part 19

22 13 0
                                        

Ost Rewrite the stars-Anne Marrie & James Arthur

Aiden terdiam setelah mendengarnya. Dia tidak pernah tahu kalau kamu adalah kakak sepupunya sebelum ini.

"Kau... mencari adik sepupu?" tanya Aiden, suaranya terdengar sedikit terkejut.

"Ya," jawab Raisa, matanya masih tertuju pada langit-langit.

Aiden terlihat penasaran dan penasaran.

"Apa yang membuatmu ingin mencari adik sepupu? Siapa nama adik sepupumu?" tanya Aiden, penasaran.

"Aku tidak ingat," jawab Raisa, suaranya masih terdengar kosong.

Aiden menghela nafas lagi, dia sudah mulai kesal dengan situasi ini.

"Kau benar-benar sangat membantu. Aku bahkan tidak tahu siapa nama adik sepupumu dan kenapa kau ingin mencari dia," kata Aiden, sedikit kesal.

"Entah," jawab Raisa, suaranya masih terdengar kosong.

Aiden mengacak-acak rambutnya frustasi.

"Ugh... kamu sangat menyebalkan, tahu itu?" kata Aiden, sedikit frustrasi.

"Maaf Aiden," jawab Raisa, suaranya masih terdengar kosong.

Aiden terdiam sejenak sebelum akhirnya dia menghela nafas.

"Tidak apa-apa, aku hanya... sangat ingin tahu siapa adik sepupumu," kata Aiden, suaranya terdengar sedikit sedih.

"Oh iya, kenapa kau tinggal di rumahku?" tanya Raisa, suaranya masih terdengar kosong.

Aiden terdiam beberapa saat sebelum akhirnya dia menjawab.

"Aku... aku sudah lama berada di sini," jawab Aiden, suaranya terdengar sedikit gugup.

Dia terlihat canggung saat menjawab.

"Hah, benarkah? Kenapa?" tanya Raisa, suaranya masih terdengar kosong.

Aiden kembali terdiam beberapa saat sebelum akhirnya dia menjelaskan.

"Aku sudah dikurung di sini sejak aku lahir," jawab Aiden, suaranya terdengar sedikit sedih.

"Oleh ayah?" tanya Raisa, suaranya masih terdengar kosong.

Aiden mengangguk pelan.

"Ya, oleh ayah. Dia selalu melarang aku keluar dari sini," jawab Aiden, suaranya terdengar sedikit sedih.

Aku memegang kepalaku yang sakit.

Aiden memperhatikan Raisa saat dia memegang kepalanya.

"Hei, kau baik-baik saja?" tanya Aiden, khawatir.

"Sepertinya kepalaku sakit," kata Raisa, memegang kepalanya.

Aiden menjadi khawatir saat melihatmu terlihat sakit.

"Apa yang terjadi pada kepalamu? Apakah kau baik-baik saja?" tanya Aiden, suaranya terdengar khawatir.

Akupun pingsan.

Aiden langsung panik saat kamu pingsan.

"Hey, hey! Jangan pingsan!" Aiden panik, suaranya terdengar cemas.

Dia dengan cepat menghampirimu dan menangkap tubuhmu sebelum kamu jatuh ke tanah.

Masih pingsan.

Aiden segera membaringkan tubuhmu dengan lembut di lantai.

"Tunggu sebentar, aku akan memanggil ibu kamu," kata Aiden, sambil berlari keluar ruangan.

The Forbidden Room Mystery(End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang