Setelah mendengar laporan dari securitynya, Luna melangkah keluar.
"Abram!"
Luna berlari ke arah Abram sambil memeluknya erat. "Lama sih lo, sorry minggu lalu gue nggak bisa nemuin lo langsung"
"Nggak apa-apa, apa kabar Lun"
"Baik Bram, gimana kabar Ibu lo"
"Baik juga, btw gue pindah tugas kesini kontrak dua tahun"
"Ya ampun baguslah, biar gue ada temannya. Lo tau gu mati bosan dirumah"
"Lah kan ada suami lo, ngapain bosan. Lo juga kaya, bisa aja liburan kemana pun"
"Yang kaya suami sama mertua gue woi, harta gue berapalah. Ayo masuk Bram, nggak enak diliatin orang"
"Loh nggak apa-apa gue masuk? suami lo ada?''
"Nggak ada, nanti sore atau malam baru pulang. Udah dia nggak bakal marah, nggak ada yang tau juga lo kesini kecuali security sama pengasuh anak gue"
"Ya udah, ayo" Abram mengikuti langkah Luna sambil menenteng bingkisan untuk Luna
Keduanya duduk diruang tamu sambil bercanda.
"Gue kaget banget pas lo ngilang dan tau-tau jadi istri orang. Lo dicariin teman-teman yang lain juga"
"Ya gue ketemu Julian itu juga mendadak lah, dan entah tiba-tiba ngajak gue nikah setelah pacaran nggak begitu lama"
"Luna kapan-kapan lo jadi tour guide gue lah, gue nggak ad orang yang dikenal disini. Lo satu-satunya yang gue kenal"
"Sip, asal lo traktir gue apapun"
"Kecil sih urusan itu, tinggal atur aja waktu lo. Lo bilang lo sering kebosanan kan, emang suami lo nggak ada ngajak lo liburan atau apa gitu?''
"Dulu sih sering, sekarang semenjak udah punya bayi jadi jarang. Gue cuma butuh teman ngobrol sih, sekarang entah kenapa gue kayak sulit gitu komunikasi samaJulian. Bayangin, Julian pergi ngantor pagi entar balik malam-malam terus akhir-akhir ini"
"Gila ngantor apaan itu balik hampir malam-malam terus"
"Dia sering ada pertemuan mendadak gitu sama rekan-rekan binisnya, belum lagi yang lembur"
"Ya udah deh, nanti gue sering-sering ajak lo jalan biar lo ada teman ngobrolnya"
"Bagus Bram, gue juga bosan banget dirumah. Tapi nggak setiap waktu gue bisa. Soalnya kalo ada mertua, gue nggak bisa bebas juga. Nggak enak kan"
"Iya, pas lo sempat lo kabarin gue. Ready 24 jam gue"
"Makanya nyari istri woi"
"Nanti lah, belum kepikiran"
.
.
.
Ditempat lain, Anna tengah disibukkan dengan bahan-bahan masakan. Dia sengaja memasak banyak karena Julian akan mampir sore nanti untuk makan malam.
"Bi, bibi nggak mau makan yang kecap-kecapan kan ya" tanya Anna pada pengausuh Arjuna
"Iya Bu, emangnya Ibu masak apa untuk Pak Julian?''
"Ayam kecap bi, sama sayur tumis, lalu sambel, sama ada lalapan beberapa"
"Ya udah bibi makan sayur, sambel, sama lalapan aja Bu"
"Loh jangan dong Bi, entar saya goreng beberapa potong untuk Bibi"
Anna kembali sibuk, sesekali melihat jam untuk mengukur kira-kira kapan Julian akan tiba.
KAMU SEDANG MEMBACA
LUNA&ANNA
RomansaPerasaan itu tidak akan pernah sama selamanya. Kadang-kadang apa yang terjadi sangat sulit dikendalikan dan tidak selalu sesuai rencana.
