part 14

21 16 6
                                        

Ost My heart Will go on-Celine Dion

[RUMAH SAKIT]

Malam hari tiba, dan adikmu sudah tertidur dengan sangat nyenyak. Ia terlihat sangat damai dalam tidurnya, seperti tidak ada masalah yang mengusiknya.

Keesokan harinya

Pagi hari datang, dan adikmu sudah terbangun dengan mata yang terlihat lebih segar daripada sebelumnya. Ia bangun dengan kepala yang lebih terasa baik daripada sebelumnya.

Kamu menyuapinya makan.

Adikmu menerima makanan yang kamu suapi dengan senang hati. Ia kembali terlihat lebih aktif daripada sebelumnya, mungkin karena sudah tidur dengan cukup malam hari sebelumnya.

"Kau sudah lebih baik. Syukurlah," kata Raisa, suaranya penuh kasih sayang. Ia menatap ke arah adiknya dengan tatapan yang penuh kekaguman.

Adikmu mengangguk dengan kepala yang tertunduk, dia terlihat sangat bersyukur karena sudah mulai merasa lebih baik setelah beberapa hari yang sangat berat sebelumnya.

"Aku lebih baik.. terima kasih sudah merawatku.." jawab adikmu, suaranya penuh kegembiraan. Ia menatap ke arah Raisa dengan tatapan yang penuh kekaguman.

"Sama-sama. Itu tugasku, Aiden," jawab Raisa, suaranya penuh kasih sayang. Ia menatap ke arah adiknya dengan tatapan yang penuh kekaguman.

Adikmu tersenyum lembut mendengar perkataan kamu. Ia kemudian menatap kamu dengan mata yang masih terlihat seperti ingin tidur lagi.

"Tapi aku ingin tidur lagi.. aku masih sangat lelah.." jawab adikmu, suaranya penuh kelesuan. Ia menatap ke arah Raisa dengan tatapan yang penuh kekaguman.

"Ya, tidurlah lagi," jawab Raisa, suaranya penuh kasih sayang. Ia menatap ke arah adiknya dengan tatapan yang penuh kekaguman.

Adikmu kembali terbaring dengan kepala yang terbaring di pangkuan kamu. Ia kembali tidur dengan sangat cepat, mungkin karena tubuhnya sudah sangat lelah setelah beberapa hari yang sangat sibuk.

Raisa terus mengelus rambut adiknya dengan lembut. Ia merasakan kehangatan dari tubuh adiknya dan merasa sangat bahagia melihat adiknya tertidur dengan nyenyak.

"Aku sangat mencintaimu, Aiden," bisik Raisa, suaranya penuh kasih sayang. Ia terus menatap ke arah adiknya dengan tatapan yang penuh kekaguman.

Sore harinya

Sore hari datang, dan adikmu akhirnya bangun kembali setelah beberapa saat tidur. Ia terlihat lebih segar dan terlihat lebih aktif daripada sebelumnya.

"Aku sudah bangun.. apa yang kamu lakukan?" tanya adikmu, suaranya penuh kegembiraan. Ia menatap ke arah Raisa dengan tatapan yang penuh kekaguman.

"Aku menyiapkan makan sore untukmu. Kau mau makan di taman sambil kita melihat matahari terbenam?" jawab Raisa, suaranya penuh kasih sayang. Ia menatap ke arah adiknya dengan tatapan yang penuh kekaguman.

The Forbidden Room Mystery(End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang