"Yuma pulang."
"YA AMPUN ANAK MAMAH,AKHIR NYA INGET PULANG JUGA KAMU NAK."
Yuma hanya meringis saat suara mamahnya berdengung ditelinganya.
"Makinya mana sayang?"
Tanya mamah yuma,menatap keuar.
"Disini tante."
Mamah yuma berbinar,lalu berlari menghampiri maki yang melambai kan tangannya dipintu luar.
"MANTUKU.MANISNYA ASTAGA."
Mamah yuma memeluk erat tubuh maki,maki engap,tapi dia pasrah aja.
Ia membalas pelukan sang calon mertua.
"Ayo sayang,duduk dulu.kamu pasti capek kan?"
"Nggak kok tante,dimobil udah tidur."
"Eh kok tante?mamah dong."
"I..iya mamah."
Sementara maki diajak ngobrol dengan ibu yuma,yuma berjalan me nuju kamar tidurnya.
Saat ia melepaskan kancing kemeja atasnya,telponnya berdering.
"Iya?"
"Barusan kepala polisi,Park jeongwoo mengabari kalau ayah maki melari kan diri dari penjara.mereka sedang mencarinya.Takutnya dia menyusul anda."
"Aku mengerti,harua.Tolong kabari jika ada laporan baru."
"Baik.Kalau gitu tutup dulu ya.Yejun telpon."
"Kak?"Maki berseru ditengah hening nya malam itu.
"Hmm?"Yuma membuka matanya, menatap maki.
"Gak bisa tidur."Adu maki.
"Kenapa?"Yuma memiringkan badan nya menghadap maki,lalu menyelip kan rambutnya kebelakang telinga
"Gak tau,gak ngantuk."Maki medusel kan wajahnya,kedada Yuma
Yuma membawa maki kedalam pelukannya.Mengusap kepala maki.
"Maki."
"Iya?"
"Jangan jauh-jauh dari kakak ya."
"Emang aku mau kemana?"
"Aku cuma takut,kamu kenapa-napa maki."
"Aku selalu baik-baik aja,selama ada kakak."
"Aku tau,tapi aku tetep takut maki."
"Kenapa?Ada apa?"
Yuma menghela nafas pelan,ia mengusap pipi maki.
"Ayah kamu kabur dari penjara."
Maki membatu.Tubuhnya seketika gemetar hebat.Yuma memeluk maki erat.
"Jangan takut,kakak ada disini.Kamu pasti baik-baik aja,kakak akan selalu pastikan itu.Jadi,jangan pernah jauh jauh dari kakak.Kemanapun maki pergi,maki harus kasih tau kakak.Yq sayang?"
Maki mengangguk kecil.Yuma menjatuhkan ciuman kecil dipucuk kepala maki.lalu memeluknya erat, sangat erat.Seolah Yuma takut,maki akan kembali menghilang darinya.
"Maki anakku."Seorang pria paruh baya,berjalan sempoyongan dijalanan pagi itu.
Orang-orang melirik takut pria tua itu.
"Kamu liat anakku gak?"Tanya pria itu,meremas lengan atas seorang wanita.
"Ngg..nggak.Tolong lepas."Wanita itu ketakutan.
"Dia sedang hamil anakku.Tapi,dia malah melarikan diri dariku.Ia malah memilih pria bajingan itu,dan meninggalkanku."Pria itu menjambak rambutnya yang mulai memutih.
Wanita itu langsung melarikan diri, saat pria tua itu melepasnya.
"Anakku.Anakku sekarang pasti sudah besar.Aku harus mencari mereka."
Ayah maki kembali berjalan mencari maki dengan sempoyongan.
"Mamah orang itu gila."Seorang anak kecil,menunjuk ayah maki.
Ayah maki berhenti,ia menoleh kearah anak kecil tersebut,lalu menarik tangannya.
"Anakku.kamu anakku kan?"
"Mamah..."
"Lepaskan anakku."Sang ibu menarik kasar tangan ayah maki.
"Dia anakku.Kamu mirip sekali denganku dan maki."Sang ayah hendak mencium kening sang anak.
"TOLONG,TOLONG.ADA ORANG GILA. TOLONG."
Teriakan wanita itu,mengundang atensi banyak orang.Mereka mulai bergerombolan menghampiri ayah maki dan wanita itu.wanita itu masih berusaha melepaskan tangan ayah maki,dari anaknya yang sudah menangis.
"LEPAS.AKU HANYA INGIN LIAT ANAKKU."
"Dia bukan anakmu.Sadarlah."
"LEPAS.ANAKKU.ANAKKU."
Teriakan ayah maki perlahan mengecil seiring orang-orang menyeret ayah maki pergi.Sang ibu memeluk erat sang anak.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVESICK [YUMAKI]
FanfictionMereka menyebutku si sempurna yang impoten.Ku pikir itu benar adanya.Sampai Ia datang. Membawaku pada perasaan yang asing. Aku dimabuk cinta.Mencintainya sampai rasanya aku bisa gila karenanya Pernah di #1 takiniki
![LOVESICK [YUMAKI]](https://img.wattpad.com/cover/376135654-64-k505419.jpg)