"I'M COMEBACK MY FANS."Daniel merentangkan kedua tangannya.
Ia memejamkan matanya,menikmati udara pagi yang menerpa wajahnya. Tidak peduli pada EJ,yang kesulitan membawa barang-barangnya di belakang.
"Kak?bisa kan bawa sendiri?"tanya Daniel.
"Bisa kok."Jawab EJ sambil tersenyum
"Mau dibantu?"Tanya Daniel.ia berjalan mendekati EJ.
"Gak,gak papa.Kamu pasti capek kan? Aku bisa bawa sendiri."Jawab EJ.
Daniel cemberut.Ia menatap EJ yang menggendong tasnya,menenteng tas selempang Daniel,dan menyeret koper Daniel yang besar
"Ish,Niniel kan mau bantu."Daniel menghentakkan kakinya kesal.
Mau tidak mau,EJ mengalah.Ia meyerahkan tas selempang Daniel.
"Niniel bawa tas ini aja ya?"Tanya EJ lembut.
Daniel mengangguk kecil.Ia berjalan disamping Ej.Sesekali bertanya pada EJ.Dan EJ akan dengan senang hati menjawab.
Jo berjalan sambil menuntun anak nya yang sedang belajar jalan.
"Hati-hati sayang.nanti jatoh."
Fuka menoleh.Ia tertawa lalu mengulurkan tangannya pada Jo.
"Aduh sayang.Kan Buna bilang apa?"
Jo mengomel lembut.Menggendong San anak,lalu duduk dikursi taman.
"Karena fuka udah mau belajar..."
Jo menunjukkan satu makanan pada Fuka
"Lihat.Buna punya apa buat Fuka."
Sang anak mengangkat tangannya senang.Jo tertawa kecil,lalu membuka nya.
"Hati-hati ya sayang.gigitnya kecil- kecil aja,nanti keselek."Ucap Jo. Ia membersihkan serpihan makanan di sudut bibir anaknya.
"FUKAAA."
Jo terkejut,karena Niki berlari dari ujung taman.Ia pun menggendong fuka.Memciuminya dengan gemas.
"Loh Niki mau apa kesini?"
Niki menatap Jo cemberut.
"Kata kak Fuma,kita kumpul disini. Soalnya niniel udah mau sampai."
Jawab Niki
"Oh iya.Aku lupa."Jawab Jo merasa gak salah.
"Ayo masuk."Ajak Jo.
"HAI HAI.KALIAN PASTI RINDU SI MANIS INI KAN?"
Teriakan Daniel menggema diruang tamu Jo.
"Gak usah teriak.Ini rumah Niel." Tegur Jo.
Dia cape banget,kalau anaknya yang plagiat wajah si fuma ini rewel lagi.
Wajah aja ke Fuma,mentang mentang cakep.Giliran rewel maunya sama Jo.
"OMG,makii.."
Daniel berlari,lalu menerjang tubuh maki,sampai terbaring dikasur.Yuma yang baru saja kembali dari dapur, tercengang,dan menjatuhkan segelas air dingin untuk maki.
"Tahan Yuma.Mereja sejenis."EJ lebih dahulu mencegah.Gak asik dong, kalau manisnya dia juga kena.
Lagipula,si gingsul ini apaan banget coba?Masa sama bo-biip,aja ngambek.
Lebay,alay,najis kalau kata si Jay
"Hai,aku terlambat?"
Mereka menoleh,ke yang baru datang.
"GAKUUU."JO berteriak mendayu.
Mereka tercengang,sikalem Jo ini ternyata kalau teriak kalem juga. Pantes aja dia banyak diam.Ternyata dia tau seperti apa volume suaranya.
"Jangan deket-deket bini gua."
Hayate berdiri didepan gaku yang sedang menggendong anaknya.
"Papa."Hayate menoleh,lalu ia luluh. Membiarkan sang anak copyan Gaku ini,menempel padanya.
Yah,hitung-hitung meluk gaku.yang asli pelit soalnya.Suka jual mahal pula.Jadi,sama yang kW nya aja.
"Apa kabar semua?"Tanya Gaku.
"Baik kok."Jawab mereka serempak.
"Liat,aku juga udah isi lagi."Ucap Heeseung sembari menepuk perut ratanya.
"HAH?SERIUSAN KAK?"
Heeseung meringis saat telinganya terasa berdengung,lalu tersenyum.
"Iya.Setelah kejadian itu,jujur aja aku takut buat punya anak lagi.Tapi, ngeliat kalian sama anak-anak kalian, muncul perasaan iri dihati aku.Rasa nya hampa banget.Setelah melalui keraguan yang panjang,aku mutusin buat punya anak lagi."Terang heeseung.Pandangannya menyayu, menggambarkan sebahagia apa dia.
Mereka terharu,lalu berpelukan.Tapi, tanpa mereka sadari maki diam.Ia mengelus perutnya.Tatapannya menjadi sedih.
"Maki?"
Maki mendongak.Yuma tersenyum. Ia mengusap kepala maki lembut.
"Sabar dulu ya maki.Tunggu keadaan nya baik dulu ya.Biar gak akan ada lagi yang nyakitin maki ataupun anak kita."
Mata maki berkaca-kaca.Ia dengan cepat memgangguk.
"Jir,baper amay."Ujar Daniel merusak suasana.
"Eh,emang kamu udah bisa beranak?"
Tanya Hayate.
"Anjir beranak."Ledek Jay.
"Kata dokter ternyata bisa.Kak Yuma bisa ngehamilin maki."Jawab Niki. Ia menatap maki jail.
"Ngehamilin banget bahasanya."ucap Jake.Ia benar-benar lelah.Dia kira mereka akan berubah setelah menenteng buntut.Ternyata,malah maki menjadi.
"Ya bener dong.Kan ngehamilin maki bukan dihamilin maki."Nicholas lalu menutup mulutnya sendiri.
Semuanya terdiam menatap Nicholas.
"Pfftt..."Maki tidak bisa menahan tawanya.
Sementara Yuma diam, membayang kannya saja membuat ia ngeri.
"Daniel juga mau punya bayi."
"Masih kecil."
Daniel menatap EJ kesal.Ia melipat tangannya di dadanya.
"Sudah besar."
"Iya udah besar,tapi masih ngambek kalau gak diturutin."
Daniel cemberut,ia lalu berpaling membelakangi EJ.
"Yejun masih kecil.Gak usah ikutan." Harua menyela,saat melihat Yejun akan membuka suara.
"Cepat Legalnya dek.Kasian si Harua nahan diri terus."Ucap K meledek.
"Apa coba?"sinis Harua.
Mereka berkumpul bersama,makan dan berbagi cerita satu sama lain. Melepaskan rindu antara satu dengan yang lainnya.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVESICK [YUMAKI]
FanfictionMereka menyebutku si sempurna yang impoten.Ku pikir itu benar adanya.Sampai Ia datang. Membawaku pada perasaan yang asing. Aku dimabuk cinta.Mencintainya sampai rasanya aku bisa gila karenanya Pernah di #1 takiniki
![LOVESICK [YUMAKI]](https://img.wattpad.com/cover/376135654-64-k505419.jpg)