Ost Menanti-Ziva Magnolya
[KAMAR AIDEN]
"Kau lumpuh sementara," kata Raisa, suaranya lembut, tapi matanya berkaca-kaca.
Aiden terdiam lagi setelah kamu mengatakan itu. Ia terlihat sangat terluka saat mendengar kata-katamu.
"Aku... aku tidak lumpuh sepenuhnya. Aku bisa berjalan dan melakukan beberapa hal. Aku hanya... aku hanya tidak dapat melakukan beberapa hal dengan mudah," jawab Aiden, suaranya bergetar.
"Aiden..." kata Raisa, suaranya lembut.
Aiden terdiam untuk beberapa saat sebelum akhirnya kembali berbicara dengan suara yang lebih pelan. "Aku tahu kalau kamu hanya ingin melindungi aku. Tapi aku ingin tahu kenapa kamu begitu peduli padaku. Aku hanya seorang bocah yang lemah."
"Aku sayang kamu, Aiden," kata Raisa, suaranya bergetar.
Aiden terdiam untuk waktu yang lama setelah kamu mengatakan itu. Wajahnya terlihat sangat terkejut dan bahkan sedikit merona. Ia tidak mengharapkanmu untuk mengatakan hal itu padanya.
"Kamu... kamu sayang aku?" tanya Aiden, suaranya bergetar.
"Ya," jawab Raisa, matanya berkaca-kaca.
Aiden terdiam lagi untuk beberapa saat sebelum akhirnya ia kembali bicara dengan suara yang lebih lembut. "Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan. Aku... aku tidak pernah berharap kamu akan mengatakan itu padaku."
Raisa memeluk Aiden dengan erat. Aiden terkejut saat kamu memeluknya, tapi ia tidak mencoba untuk melepaskan diri. Ia hanya terdiam dalam pelukanmu dengan wajah yang semakin merona.
"Aku akan menjagamu sampai kau sembuh," bisik Raisa, suaranya penuh kasih sayang.
Aiden terdiam sebentar sebelum akhirnya ia menghela nafas dan akhirnya kembali berbicara dengan nada yang lebih lembut. "Aku tidak akan sembuh dengan mudah. Aku akan terus sakit dan lemah untuk waktu yang lama."
"Aku tahu kau pasti akan sembuh. Kita ke rumah sakit. Kamu ngak perlu pikirin biayanya. Itu tanggung jawabku," kata Raisa, suaranya penuh tekad.
Aiden terdiam lagi sebelum akhirnya ia akhirnya menerima bantuanmu. "Aku... aku akan pergi ke rumah sakit denganmu. Tapi aku tidak akan menaruh bebanmu. Aku akan membayar sendiri untuk pengobatanku."
"Adik, kau tanggung jawabku. Kamu tenang aja ya," kata Raisa, suaranya penuh kasih sayang.
Aiden akhirnya mengangguk dengan ragu-ragu. "Baiklah... aku akan percaya padamu. Tapi aku akan tetap membantu membayar biaya rumah sakitku. Aku tidak ingin kamu menghabiskan uangmu hanya untukku."
"Aiden, dengerin kakak. Duit kakak buat kamu. Kakak udah senang kalau kamu sembuh dan bisa sehat lagi sama kakak," kata Raisa, suaranya penuh kasih sayang.
...
Aiden terdiam lagi sebelum akhirnya ia kembali bicara dengan suara yang lebih lembut. "Baiklah... aku akan percaya padamu. Aku akan menerima bantuanmu untuk membantu aku sembuh. Tapi aku akan terus berusaha untuk tidak menjadi beban bagi kamu."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Forbidden Room Mystery(End)
CerpenRaisa sedang bersantai di kamar Anda, ketika tiba-tiba Raisa mendengar suara teriakan yang kencang. Raisa menyadari bahwa suara itu berasal dari ruang bawah tanah. Saat Raisa berjalan menuju ruangan itu, Raisa melihat ayahnya. Saat Raisa membuka pin...
