BONUS CHAPTER

265 14 0
                                        

"YUKI YURI.."

Dua anak perempuan berlari dari kamarnya.

"IYA MAMAH.."

Maki menatap dua bocah kembar yang baru berusia 8 tahun didepan nya. Gemas sekali. Satunya Yuri adalah copy-an Yuma, dengan sifat seperti dirinya. Dan yang satunya Yuki, adalah copy-an dirinya dengan sifat Yuma.

"Lucunya anak mamah." Ucap Maki.

Ia lalu berlutut didepan mereka berdua, dan mencium kening mereka.

"Papah mana?" Tanya Maki.

"Sedang merapihkan kamar tidur, mamah." Jawab Yuri.

"Kamar kalian berdua sudah dirapih kan?" Tanya Maki.

Mereka mengangguk cepat.

"Mamah." Panggil Yuki, menarik baju maki.

Maki menatap Yuki.

"Kapan akan mengunjungi kuburan kakak lagi?" Tanya Yuki.

Maki menceritakan kalau sebelum mereka ada bayi lagi, tapi keguguran. Maki juga menceritakan semuanya. Dia terlalu terbawa suasana, sampai tidak sadar sudah menceritakan sampai sejauh itu, pada anak sekecil mereka. Untungnya mereka tidak marah, dan justru ingin mengunjungi makam kakaknya. Sejak saat itu, mereka semua akan rutin datang ke makam anak maki.

"Kita akan kesana nanti siang ya sayang, nunggu hujannya reda dulu."
Ucap Maki, sembari mengusap kepala Yuki.

Yuki memgangguk kecil. Ia memeluk sang mamah, yang diikuti oleh Yuri.




"Halo kakak. Ketemu kita lagi." Sapa Yuri ceria.

Mereka berdua duduk didepan makam, lalu mulai berdoa. Yuma dan maki yang melihatnya merasa senang sekaligus terharu.

"Pasti kita akan lebih lengkap, kalau semuanya ada." Ucap Maki tanpa sadar.

Yuma mengusap pundak maki.

"Dia sudah tenang disana Maki. Jangan tenggelam dalam kesedihan terlalu lama. Kalau kamu masih belum ikhlas, dia diatas sana pasti akan sedih."

Maki mengusap air matanya. Yuki dan Yuri menghampiri mamahnya. Lalu memeluk mereka.

"Kakak, jangan khawatir. Yuki akan jagain mamah." Ucap Yuki, sembari menatap makam kakaknya.

"YURI JUGA. Yuri akan pastikan mamah baik-baik saja." Sahut Yuri gak mau kalah.

"Papah juga janji. Akan jaga mereka semua dengan baik." Ucap Yuma.

Maki tertawa disela tangisannya. Ia berdoa dalam hati, semoga anaknya baik-baik saja diatas sana.

Ia memang ada karena hubungan terlarang. Tapi, sekalipun maki gak pernah membenci sang anak. Ia justru merasa sedih, dan hancur saat tau anaknya tidak ada.

Maki akan hidup dengan keluarganya saat ini, sebaik mungkin



Bonus chapter : Selesai

LOVESICK [YUMAKI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang