Love In The END

108 6 4
                                    


Udara musim semi yang segar membawa aroma bunga-bunga yang bermekaran saat Yeji berjalan menyusuri jalan setapak taman. Kelopak bunga sakura yang lembut berjatuhan di sekelilingnya, menambah keindahan suasana di pinggir kota Seoul. Yeji merasakan kedamaian yang mendalam, perasaan yang langka dan berharga dalam hidupnya sebagai mantan idola yang sudah lima tahun menjadi solois. Sinar matahari pagi yang keemasan menyentuh kulitnya, dan angin sepoi-sepoi yang lembut membelai rambutnya, mengingatkannya pada hari-hari yang lebih sederhana dan lebih tenang.

Di ujung jalan setapak, Yeji menemukan bangku kosong di tepi danau dan memutuskan untuk duduk di sana, membiarkan pemandangan yang tenang menyinarinya. Air berkilauan di bawah sinar matahari, riak-riak kecil menari seperti berlian cair. Ia mengembuskan napas dalam-dalam, senyum mengembang di bibirnya. Dua belas tahun yang lalu, hidupnya adalah pusaran cahaya terang, latihan tanpa henti, dan sorak-sorai penggemar yang memekakkan telinga. Namun di tengah ketenaran dan kejayaan, hatinya telah mengalami kekacauan. Dia berada di persimpangan jalan yang sulit dia tentukan selama beberapa waktu.

Yeji mengingat kembali hari-hari ketika hatinya berada di antara dua pria, tidak mampu memilih yang mana yang benar-benar hatinya inginkan. Ada banyak cerita, duka dan tawa mewarnai kisahnya dengan kedua pria itu. Yeonjun yang dewasa dan selalu ada ketika ia pulang. Dan Hyunjin yang tidak pernah benar-benar keluar dari hidupnya. Keduanya telah meninggalkan bekas yang tak terhapuskan di hatinya, tetapi seiring berlalunya waktu, jawabannya menjadi lebih jelas.

"Maaf karena selama ini mataku tidak bisa melihat dengan jelas ...."

Dialah yang selalu ada di sana sejak awal ....

"Terima kasih, karena kau tidak pernah kemana-mana."

Seseorang yang tidak pernah benar-benar meninggalkan hatinya, bahkan ketika jalan mereka berbeda. Cinta, yang ia sadari, bukanlah tentang kesempurnaan. Cinta adalah tentang pengampunan, pertumbuhan, dan keberanian untuk mencoba lagi. Dan ketika dia kembali, mencari pengampunannya dan menawarkan seluruh hatinya, Yeji tahu ia tidak bisa melepaskan kesempatan untuk menulis ulang kisah mereka.

"Ini adalah kisah yang baru. Mulai saat ini, hanya ada kau dan aku. Kita berdua."

Lamunan Yeji buyar oleh suara langkah kaki kecil dan jeritan gembira. Seorang balita berlari ke arahnya, lengannya yang mungil terentang. "Eomma! Es krim!" serunya, pipinya lengket dengan rasa manis yang meleleh saat ia naik ke pangkuannya. Hati Yeji membengkak saat ia memeluk anak laki-laki itu dengan erat, tawanya yang menular memenuhi udara, membawa kebahagiaan yang tak pernah dia bayangkan.

Tak jauh di belakang, sosok tinggi mendekat, langkahnya yang santai sangat kontras dengan kegembiraan anak itu. Ia tersenyum lembut yang semakin dalam saat ia menghampiri mereka. Tanpa sepatah kata pun, ia duduk di sampingnya dan membungkuk untuk memberikan ciuman lembut di dahinya. "Aku mencintaimu," bisiknya, suaranya hangat dan mantap.

Yeji mendongakkan kepalanya, menatap tatapannya dengan senyum lembutnya sendiri. "Aku tahu," bisiknya, menyandarkan kepalanya di bahu pria itu. Pria itu melingkarkan lengannya di sekelilingnya saat balita itu terkikik di pangkuannya, asyik dengan es krimnya.

Pada saat itu, dikelilingi oleh keindahan musim semi yang cepat berlalu dan irama tenang keluarganya, Yeji merasakan kepuasan yang dalam dan abadi. Hatinya terasa utuh, dipenuhi dengan cinta yang telah dipilih dan dipeliharanya. Dan saat kelopak bunga terus berguguran, ia diam-diam berterima kasih kepada tahun-tahun yang telah membawanya ke sini, ke kebahagiaan yang sempurna ini.


*** 

"Yeji-ssi, apa kau siap?" 

Lamunan Yeji lagi-lagi buyar ketika manajer masuk untuk melihat persiapannya. Yeji langsung meletakkan sisir yang sejak tadi dipakainya untuk melembutkan surai coklat keemasannya. Yeji mengangguk dan menatap ke cermin sebelum beranjak. Memantapkan dirinya untuk berbicara pada dunia. Ini bukan hal yang mudah. Ini tidak pernah mudah sejak awal. Akan tetapi dia beruntung memiliki penggemar yang menyayanginya tanpa syarat. Pun ia bersyukur penggemar 'orang itu' menerimanya sejak awal.

"Ini dia pelantun lagu yang sedang viral saat ini, Love In The End! Hwang Yeji!" seru pembawa acara. Yeji duduk di kursi yang berhadapan dengan MC acara tersebut, siapa lagi kalau bukan Lee Youngji. Solois itu sekali lagi sukses dengan acaranya sendiri, Talk With Song.

"Ah, annyeonghaseyo," sapa Yeji pada kamera. Wanita berusia 34 tahun itu melakukan basa basi pembukaan bersama Youngji yang mahir membangun suasana. 

"Lalu bisakah Eonnie ceritakan, siapa orang di balik lagu ini. Apa yang melatari kisah di lagu ini?" tanya Youngji.

"Em ... baiklah ini pertama kalinya aku menceritakan tentang kisah lagu ini. Love In The End, ini adalah kisahku sendiri," ucap Yeji. Youngji menutup mulutnya dan melebarkan kedua matanya seolah kaget sekaligus takjub.

"Ok, aku tau siapa orangnya," tawa Youngji. 

Yeji tertawa dan meneruskan, "Seperti yang kalian tahu, aku membuat keputusan yang besar empat tahun yang lalu. Lalu sudah dua tahun ini kami dikaruniai anak yang lucu. Lalu tahun lalu aku mulai termenung setelah  melihat semua kebahagiaan yang seperti mimpi ini. Pada masa lalu yang tidak mulus untuk kami. Kami waktu itu, masih muda ... kami kadang bersikap hanya mengikuti keinginan dan tidak memandang logika. Lalu melakukan kesalahan-kesalahan yang membuat kisah ini tidak pernah sempurna sejak awal. Aku menjalin hubungan dengan dua orang berbeda di waktu yang berbeda akan tetapi semua saling berkaitan. Lalu aku memutuskan untuk melepaskan semua dan menyerahkan pada takdir. Sampai tahun 2028 silam pemerintah memberlakukan peraturan yang melarang siapa pun memprotes hak para artis terutama idol untuk berkencan, seperti yang kita tau, semua mulai berubah. Dua orang itu saat itu pun sudah berkencan dengan yang lainnya dan aku mencoba untuk memulai dengan yang baru. Tapi selama hampir satu tahun, anehnya kabut di kepalaku menghilang. Ternyata selama ini hanya ada satu orang ..."

"Dan orang itu adalah- ah!" 

Seisi studio heboh. Yeji melebarkan kedua bola matanya, tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Semua kru tersenyum melihat Yeji dan Youngji yang terkejut dengan kejutan ini. Yeji berdiri dengan mata berkaca-kaca, tersenyum menunggu suaminya yang datang membawa buket mawar pink yang besar untuknya. Wajahnya tampan seperti biasa, senyumnya lembut dan penuh cinta. Yeji menitikkan airmata saat suaminya mengecup dahinya lalu menghadap kamera.

"Annyeonghaseyo, saya suami Yeji."

"Ya, sejak awal adalah dia ... dia yang tidak pernah berhenti mencintaiku," ucap Yeji sambil merangkul pinggal pria bertubuh tinggi itu.


- FIN - 



--

A/N:
Guys aku minta maaaaaf banget karena sebenarnya aku tuh lupa update ff ini. Hehe. Sampai akhirnya salah satu reader ngingetin aku update. Makasih ya udah ngingetin. 
Jadi guys, emang dari awal aku tuh pengen endingnya kalian yang tentukan sendiri. Biar adil buat kedua shipper hehe. Maaf ya kalau kalian gak puas. Tapi menurutku, inilah ending yang terbaik.

DON'T FORGET TO LEAVE YOUR COMMENT KASIH TAU AKU UNEG2 KALIAN SELAMA BACA FF INI WKWKW MAKACIIIIIII

Dear YouWhere stories live. Discover now