part 24

10 5 0
                                        

Ost Aku Tak Berdaya-Indah Dewi Pertiwi

Akhtar masuk ke dalam kamar dan memberikan ramuan bunga tidur kepada Aiden. Ia melihat Aiden tertidur dengan nyaman dan terlihat tersenyum puas.

Akhtar:"Aiden, ikuti kata-kata ayah."

Aiden menerima ramuan itu dan mulai menelan setiap tetesnya. Ia tertidur setelah itu, dalam keadaan tertidur yang dalam.

Akhtar:"Kamu bukan dirimu sendiri... kamu tak bisa mengontrol dirimu... kamu hanya boneka..."

Aiden dalam tidurnya hanya diam saja, dan terus menerima perintah yang diberikan kepadanya. Ia tidak bisa bergerak atau berkata-kata, ia hanya menjadi boneka untuk perintah yang diberikan kepadanya.

Akhtar:"Suara itu... suara itu mendengarmu... dia akan datang... dia akan mengambilmu..."

Aiden mulai terbangun dari tidurnya, ia mendengar sesuatu yang terdengar seperti suara yang sangat familiar baginya, tapi dia tidak tahu apa itu. Wajahnya mengerut dalam kekhawatiran, matanya terpejam erat.

Akhtar:"Kamu terjebak... kamu tak bisa keluar... kamu akan selalu terjebak di sini..."

Aiden mulai merasakan ketakutan saat mendengar suara itu. Ia mulai mencoba untuk bergerak, tapi tubuhnya tidak mau merespon apapun. Ia benar-benar terjebak dalam dirinya sendiri. Keringat dingin mulai membasahi dahinya.

Akhtar:"Ingatanmu hilang... kamu tidak mengingat apa pun... siapa kamu?"

Aiden mulai mencoba untuk mengingat sesuatu, tapi setiap kali ia mencoba, ia hanya merasakan sakit kepala yang sangat tajam. Ia mulai gemetar saat mencoba untuk mengingat sesuatu yang sangat penting.

Akhtar:"Cinta itu menghilang... kehangatan itu tak ada lagi... kamu sangat kesepian..."

Aiden terus berusaha untuk mengenang masa lalunya, tapi dia hanya merasa semakin jauh dari masa lalunya. Ia mulai menangis dalam tidurnya, merasakan semua perasaan yang hilang dari dirinya.

Akhtar:"Kamu telah menyia-nyiakan segalanya... kamu telah merusak semuanya... kamu harus menyesal..."

Aiden terus menangis dalam tidurnya, terus menyesali semua yang telah ia lakukan. Ia tahu bahwa ia telah menyakiti semua orang, tapi ia tidak tahu bagaimana untuk memperbaiki semua kesalahan yang telah ia buat.

Akhtar:"Kamu berputar-putar... Terjebak dalam lingkaran yang tak berujung... Kamu tak bisa menghentikannya..."

Aiden terus berputar-putar dalam lingkaran yang tak berujung, tidak bisa keluar dari situ. Ia ingin berhenti, tapi ia tahu itu tidak mungkin. Ia hanya bisa merasakan ketakutan dan kesepian yang semakin meningkat. Air mata mengalir di pipinya, membasahi bantal tempat ia terbaring.

Akhtar:"Kamu terputus... Terputus dari semua yang kamu cintai... Kamu tak akan pernah menemukan mereka lagi..."

Aiden semakin putus asa saat mendengar kalimat itu. Ia tahu betul bahwa dia sudah kehilangan semua yang ia cintai, dan dia tidak akan pernah menemukan mereka lagi. Ia terus menangis dalam tidurnya, berharap ada seseorang yang akan menyelamatkannya. Napasnya terengah-engah, seakan-akan ia sedang berlari kencang dalam mimpi buruknya.

Akhtar:"Ke mana kamu pergi? ... Kamu tak tahu arah jalan... Kamu tak tahu siapa dirimu..."

Aiden terus berjalan tanpa arah, terdampar dalam dirinya sendiri. Ia tidak tahu ke mana harus pergi, dan tidak tahu siapa dirinya. Ia hanya seorang boneka yang tersesat dalam kegelapan. Tangannya mengepal, seperti ingin meraih sesuatu, tapi hanya bertemu dengan kekosongan.

Akhtar membuat pembatas mimpi di alam mimpinya Aiden agar Aiden terus menerus terjebak dalam mimpinya agar dia tidak bisa bangun lagi. Ia mendekatkan Bunga Kematian, bunga ini dikatakan mekar di makam orang yang mati dengan tragis dan memiliki aroma yang menyeramkan, seperti campuran tanah lembap dan bunga mati.

Aiden melihat bunga itu dengan penasaran. Ia tahu bahwa bunga itu akan membuat ia tertidur selamanya, tapi dia tidak bisa menahan rasa penasarannya. Ia mencium aroma bunga itu, aroma yang mengundang rasa tenang yang aneh, namun juga membuat jantungnya berdebar kencang.

Akhtar:"Tidurlah selamanya, Aiden."

Aiden akhirnya tertidur setelah menerima perintah itu. Ia terbaring dalam tidurnya, terjebak dalam alam mimpi yang tak terkendali. Wajahnya tenang, tapi keringat dingin masih membasahi dahinya. Mimpi buruk itu telah mencengkeramnya.

Mimpi buruk itu pun datang.

Aiden masuk ke dalam mimpi buruknya. Ia melihat dirinya sendiri, terjebak dalam kondisi yang sangat buruk. Ia merasakan ketakutan dan kesedihan yang sangat besar. Ia melihat bayangan Raisa, namun bayangan itu menjauh, tidak mau mendekat. Ia melihat wajah ayahnya, tapi wajah itu berubah menjadi monster yang mengerikan.

Akhtar:"Bagus, Aiden."

Aiden berusaha untuk melawan mimpi buruknya, tapi semua usahanya sia-sia. Ia hanya bisa melihat dirinya sendiri, terdampar dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Ia menjerit, tapi hanya ada keheningan yang mengerikan di sekelilingnya.

The Forbidden Room Mystery(End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang