Maki membuka matanya,saat sinar matahari masuk mengusik tidurnya
Ia duduk menatap sekeliling.panik.
"Sudah bangun?"Tanya seorang pria dengan kaos hitam dan celana rumah nya.
Maki terpana.Menatap pria itu cukup lama.
"Hey,kamu baik-baik aja?"Tanya pria itu sambil melambaikan tangannya didepan wajah maki.
Maki tersadar.Wajah mereka begitu dekat membuat nafas mereka saling bertemu.seketika Wajah maki me merah.ia memalingkan wajahnya.
"Ah,iya maaf."jawab maki lirih.
Pria itu tersenyum,dan mengangguk pelan.
"Semalem kamu tidur,aku gak tau rumah kamu dimana.Jadi,kakak bawa kesini.maaf."Ucapnya merasa bersalah saat anak itu tidak mau menatapnya.
"Mau kakak anterin kerumah?"Tanya nya lagi.
Anak itu terdiam sangat lama.Wajah nya menyiratkan ketakutan yang luar biasa.Binar mata yang polos itu perlahan menyiratkan kekosongan yang dalam.
"Hey?are you okay?"Tanya nya lagi.
Anak itu mengangkat wajahnya.Ia ter senyum lalu mengangguk kecil.
"Mmm,maaf merepotkan."Ucapnya lirih.
"Ok.kakak siap-siap dulu ya."
Anak itu mengangguk kecil.
Suasana didalam mobil begitu sunyi. Yuma tidak tahan lagi.Ia menatap anak kecil yang duduk dikursi sebelahnya.Tatapannya lurus kedepan
"Belum kenalan nih.mau kenalan boleh gak?"Tanya Yuma mencairkan suasana.
Anak itu menoleh.Ia mengangguk.
"Kakak Yuma.kamu siapa?"
"Maki kak."
"Umur berapa?"
"Tahun ini 17tahun.Kalau kakak?"
"25tahun."
"Wah sudah besar?"
Yuma mengangguk.ia tersenyum,lalu mengusap kepala maki gemas.
"Ah,berhenti disini aja kak."Pinta maki didepan toko roti.
"Rumahnya disini?"Tanya Yuma.
Maki menggeleng.
"Rumah maki gak jauh dari sini kok."
Jawab maki
"Sekalian kakak anterin kerumah."
"Gak usah kak.ngerepotin.makasih."
Ucap maki.lalu segera keluar dari mobil yuma.
Ia berlari masuk kedalam gang kecil disebelah toko itu.Yuma tersenyum.ia pun melajukan mobilnya,meninggal kan toko roti itu.
Maki masuk kedalam rumah.ia meng hela nafas lelah,lagi-lagi rumahnya tidak dikunci,berantakan,dan sepi.
Ia meletakkan tasnya diatas sofa yang sudah sobek.lalu mulai merapihkan rumahnya.
BRAK
Pintu rumah dibuka kasar,maki yang terkejut segera menoleh kebelakang.
"Ah,jalang ini.KENAPA KAMU MALAH KEMBALI?AKU SUDAH MENJUALMU DENGAN HARGA MAHAL."Teriak seorang pria tua dengan bau alkohol yang kuat
Maki menatap datar pada sang ayah.
"Ah..hah..hahahahaa...." Maki tertawa keras menutup matanya dengan satu tangannya.
"Apa kau gila?"Tanya sang ayah bingung.
"Brengsek.Bajingan.Pantas saja ibu meninggalkan ayah.Selain ayah yang suka selingkuh,ayah juga orang yang biadab."Jawab maki meremehkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVESICK [YUMAKI]
Fiksi PenggemarMereka menyebutku si sempurna yang impoten.Ku pikir itu benar adanya.Sampai Ia datang. Membawaku pada perasaan yang asing. Aku dimabuk cinta.Mencintainya sampai rasanya aku bisa gila karenanya Pernah di #1 takiniki
![LOVESICK [YUMAKI]](https://img.wattpad.com/cover/376135654-64-k505419.jpg)