Ini bagian terakhir dari cerita Luna dan Anna. Rencananya aku mau buat pov Jayandra dan Arjuna, sekaligus disana kita bisa liat kehidupan mereka dan orang tua mereka, termasuk asmara mungkin.
Kalau kalian setuju komen yaaa...
...
Sudah dua hari Anna berada di kota, semua kebutuhannya bersama Arjuna di tanggung oleh Abram. Saat ini Anna dan Arjuna menginap di hotel yang disewa oleh Abram untuk keduanya.
"Sepertinya kau perlu ponsel Anna. Aku jadi susah mengetahui kondisi kalian berdua di hotel, nanti aku belikan"
"Tidak usah Bram, aku sama Arjuna udah banyak ngerepotin. Hari ini kalau bisa ketemu Julian aku rasa semua masalah bisa segera selesai" jelas Anna sambil meng usap-usap tubuh Arjuna
"Gitu ya, aku bantu doa semoga masalah kalian bisa teratasi. Pikirkan anak kalian yang masih sangat kecil"
Kemudian Abram lanjut barkata "Ya udah ayo aku antar ke kantor Julian. Semoga kalian bisa ketemu"
Abram kembali melajukan mobilnya menuju kantor Julian. Sebenernya Abram ragu, takut jika Anna berusaha mempengaruhi Julian untuk kembali mengabaikan Luna. Tapi Abram tidak punya pilihan apalagi saat matanya melihat penampilan Anna yang jauh berubah kurus dan Arjuna yang masih sangat kecil itu.
Abram memperhatikan Anna yang sesekali mengusap air matanya sambil memeluk erat Arjuna seolah-olah keduanya tidak akan pernah bertemu lagi.
"Na kita udah sampai, apa perlu aku yang masuk ke kantor Julian dan mengatakan padanya untuk menemuimu di sini? "
"Jangan Bram, sampai sini aja. Terima kasih banyak ya sampai ketemu lagi nanti"
Anna kemudian turun dari mobil itu sambil berjalan hati-hati, takut jika ada orang yang melihat dirinya.
"Ini masih sangat pagi, seharusnya aman" Gumam Anna
Kakinya kembali melangkah menuju parkiran kantor itu, beruntung sampai disana Anna bisa melihat Julian yang baru saja tiba.
Dengan cepat Anna berjalan dan menyentuh punggung Julian saat sudah berada di belakangnya. Julian membalik tubuhnya dan tampak terkejut melihat Anna.
Takut jika ada yang melihat, Julian dengan cepat membawa Anna masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan area kantor itu menuju tempat yang jauh dari orang-orang.
Julian kemudian menghentikan mobilnya di rumah putih tempat, rumah yang sudah Anna tinggalkan. Anna keluar begitu pula Julian.
"Boleh aku menggendongnya?" Tanya Julian hati-hati
Dengan cepat Anna menjauhkan tubuh Arjuna dari jangkauan Julian.
"Jawab dulu aku, kenapa kau mengabaikan ku dan Arjuna, Julian? Kenapa seolah-olah semuanya adalah salah ku?"
"Lupakan pertanyaan itu, percuma. Tapi satu hal yang ku ingat tentang dirimu adalah bahwa kau meninggalkan ku disaat aku benar-benar membutuhkan kehadiran mu. Kau lihat keadaan ku sekarang? Apakah terlihat baik-baik saja?"
Anna menarik tangan Julian untuk melihat dirinya.
"Kau lihat anak ini? Apa ia pantas diperlakukan buruk oleh ayahnya sendiri. Apa kau tau bagaimana aku hampir gila memikirkan bagaimana mengobati Arjuna saat ia jatuh sakit?"
Julian tidak bergeming, matanya tidak luput menatap Arjuna yang tertidur itu.
"Jika aku memiliki harta yang banyak seperti mu, aku tidak akan pernah mau melihat wajah mu lagi. Tapi demi anak ini, aku kembali menatap wajah mu. Seharusnya kau tidak layak dipanggil Papa oleh Arjuna"
KAMU SEDANG MEMBACA
LUNA&ANNA
RomancePerasaan itu tidak akan pernah sama selamanya. Kadang-kadang apa yang terjadi sangat sulit dikendalikan dan tidak selalu sesuai rencana.
