❗️DISCLAIMER ❗️
Diharapkan untuk membaca part sebelumnya agar tidak kebingungan
•
•
•
•
•
Keesokan harinya Farhan, Fauji dan Nabil datang berkumpul kerumah Sultan seperti yang sudah direncanakan semalam untuk pergi memancing, mereka tidak langsung pergi melainkan menunggu Gabriel pulang karena anak itu sudah dijanjikan Sultan untuk ikut bersama mereka.
Sembari menunggu Fauji memilih untuk scrolling medsosnya, jarinya terhenti saat melihat pamflet perlomba band yang diadakan oleh suatu kampus ternama di kota itu. "Universitas Centraljava lagi ngadain event, Ini ada lomba band" menunjukan poster diponselnya. "mau ikut gak?" tanya Fauji.
Mereka bertiga saling memandang satu sama lain. "Gua sih ngikut aja" ucap Farhan.
"Boleh sih, lumayan hadiahnya" sahut Sultan. "Kalo lo gimana Bil?" Mereka melirik kearah Nabil.
"Kalo Farhan ikut, gua juga ikut" jawab Nabil.
"Yeuhhh, buntut" Farhan sembari menoyor Nabil.
Fauji melihat kembali poster tersebut, ia melihat disitu tertera biaya pendaftaran yang cukup mahal. "Biaya pendaftarannya gila mahal banget, duit dari mana kita" ujar Fauji.
"Kemaren gua denger kata kakak OSIS, kalo buat acara atau lomba kita bisa minta dana kesekolah tapi harus bikin proposal dulu" ucap Farhan. "Tapi dapetnya itu tergantung kita di Acc atau nggak sama kepala sekolah"
Mendengar itu mereka berempat setuju untuk meminta bantuan dana kesekolah. "Coba dulu aja" ucap Sultan.
"Gak sia-sia lo ikut OSIS, ada manfaatnya juga yaa jadi kita bisa tau banyak info kayak gini" kata Nabil sembari mengacungkan jempol.
"Yaudah berati fix ya ikut semua" ucap Fauji. Mereka bertiga hanya mengangguk pertanda setuju.
Sejak SMP mereka berempat memang sering menjuarai kompetisi Band, sebenarnya mereka sudah menyukai musik saat masih duduk dibangku sekolah dasar namun baru mulai belajar alat musik pada saat SMP. Dari situ mereka jadi sering mengikuti olimpiade atau kompetisi berbau seni musik baik solo maupun grup.
Tak lama datang anak kecil mengenakan seragam sekolah yang masih lengkap dengan tasnya datang mengunjui rumah Sultan. "Kak Sultannnn" panggil anak itu. "Masuk aja Gab" sahut Sultan.
Gaby pun melepaskan sepatunya lalu masuk kerumah itu. Namun pandangan ia tak berhenti melirik sekelilingnya karena ia tak tahu jika disana ada teman-teman Sultan, ia yang tadinya semangat berubah menjadi canggung.
Sultan terheran melihat Gaby yang masih mengenakan seragam dan membawa tas. "Lah?, sana ganti baju dulu katanya mau ikut" ucap Sultan.
"Biarinlah kak, aku males masuk rumahnya" Gaby beralasan.
"Heh Cil, kita ini mau mancing bukan mau les" ucap Fauji meledek.
Mendengar itu Gaby menatap tajam ke arah Fauji. "Yeuhh, siapa juga yang bilang mau les"
"Orang mancing tuh bawa pancingan bukan bawa tas" Farhan ikut meledek.
"Ini tasnya mau aku titip disini" jawab Gaby. "Bolehkan kak?" Gaby melirik Sultan sembari tersenyum memelas.
Sultan yang tak tega hanya menggelengkan kepalanya. "Mending taro rumah aja, sekalian ganti baju" ucap Sultan.
"Aku pake baju double kok" Gaby membuka seragamnya lalu memperlihatkan baju double-an nya itu.
Sultan melihat tingkah laku Gaby yang begitu antusias cuman bisa menggelengkan kepala lalu menghela nafas. "Yaudah, ayo berangkat" ajak Sultan.
Mereka semua bersiap untuk pergi ketempat pemancingan, mereka pergi menaiki motor masing-masing namun Sultan berboncengan bersama Gaby. Anak kecil itu heran karena diantara mereka berlima tidak ada yang membawa alat pancing satupun. "Kak, kita mau mancing kok gak bawa alat pancing?" Tanya Gaby.
KAMU SEDANG MEMBACA
GULITA [END] || ZUO HANG
FanfictionKesedihan akan selalu menyelimuti seorang anak yang tidak pernah merasakan kehangatan keluarga. Namun arti keluarga bukan sekedar Ayah dan Bunda tapi orang-orang yang selalu berada didekat kita dan membantu kita ketika terjatuh mereka juga adalah ke...
![GULITA [END] || ZUO HANG](https://img.wattpad.com/cover/307347306-64-k426807.jpg)