Kesedihan akan selalu menyelimuti seorang anak yang tidak pernah merasakan kehangatan keluarga. Namun arti keluarga bukan sekedar Ayah dan Bunda tapi orang-orang yang selalu berada didekat kita dan membantu kita ketika terjatuh mereka juga adalah ke...
DiRumah Sakit terlihat Nabil yang berbalut banyak perban dengan infus yang menancap dilengannya, Sultan dan Farhan tertegun melihat kondisi Nabil saat ini.
"Lu kenapa bisa gini Bil?" tanya Farhan.
Nabil terdiam sejenak dan mengingat kejadian sebelumnya yang menyebabkan ia menjadi seperti ini. "Waktu pagi ada orang yang ngikutin motor gua, awalnya gua cuek soalnya gua pikir tu orang emang searah aja, tapi dia nyetir makin deket ke motor gua, terus tiba-tiba dia nendang motor gua sampe gua jatoh, Udah gitu dia turun dari motor terus gebukin gua. Tapi untungnya gua ada yang nolongin sampe dibawa kesini" terang Nabil panjang lebar.
Sultan dan Farhan kompak mengerutkan keningnya mendengarkan penjelasan Nabil.
"Lu inget gak orangnya kayak gimana atau mungkin lu kenal?" tanya Sultan.
"Gua gak kenal, orangnya pake jaket hitam terus pake masker juga" jawab Nabil.
Saat Nabil sedang menjelaskan tiba-tiba ponsel milik Farhan berdering, lelaki itu segera keluar ruangan lalu mengangkat telponnya.
"Hal—"
"Han, lu bisa kesini gak?, ini si Fauji sekarang lagi diklinik kepalanya berdarah" serobot seseorang ditelpon itu. Mendengar itu Farhan cepat-cepat memberitahu Sultan dan Nabil yang berada didalam ruangan.
"Sul, Bil, Fauji lagi diklinik kepala dia berdarah!"
"HAH?!" mereka berdua yang mendengar berita itu kaget bukan main.
"Bukannya tadi dia sama Sheva?" tanya Sultan.
"Gak tau apa yang udah dilakuin sama siperempuan sialan itu" celetuk Farhan.
Sultan menghela nafas sejenak meredam kepanikannya. "Sekarang kita temuin Fauji dulu" putus Sultan.
"Bil, lu jaga diri ya, kita pergi dulu" Farhan menepuk pundak Nabil.
"Nanti tolong kabarin kondisi Fauji" ucap Nabil sebelum Sultan dan Farhan pergi.
> > > > > >
Sultan merasa ada yang aneh dengan hari ini, sudah ada dua kejadian yang menimpa kedua temannya diwaktu yang berdekatan. Dia teringat dengan pesan yang ia dapat semalam, Sultan ingin memberi tahu Farhan tentang pesan itu namun belum menemukan waktu yang tepat.
Sesampainya diklinik, mereka berdua bertemu dengan Rean salah satu teman sekelas mereka yang telah menolong dan membawa Fauji klinik. Saat masuk ruangan mereka terkejut melihat Fauji dengan kondisi kepala yang sudah diperban. "Ji, lu diapain sama siperempuan sialan itu?" tanya Farhan.
"Sheva" "Nama dia Sheva, bukan perempuan sialan" ujar Fauji yang saat itu masih merasa pusing.
"Terserah" ketus Farhan.
Sultan yang melihat tingkah kedua temannya itu hanya bisa menghela nafas. "Ji, lu kenapa bisa kayak gini?" tanya Sultan.
"Tadi gua dipukul pake papan sama orang tapi gua gak tau dia siapa, dia pake jaket hitam sama pake masker. Pas gua masih pusing, gua liat orang itu bawa Sheva pergi" terang Fauji.
Sultan dan Farhan mengerutkan kening mereka sejenak dan saling memandang, seingat mereka berdua ciri-ciri pelaku yang dijelaskan oleh Fauji sama seperti yang dijelaskan oleh Nabil.
"Eh, si Nabil gimana kondisinya?" meskipun sedang dalam kondisi lemas Fauji masih sempat menanyakan kabar temannya itu.
"Dia jatoh dari motor karna ditendang sama orang, ciri-ciri orangnya sama kayak yang mukul lu Ji dan notif pelaku ngelakuin itu juga kita masih belum tau" terang Sultan.
Fauji terkejut karena ternyata yang membuat ia dan Nabil celaka pelakunya memiliki ciri-ciri yang sama. "Kayaknya ada yang gak beres deh, kenapa pelakunya bisa sama?" Fauji terheran-heran.
"Yang jelas ini semua ada hubungannya sama si cewe sialan itu" Farhan asal ucap.
"Han, tolong jangan tuduh Sheva gitu dong, dia gak mungkin punya niatan mau nyelakain kita" ujar Fauji.
Sultan merangkul kedua temannya itu. "Hsttt, cukup, gak usah tuduh tuduhan dulu. Lebih baik kita cari tau dulu siapa pelakunya"
Mereka kini mengantar Fauji pulang. Fauji berboncengan dengan Sultan, sementara motor Fauji dibawa oleh Rean.
Setelah mengantarkan Fauji mereka semua hendak pergi kerumah masing-masing. Sultan kembali mengingat pesan misterius semalam dan ia tiba-tiba seperti memiliki firasat buruk.
Sultan menari tangan Farhan yang hendak menaiki motornya. "Han" panggil Sultan.
Farhan reflek menengok. "Apa?" tanya Farhan.
"Gua bakal anterin lo pulang"
Farhan merasa heran dengan ucapan Sultan. "Kenapa tiba-tiba?, kita kan beda arah" ucap Farhan.
Sultan merogoh sakunya lalu membuka isi ponselnya. "Sebenernya semalem ada yang ngirim gua pesan ini" Sultan memperlihatkan isi pesan misterius itu.
"Kenapa baru bilang?" "Yang terjadi ke Nabil sama Fauji bisa aja orang ini dalangnya" ujar Farhan.
"Gua mau kasih tau lu tapikan dari tadi kita sibuk bolak-balik" jelas Sultan.
Farhan menghela nafas berat, kini ia mengerti jika Sultan tidak ingin terjadi sesuatu pada dirinya seperti yang sudah menimpa dua temannya. Lalu akhirnya Farhan pulang dengan dikawal oleh Sultan mengendarai motor masing-masing.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HALO READERS MAKASIH UDAH MAMPIR JANGAN LUPA VOTE NYA KARNA VOTE ITU GRATIS ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️