Yuma duduk diranjang tidurnya.mata nya fokus menatap layar laptopnya.
"Kak?kok masih kerja?"
Yuma menatap maki yang baru keluar dari kamar mandi.
"Iya,sebentar lagi."Jawab Yuma.
"Dinyalain dong kak lampunya.Biar gak sakit matanya."Ucap maki.
"Gak usah."Ucap Yuma.
Maki yang berjalan menuju saklar menatap Yuma kesal.
"Kalau sakit mata gimana?"Tanya maki kesal.
"Gak.Gak usah.kamu tidur aja sini."
Maki menurut.sambil menghentak kan kakinya dengan kesal,ia berjalan menuju kasur.lalu berbaring.
"Tidur,kamu pasti capek."Ucap Yuma.
"Kangen niniel."Ujar maki.
"Kata EJ,niniel besok baru pulang dari Amerika."Jawab yuma.tangannya dengan lembut,mengusap rambut maki.membuat sang empu tertidur.
Setelah memastikan simanis benar benar tertidur,Yuma bangkit,lalu menelpon seseorang.
"Sudah ketangkep?"Tanya yuma.mata nya melirik Maki yang tertidur pulas.
"Jangan sampai lepas."Yuma menutup telponnya.Lalu,kembali ke ranjang.
Menatap wajah maki yang tenang. Tanpa sadar,ia mendekatkan bibirnya kebibir maki.menempelkannya disana cukup lama.
Maki yang terganggu,membuka mata nya.
"Kak ngapain?"Tanya maki.
Tanpa melewatkan kesempatan,Yuma mencium bibir maki.Maki terkejut. Tapi,ia tidak menolak.Membiarkan Yuma yang menciumnya,seakan ingin melahap semua bibir maki.
Ciuman itu lalu turun keleher maki. Tangan Yuma dengan terburu-buru, melepaskan kancing baju yang maki pakai.Menggigit kulit putih maki. Menciptakan banyak tanda yang kemerahan dikulit maki.
Maki mengulurkan tangannya untuk membelai wajah memerah Yuma.
"Kak pelan-pelan.Gak akan ada yang ngambil aku dari kakak."Ujar maki sambil tersenyum.
Dia tau,setelah melalui banyak pemeriksaan.Dokter menyimpulkan sementara,kalau Yuma akan mudah terangsang,jika itu adalah maki.
Dan,mau tidak mau maki harus mengiyakan keinginan Yuma itu.
"Maki,Makinya Yuma."Lirih Yuma disela-sela ciumannya ditubuh maki.
"Iya,ini makinya kak Yuma."Ucap maki.ia mengalungkan kedua tangan nya dileher Yuma.
"Maki milik Yuma?"Seakan diambang kesadaran,Yuma terus bergumam.
"Iya,maki miliknya kak Yuma."Jawab maki.bibir mereka kembali menyatu.
⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️
Setelah menjatuhkan ciuman kecil dibetis maki,Yuma membawa kaki itu kepundaknya.Lalu mengukung kembali tubuh maki dibawahnya.
"Kak...."
"Iya sayang?"Tangan Yuma menyelip kan rambut maki kebelakang telinga.
Lalu,menekan dalam-dalam miliknya.
"Mmhhh...Kak Yumahh..."
Maki mendongak,Yuma merendah kan tubuhnya,untuk mencium leher maki,yang sudah dipenuhi bercak merah.
"Cantikhh...Maki...hhh...Maki cantik nya kakakh.."
Ia menjilat daun telinga maki.lalu menggigitnya kecil.Sungguh,cantik. Makinya benar-benar selalu buat ia menggila.Seakan dia adalah Dewi yang turun dari langit.Dan Dewi yang paling cantik ini ada dibawahnya. Memanggil namanya,dengan suara yang mendayu.Seakan menarik Yuma kedalam jurang neraka.
Matanya yang tajam,kini menatap maki.seakan Maki adalah satu-satu nya didunia.
Bagai fatamorgana ditengah Padang pasir,maki adalah air yang datang untuk menghapus segala dahaga Yuma.
"Aku bisa membunuh siapapun yang menginginkan kamu,maki."Bisik Yuma ditelinga maki,bersamaan dengan sesuatu yang mengalir di dalam maki.
Maki memejamkan matanya.Meski milik Yuma sebelumnya tidak pernah terbangun.Tapi,potensi kehamilannya mungkin bisa jadi sangat kuat.
"Little Yuma,cooming soon baby."
Bisik Yuma,lalu mencium pipi maki.
Yah,mungkin memang sudah seharus nya begini kali.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVESICK [YUMAKI]
FanfictionMereka menyebutku si sempurna yang impoten.Ku pikir itu benar adanya.Sampai Ia datang. Membawaku pada perasaan yang asing. Aku dimabuk cinta.Mencintainya sampai rasanya aku bisa gila karenanya Pernah di #1 takiniki
![LOVESICK [YUMAKI]](https://img.wattpad.com/cover/376135654-64-k505419.jpg)