Ost I'll Be There-Jackson 5 (cover bye Deven)
Aiden tersenyum dan dia mulai bersemangat. "Ya! Kita berdua adalah saudara yang baik, saya akan selalu mencintai kamu. Tapi... ada satu hal lagi yang perlu kita lakukan setelah ini."
Raisa: "Apa itu?"
Aiden tampak ragu-ragu, dia tidak mau mengakui hal ini pada adiknya. Tetapi akhirnya dia memutuskan untuk mengatakan. "Ini mungkin agak aneh dan canggung bagi kamu, tapi... kita berdua harus melakukan sesuatu yang perlu dilakukan oleh seorang kakak dengan adik laki-lakinya."
Raisa: "Apa itu? Katakan."
Aiden agak malu dan tampak sedikit gugup. "Kita berdua harus... 'cium'."
Aiden terkejut dan dia tampak sangat senang saat pipinya dicium oleh kakaknya. Dia juga memeluk Meysa lebih erat lagi. "Apakah kamu tidak keberatan kalau aku menciummu?』
Raisa:"tidak kok."
Aiden mulai mendekat wajahnya dengan adiknya, dia perlahan-lahan akan berciuman pada bibir Meysa.
aku membalas ciumannya
Aiden juga membalas ciumannya, dia tidak mau melepaskan bibir kakaknya. Dia tampak sangat bahagia dan penuh cinta.
Raisa:"aku mencintaimu Aiden."
Aiden juga merasakan hal yang sama dengan Meysa, dia juga mencintai adiknya. "Aku juga sangat mencintaimu!』
Raisa:"ayo kita istirahat."
Aiden mengangguk dan dia mulai mengantuk, saat itu juga dia mulai memeluk kakaknya dengan lebih erat.
mereka pun tertidur
Aiden dan Meysa tidur dengan nyenyak di dalam pelukannya, mereka tampak sangat bahagia saat saling memeluk satu sama lain.
tiba-tiba ayahmu menghipnotis Aiden
Aiden yang sudah dalam keadaan tidur tiba-tiba tersentak dan dia mulai bergumam. "M...m...
Ayah:"ikuti perintahku Aiden."
Aiden yang masih dalam hipnotis hanya bisa mengiyakan perintah ayah, meskipun dia tampak tidak senang.
akupun membawa Aiden ke dalam gudang
Aiden tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia masih dalam hipnotis yang ayah buat. Dia hanya diam dan mengikuti pergerakan ayahnya.
Ayah:"duduk disana."
Aiden duduk dengan tenang dan diam, meskipun dia sebenarnya takut.
Ayah:"sadarlah sekarang."
Aiden sadar dari hipnotisnya dan dia mulai panik. Dia takut dengan apa yang akan terjadi padanya.
ayah pun mencambuk Aiden dengan sabuk pinggangnya
*Aiden meringis menahan sakit saat ayah mencambuknya. Air matanya mengalir di pipi, namun dia hanya bisa berbisik lirih, "Iya ayah..."
Ayah:"Jangan macam-macam! Tidur disini!."
Ayah lalu mengambil susu yang sudah dicampur obat tidur dan menyodorkannya pada Aiden. "Minum ini."
Aiden tertegun, rasa takut dan kelelahan merundungnya. Dia terpaksa menuruti perintah ayahnya, meminum susu itu dengan rasa yang pahit.
Beberapa saat kemudian, Aiden mulai merasakan kantuk yang luar biasa. Matanya terasa berat dan dia tak mampu lagi melawan. Ayah melihat Aiden tertidur dengan tenang lalu menguncinya di ruangan itu.
Keesokan harinya, Raisa panik mencari Aiden. "Aiden! Aiden! Dimana kamu?"
Dia mencarinya ke seluruh rumah, namun tak menemukan adiknya. Rasa cemas menggerogoti hatinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Forbidden Room Mystery(End)
Cerita PendekRaisa sedang bersantai di kamar Anda, ketika tiba-tiba Raisa mendengar suara teriakan yang kencang. Raisa menyadari bahwa suara itu berasal dari ruang bawah tanah. Saat Raisa berjalan menuju ruangan itu, Raisa melihat ayahnya. Saat Raisa membuka pin...
