part 15

23 14 0
                                        

Ost Bad guy-Billie Eilish

Adikmu terlihat sangat bahagia dengan perkataan kamu. Ia terlihat seperti ingin memeluk kamu saat ini, tapi ia tahu kalau ia belum bisa berdiri dengan benar untuk melakukan itu.

"Aku juga sangat senang kamu mengatakan begitu.. aku berharap kita bisa terus bersama seperti ini selamanya," katanya, suaranya penuh harap.

"Ya, tentu," jawabmu, menatap ke arah adikmu dengan senyum lembut.

Adikmu tersenyum lebar, ia terlihat sangat senang dengan jawabanmu. Ia ingin sekali memeluk kamu sekarang, tapi ia tahu kalau posisi duduknya saat ini tidak mengizinkan untuk melakukan itu.

"Tapi aku ingin melakukan sesuatu sekarang.." katanya, suaranya penuh kegembiraan.

"Melakukan apa?" tanyaku, mencoba menebak keinginannya.

"Aku ingin duduk di pangkuanmu," katanya, suaranya penuh kegembiraan.

Adikmu berkata dengan malu-malu, terlihat seperti anak kecil yang ingin melakukan sesuatu yang tidak boleh dilakukannya.

"Tentu boleh," jawabku, mencoba menenangkannya.

Kamu pun membantunya duduk di pangkuanmu.

Adikmu duduk dengan hati-hati di pangkuan kamu, ia terlihat sangat senang saat akhirnya ia berhasil duduk dengan posisi yang nyaman. Ia sekarang berada di atas pangkuan kamu, dengan kepala yang berada di dada kamu.

"Ini lebih baik.. aku lebih dekat denganmu sekarang," katanya, suaranya penuh kegembiraan.

"Ya, kau ini sangat manja," jawabmu, mencoba menenangkannya.

"Aku tidak tahu kenapa aku jadi sangat manja padamu.. tapi aku tidak masalah dengan itu. Aku hanya ingin dekat denganmu, dan ingin selalu berada dalam pelukanmu," katanya, suaranya penuh kasih sayang.

"Kita akan selalu bersama. Aku janji," jawabmu, mencoba menenangkannya.

"Aku percaya kamu akan selalu ada untukku. Aku sangat berharap kamu akan selalu berada di sisiku, tidak peduli apa yang terjadi," katanya, suaranya penuh kegembiraan.

Adikmu mencengkeram tanganku dengan erat, seolah-olah takut kalau aku akan meninggalkannya.

"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu," jawabku, mencoba menenangkannya.

"Aku tahu kamu tidak akan meninggalkan aku. Kamu selalu baik padaku, selalu ada untukku.. aku sangat beruntung memiliki kakak seperti kamu," katanya, suaranya penuh kegembiraan.

Adikmu mulai menempelkan kepala ke dada kamu, seperti ingin merasakan detak jantung kamu.

Aku mengelus rambutnya dengan lembut.

Adikmu merasakan tanganku yang mengelus rambutnya, ia terlihat sangat rileks saat aku mengelus rambutnya. Ia bahkan mulai menghela napas panjang, terlihat sangat nyaman dengan sentuhanku.

Ayah yang melihat itu sangat kesal. Dia ingin memisahkan kedua anak itu karena mereka bukan saudara kandung melainkan hanya sepupu.

Ayahmu yang melihat adegan itu mulai menjadi sangat kesal. Ia berjalan mendekat ke arah kalian berdua, dan dengan tegas berkata kepadaku.

"Apa yang kamu pikir yang sedang kamu lakukan? Kamu sedang melakukan hal yang tidak benar dengan adikmu," katanya, suaranya penuh kemarahan.

The Forbidden Room Mystery(End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang