si Sultan aja ni kisahnya, bedanya Sultan gak tau bokapnya siapa" Nabil asal ucap.

"Lu kalo nganterin dia pulang sampe depan rumahnya atau cuman gang doang?" tanya Farhan.

"Ganteng doang jemput cewe depanggang" kata Nabil dengan nada abang abang tiktok.

Plakk~
Farhan yang kesal dengan tingkah Nabil menepuk punggung Nabil sampai anak itu merasa sakit. "Stop Asbun" ucap Farhan, Nabil hanya mengganggukan kepalanya.

"Sampe depan rumahnya. Cuman ya gitu rumahnya sepi terus ortunya pada kerja, yakali gua mampir pas rumahnya sepi" jawab Fauji.

Farhan merasa aneh dengan keberadaan Shevaya setelah mendengar penjelasan dari Fauji, sepertinya ada yang disembunyikan gadis itu dan mereka semua bahkan Fauji tidak boleh sampai mengetahuinya.

"Guys" Sultan berlari menghampiri teman-temannya. "Kirain udah balik dari tadi"

"Belom, si Nabil ngajak diskusi negara dulu" ucap Fauji.

Nabil mendekati dan memegang pundak Sultan "Sul!", "Entar malem main raket" ajak Nabil.

"Yah, gak bisa Bil"
"Gua mau belajar buat lomba akuntansi minggu depan" ucap Sultan.

"Nah! Karna kita semua sibuk mending ditunda aja. Gua juga entar malem mau ada G-meet rapat OSIS" kata Farhan sambil merangkul Nabil.

"Disini gua doang yang pengangguran" Nabil semakin bersedih karena sadar bahwa hanya dia yang tidak memiliki kesibukan.

"Gak usah sedih, Nanti kita main lagi kalo ada waktu" ucap Sultan.

Dering diponsel milik Fauji berbunyi, lelaki itu segera merogoh sakunya dan hendak mengangkat telpon tersebut. Ternyata panggilan itu dari Shevaya yang sudah menunggu Fauji didepan gerbang sekolah untuk pulang bersama.

"Gua duluan ya" Fauji menepuk pundah temannya itu lalu pergi menemui Shevaya.

Akhirnya mereka pulang kerumah masing-masing. Semenjak tahun kedua mereka disekolah sudah jarang mereka bermain bersama seperti dulu, jika tidak ada keperluan seperti lomba band atau yang berhubungan dengan itu mereka sudah jarang sekali berkumpul lengkap.

Mereka seperti itu bukan tanpa alasan, namun kini mereka memiliki kesibukannya masing-masing seperti Farhan yang saat ini sudah menjadi anggota OSIS dan berniat untuk mencalonkan diri sebagai ketua OSIS lalu Fauji yang sekarang lebih fokus terhadap hubungannya dengan Shevaya dan Sultan yang sepertinya ingin mencoba hal baru seperti mengikuti lomba akademik untuk menghabiskan waktu luangnya, Kini tersisa Nabil yang masih belum menemukan kesibukannya.

Mereka seperti itu bukan tanpa alasan, namun kini mereka memiliki kesibukannya masing-masing seperti Farhan yang saat ini sudah menjadi anggota OSIS dan berniat untuk mencalonkan diri sebagai ketua OSIS lalu Fauji yang sekarang lebih fokus terhada...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

HALO READERS
MAKASIH UDAH MAMPIR
JANGAN LUPA VOTE NYA
KARNA VOTE ITU GRATIS
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️

GULITA [END] || ZUO HANGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang