yow gaisee
enjoyykan yaaa
•••
"Yow gaiseu!!! Whats up men!! Balik lagi dengan kita si para supermen makan permen campur semen!" ucap Orion dengan semangat 45 pada live instagramnya.
"Tuh jamet ngapain sih anjir?" dumel Gery yang sudah muak dengan kelakuan Orion.
"Temen lo." celetuk Aleon.
Mereka semua sedang berada di apartemen Gevan. Tepatnya di balkon luar yang berhadapan dengan pemandangan jalan dan luasnya perkotaan.
Mereka datang sekedar berkumpul menengok ketuanya yang sudah seminggu tidak sekolah. Ya, dengan beralasan izin acara keluarga sampai rumah Derga didatangi guru BK Gevan tetap santai tak merasa berdosa sedikitpun.
Sudah mau punya anak kelakuannya masih kaya anak-anak.
"Nih guys, kita lagi diapart icibos kita. Mayan makan gratis. Tuh tuh," cerocos Orion yang masih memegang handphonenya.
"Berisik kampret gue jatohin juga tuh hp ke bawah!" Gery melempar cangkang kacang pada kepala Orion.
"Ya elahh, sensi amat jomblo."
"Kaga ngambung bangsat bahas-bahas jomblo." siapapun tolong bawa Gery dia sudah muak!
Arinn yang dari tadi menertawakan tingkah teman-teman suaminya itu tiba-tiba teringat sesuatu, "Oh iya kak, waktu pertama kali kita ketemu kamu pernah bilang aku cuma bahan taruhan. Tapi pas jelasin sama orang-orang, kamu bilangnya dijebak. Jadi yang bener gimana sih?" tanya Arinn yang duduk tepat di samping Gevan.
"Ya dua-duanya."
Singkat, padat, dua-duanya.
"Gimana sih?" Arinn tambah bingung.
Gevan pun menoleh, "Lo gak ngerti-ngerti sampe sekarang?" perempuan pun itu hanya menggeleng.
"Cape gue jelasinnya." Gevan memalingkan muka.
"Ya kan aku juga berhak ngertiiiiii," bujuk Arinn.
Gevan menghela napas dan kembali melirik Arinn, "Dengerin,"
Arinn mengangguk siap menyimak cerita Gevan.
"Awalnya sebelum gue dijebak, geng Vieros sempet sempet bikin taruhan sama gue. Mereka bilang kalo gue menang gue bakal dapet cewek bening gratis sekaligus duit 30 juta. Tapi kalo gue kalah, gue harus serahin seluruh anggota Agrass sama Vieros."
"Terus kamu iya-in taruhan itu?" tanya Arinn yang semakin penasaran.
"Ya iyalah. Gue butuh duitnya."
"Kok kamu gak mikir gimana kalo kalah balapan? Agrass bubar dong?"
Gevan tertawa mendengarnya, "Gue kalah? Cih mimpi."
"Sombongnyeeee..." kompak Orion dan Gery.
Gevan mendelik "Dih lo pada nyimak?!"
Orion cengengesan "Dikittt, dikittt bangetttt!"
"Jangan lempar kita ke bawah ya bos, hehe.." ucap Gery.
Sedangkan Reyhan yang dari tadi diam kini mulai berbicara, "Gue, sekali lagi gue minta maaf ya, Van. Soal Stellia kemarin. Gue masih gak bisa lega. Semuanya gara-gara gue."
Mendengar itu Gevan menggeser duduknya mendekat pada Reyhan kemudian merangkul temannya itu, "Yang udah gak usah diungkit-ungkit. Namanya juga takdir."
Reyhan tersenyum, "Makasih, Van." Reyhan balas merangkul Gevan.
"CIE-CIEEEEE!!!" pekik Orion dan Arinn.
Setelah menengok Gevan melihat Orion yang sudah duduk samping Arinn sambil cekikikan berdua.
PLETAK
Satu kacang yang berasal dari Gevan mengenai jidat Orion.
"Adoyyyyyy ampun bossssss!!" Orion ngibrit mendekat ke Gery.
Sementara itu Aleon terlihat sudah berdiri hendak pergi dari sana.
"Eh kemana, Yon?" tanya Reyhan.
"Ke bawah dulu. Ngerokok." jawab cowok itu.
•••
"ARGGGHHH SIAL!!"
PRANG
Teriak seorang cowok yang berdiri melempar balok kayu ke dinding sehingga menghasilkan bunyi keras. Tempat yang sepi dan gelap memang sangat cocok untuk meluapkan segala emosi.
"Udahlah, gak usah kaya urang gila gitu," ujar temannya.
"Kalo Stellia jadi stres ntar dia lupa sama bayaran gue!"
"Itu doang?"
"Dan kedepannya rencana kerjasama gue sama cewek itu bakalan ancur! Gue gak bisa ngusik ketua Agrass itu lagi, Varo!"
Cowok yang disebut Varo itu bangkit dari duduknya, "Kenapa lo mau ngusik ketuanya dulu? Kenapa gak ancurin Agrass dari bawah aja? Bantai akarnya satu persatu sampai geng itu perlahan ancur!" usulnya.
Cowok tadi menghela napas, "Itu rencana B, kalo gue berhasil ngancurin ketuanya dulu, akarnya otomatis buyar!"
"Cih, Pinter juga lo!"
"Lo pikir gue ketua bodoh?!"
"Hahahaa.. pantes Vieros makin maju."
Ya, makin hari geng Vieros semakin bertambah banyak anggotanya. Entah bagaimana cara promosinya.
"Terus lo mau lanjut rencana B?" tanya Varo.
"Ya mungkin,"
"Semua itu gak akan terjadi." suara seorang perempuan mengagetkan mereka berdua.
"Lo..?"
"Hai, Gama." ucap perempuan itu duduk di kursi bekas Varo.
"Lo kok ada di sini?!" Cowok yang dipanggil Gama itu mendekat para perempuan yang sudah membuka bungkus rokok milik Varo.
"Kenapa enggak?" cewek itu menyalakan korek dan menghisap rokok tersebut.
"Lo nggak jadi gila?" tanya Varo yang penasaran juga.
Cewek itu berdecih, "Lo pikir gue bakal mau-mau aja masuk penjara?"
"Maksud lo apaan sih?" Varo tak habis pikir.
"Ck, gue cuma pura-pura gila biar gak masuk penjara!"
Gama sampai geleng-geleng mendengarnya, "Lo bener-bener cewek gila!"
"Dan cewek gila yang lo maksud ini bakal punya rencana lagi kedepannya. Karena simpati dua orang bodoh itu udah berhasil gue bodoh-bodohin!"
"Hah dua orang bodoh?"
"Gevan sama Arinn udah respect sama gue. Gue bakal deketin mereka, pura-pura baik terus ancurin dikit-dikit." Stellia, cewek itu tertawa picik.
"Gue gak nyangka sama jalan pikiran lo, Stell." ujar Gama.
"Abis ini gue mau balik lagi ke RSJ, gawat kalo ketahuan kabur. Lo dengerin rencana gue sebelum gue balik."
"Gimana rencananya?" dua cowok ini sudah sangat penasaran.
"Dengerin, ..."
•••
ANYWAYY HAPPY VALENTINE YAK
kasian ga dapet coklat xixi
KAMU SEDANG MEMBACA
GEVARI
Teen Fiction"Gue hamil!! Puas lo?!" ••• Seorang gadis remaja yang nampaknya biasa saja. Namun tak ada yang menduga di balik kata biasa-nya itu ternyata cukup menyedihkan. Setelah bundanya pergi untuk selamanya, Arinn, gadis itu tinggal bersama ayah kandung ser...
