22. Pada akhirnya

618 65 29
                                        

Absen dulu nggak sihh..

Tim Luna?

Tim Anna?

Tim Julian? 😝

...

"Segininya lo bohongin Luna, Ju"

Julian yang mendengar perkataan Jeffry hanya diam sambil mengetuk-ngetuk meja di depannya.

"Luna tu cuma punya lo dan Anna, kalau dia tau lo sama Anna gimana? Sehancur apa dia, lo pernah mikir gitu gak?"

Lagi, Jeffry bertanya pada Julian yang masih terdiam mengetuk-ngetuk meja didepannya.

"Kalau lo lepas Luna, lo tau siapa yang bakal siap ganti posisi lo? Abram siap kapan pun gantiin lo. Kalau lo emang marah sama Luna karena dia sering berhubungan sama Abram harusnya lo omongin, bukan diam gitu aja. Ini lo pura-pura nggak tau kalau Abram sering ke rumah dan parahnya lo lampiasin ke Anna, yang efeknya juga ke Luna"

Julian lagi-lagi diam, tidak tau harus menjawab apa.

"Ju lo salah posisi, giliran Anna sama gue aja lo langsung blacklist gue. Segala kontrak kerja dibatalin, gue tau akar masalahnya karena gue sempat ngabisin waktu sama Anna kan. Nah kenapa ke Luna lo nggak kayak gitu juga. Itu kata gue, lo salah posisi posesif nya. Luna lo biarin tapi lo juga kesal. Anna lo larang dan lo juga kesal".

"Gue cinta Jeff sama Luna. Kalaupun gue cinta sama Anna, gue juga bakal tetap milih Luna, itu janji gue sama Luna"

"Lo nggak bisa tinggal di dua rumah sekaligus Ju. Pada akhirnya lo akan milih rumah yang benar-benar bikin lo nyaman kan?"

"Apa yang harus gue lakuin Jeff menurut lo?"

"Saran  gue lo pikirin dulu. Mana yang bikin lo nyaman, karena gue juga nggak mau lo bertahan sama satu orang tapi nggak bahagia. Kalian akan tetap hancur kalau nggak bahagia, karena semuanya akan hampa"

Julian kemudian meraih kunci mobilnya dan berpamitan dengan Jeffry, berjanji pada Jeffry bahwa ia akan menentukan pilihannya sendiri dengan benar.

Kemudian Julian tiba dirumahnya, dirinya cukup terkejut saat melihat Ibunya ada dirumah dan tengah mengasuh Jayandra.

"Ma"

Julian menghampiri Ibunya dan memeluknya.

"Kamu baru pulang pagi ini, semalam kemana"

"Lembur Ma, sama Jeff"

"Nggak bohong kan?"

"Nggak, aku ngasi tau Luna tadi pagi sebelum balik"

"Kenapa nggak dari semalam ngasi taunya, Luna nungguin kamu semalam"

Terdengar suara helaan nafas berat Julian dan hal itu disadari oleh Ibunya.

"Ya udah, kamu mandi sana dan sarapan cepat. Luna masih nyiapin sarapan itu"

Julian kemudian pergi ke kamarnya dan langsung merebahkan tubuhnya tanpa melakukan perintah Ibunya yang menyuruh membersihkan tubuh dan sarapan bersama. Baru beberapa saat Julian terlelap, tampak Luna yang masih mengenakan apron menghampiri Julian.

"Mas bangun, ayo sarapan" Bisik Luna pelan

Julian tampak tidak bergeming hingga Luna memutuskan memeluk Julian, tapi kemudian ia segera menjauh setelah mencium aroma baju Julian.

"Bau parfum bayi, tapi ini bukan parfum Jayandra"

Batin Luna

"Arjuna? Ngggk mungkin, jelas-jelas Anna bilang Julian nggak ketemu dia dan Arjuna" Gumam Luna pelan

LUNA&ANNACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang