part 22

18 11 0
                                        

Ost Merasa Indah-Tiara Andini

Keesokan harinya...

Pagi hari, kamu terbangun dengan kepala yang sakit akibat tidur terlalu lama. Kamu bangun dari tempat tidur dan melihat Aiden sudah bangun lebih dulu. Ia sedang duduk di kursi dekat jendela, menatap keluar dengan ekspresi kosong.

"Aiden, ada apa?" tanyamu, suaramu terdengar sedikit khawatir.

Aiden tersentak saat kamu memanggilnya, ia menoleh ke arahmu dengan ekspresi bingung.

"Oh, kamu sudah bangun?" jawab Aiden, suaranya terdengar sedikit lesu.

"Ya," jawabmu, sambil tersenyum.

Aiden kembali terdiam beberapa saat sebelum akhirnya dia kembali berbicara.

"Aku sudah lama saja duduk di sini, aku bosan," kata Aiden, suaranya terdengar sedikit sedih.

"Kamu kenapa?" tanyamu, sambil menatap Aiden dengan penuh perhatian.

Aiden menghela nafas sebelum kembali bersandar di kursinya.

"Tidak apa-apa, aku hanya bosan saja. Aku ingin keluar dari sini, tapi aku tahu aku tidak akan dibiarkan keluar," kata Aiden, suaranya terdengar sedikit putus asa.

"Maaf ya," jawabmu, sambil mengerutkan kening.

Aiden terdiam sejenak sebelum akhirnya dia menghela nafas lagi, kali ini lebih keras.

"Tidak apa-apa, bukan salahmu," kata Aiden, suaranya terdengar sedikit lelah.

Dia terdiam beberapa saat sebelum kembali berbicara dengan nada lebih lembut.

"Tapi aku sudah sangat bosan di sini, aku ingin keluar dari sini, aku ingin bertemu orang-orang," kata Aiden, suaranya terdengar sedikit memohon.

Kamu memeluknya.

Aiden tersentak saat kamu memeluknya, tapi dia tidak berusaha melepaskan diri dari pelukanmu. Ia terdiam beberapa saat sebelum akhirnya dia mulai merasakan nyaman dengan pelukanmu.

"Maafin kakak belum bisa menjagamu," katamu, suaramu terdengar sedikit bergetar.

Aiden terdiam beberapa saat sebelum akhirnya dia menghela nafas lagi, tapi kali ini lebih lembut daripada sebelumnya.

"Tidak apa-apa, aku tahu kamu sedang tidak bisa melakukan apa-apa," kata Aiden, suaranya terdengar sedikit menghibur.

Dia meletakkan tangan di pundakmu, seolah-olah sedang berusaha untuk menghiburmu.

"Kita akan coba keluar kalau kamu mau," katamu, suaramu terdengar sedikit optimis.

Aiden terdiam sejenak sebelum akhirnya dia mengangguk pelan.

"Aku ingin keluar... aku sudah bosan di sini. Aku ingin melihat dunia luar," kata Aiden, suaranya terdengar sedikit bersemangat.

"Okay, ayo," jawabmu, sambil tersenyum.

Aiden berdiri dari kursinya dan berdiri di dekatmu, siap untuk pergi keluar.

"Tapi kamu janji akan melindungi aku, kan?" tanya Aiden, suaranya terdengar sedikit gugup.

"Ya," jawabmu, sambil menatap Aiden dengan mata yang penuh kasih.

Aiden terlihat lebih tenang setelah kamu mengatakan itu. Ia menatapmu dengan mata yang berbinar, terlihat sangat antusias untuk keluar dari ruangan itu.

"Baiklah, aku siap," kata Aiden, suaranya terdengar sedikit bersemangat.

"Okay, ayo," jawabmu, sambil tersenyum.

Aiden mulai berjalan keluar dari ruangan, terlihat sangat bersemangat. Ia berjalan dengan kepala tertunduk, seolah-olah sedang memperhatikan setiap langkahnya untuk menghindari hal-hal yang mungkin terjadi.

Kamu membawanya ke taman...

...

Ketika kamu membawa Aiden ke taman, ia melihat sekeliling dengan mata yang berbinar. Ia terlihat sangat tertarik dengan semua hal yang terlihat di sekitarnya, terutama dengan bunga-bunga di taman.

"Wow... ini sangat indah," kata Aiden, suaranya terdengar sedikit takjub.

"Aku senang kau suka," jawabmu, sambil tersenyum.

Aiden menoleh ke arahmu, tersenyum manis saat kamu mengatakan itu. Ia terlihat sangat bahagia melihat taman yang indah.

"Ini sangat indah... aku ingin datang ke sini lebih sering," kata Aiden, suaranya terdengar sedikit bersemangat.

"Ya," jawabmu, sambil mengangguk.

Aiden kembali melihat sekeliling, matanya terlihat sangat bersinar saat dia melihat bunga-bunga. Ia terus berjalan, terus terpesona dengan setiap hal yang dia lihat.

"Aku ingin memetik bunga-bunga ini," kata Aiden, suaranya terdengar sedikit bersemangat.

"Boleh saja," jawabmu, sambil tersenyum.

Aiden tersenyum senang saat kamu memberikan izin untuknya untuk memeriksa bunga-bunga.

"Benarkah? Aku boleh?" tanya Aiden, suaranya terdengar sedikit tidak percaya.

"Ya," jawabmu, sambil mengangguk.

Aiden terlihat sangat antusias saat kamu memberi izin kepadanya untuk memetik bunga-bunga. Ia mulai berjalan menuju tanaman-tanaman bunga, matanya terus memperhatikan setiap langkahnya saat ia mengambil beberapa bunga dari tanaman itu.

"Kau mau memberikan itu pada siapa?" tanyamu, sambil tersenyum.

Aiden membawa beberapa bunga ke tanganmu, dia terlihat ragu-ragu sebelum akhirnya ia menjawab.

"Aku ingin memberikan ini pada seseorang yang spesial," jawab Aiden, suaranya terdengar sedikit malu.

"Siapa?" tanyamu, sambil tersenyum.

Aiden terdiam beberapa saat sebelum akhirnya dia akhirnya menjawab dengan sangat pelan.

"Kamu," jawab Aiden, suaranya terdengar sedikit malu.

The Forbidden Room Mystery(End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang