"kak, liat kak Yuma?"
Fuma mendongak, lalu menggeleng.
"Tadi katanya mau nyari kamu. Tapi, belum balik sampai sekarang." Jawab Fuma.
Maki memgangguk, lalu pergi.
Ia lalu naik kelantai atas. Memanggil Yuma berkali-kali. Sampai entah kenapa, pandangannya tertuju pada satu kamar yang paling pojok.
"Ada disitu kali ya?" Tanya Maki lirih.
"Eh, tapi itu kan kamar tamu. mau ngapain disitu?"
Maki diam cukup lama, sampai akhir nya ia mengikuti apa kata hatinya untuk datang kekamar itu.
Tok...Tok.....
Maki mengetok pelan. Takutnya ada orang didalam. Meskipun, belum ada yang naik keatas. Tapi, ya sopan santun aja sih..
"Kak Yuma...."
Maki mengernyitkan keningnya, saat telinganya menangkap suara itu dari dalam kamar. Tanpa pikir panjang ia langsung membuka pintu itu yang ternyata gak dikunci.
"KAK YUMA?"
Yuma yang menutup mata dengan tangannya menatap maki yang berdiri dengan ekspresi terkejut.
"Maki....."
Pandangan maki tertuju pada Raki yang duduk dipangkuan Yuma, berusaha menyingkirkan tangan Yuma yang menahan kancing kemeja atasnya.
"Kamu... Mau apa dengan suamiku?" Tanya Maki, berusaha untuk tidak menangis.
"Kamu merebutnya dariku. Jadi, aku punya hak untuk memilikinya kembali." Jawab Raki. Ia mengeratkan pelukannya dileher Yuma.
Maki menghela nafas, ia lalu mendekat, tapi tepukan dibahunya membuat ia menoleh.
"Urusan Raki, biar niniel sama Jujun aja. Kamu biar urus kak Yuma." Ucap Daniel. Yejun yang disebelah Daniel mengangguk setuju.
"Kasian kak Yuma. Diposisi dimana dia cuman bisa terangsang sama kamu, dia dipaksa untuk terangsang dengan orang selain kamu. Pasti sakit banget." Ucap Yejun.
Maki menatap Yuma yang masih di posisinya, dengan tubuh berkeringat.
"Kalau begitu tolong ya. Maaf jadi ngerepotin." Jawab Maki.
Daniel dan Yejun tersenyum,lalu mengangguk. Mereka bergegas menarik raki dari atas paha Yuma.
"LEPASIN." Teriak Raki.
Dia menoleh. Matanya terbelalak saat ia melihat maki yang naik keatas paha Yuma, dan disambut dengan pelukan dipinggangnya.
"GAK... GAK BOLEH... DIA PRIAKU..."
Daniel dan Yejun menyeret Raki keluar dari kamar tersebut, lalu menutup kembali pintu tersebut.
"Maaf, aku lama." Ucap Maki dengan nada suara yang halus. Ia membelai lembut pipi Yuma.
Yuma menghela nafas lega. Lalu menjatuhkan kepalanya dipundak Maki. Mengeratkan pelukannya, seakan takut maki akan hilang.
"Aku takut. Kalau aku kelepasan karena dia mirip sama kamu." Ujar Yuma.
Maki tersenyum, ia mencium pucuk kepala Yuma, lalu mengusap rambut Yuma.
"Makasih kak. Karena selalu berusaha buat jadiin aku satu-satunya."
Yuma mengangkat kepalanya. Mata mereka bertemu. Ada cinta yang besar dikedua sorot mata mereka.
"Aku cinta kamu Maki. Cinta banget. Sampai rasanya aku takut kalau kalau kamu hanyalah bunga tidurku saja."
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVESICK [YUMAKI]
FanfictieMereka menyebutku si sempurna yang impoten.Ku pikir itu benar adanya.Sampai Ia datang. Membawaku pada perasaan yang asing. Aku dimabuk cinta.Mencintainya sampai rasanya aku bisa gila karenanya Pernah di #1 takiniki
![LOVESICK [YUMAKI]](https://img.wattpad.com/cover/376135654-64-k505419.jpg)