15. Bingung dan rasa bersalah

552 60 9
                                        


Anna tidak berhenti menangis saat melihat panggilannya tidak diangkat oleh Julian. Dengan sisa tenaganya Anna menelpon ambulance tapi tidak terhubung. Setelah mengganti bajunya Anna terpaksa menyeret tubuhnya untuk mencari taksi yang lewat. 

.

.

.

Di rumah sakit Julian baru saja keluar menemui dokter dan membawa Luna masuk keruangan. Luna memperhatikan Jayandra yang sudah mulai tenang. Pikiran Luna tiba-tiba teringat pada panggilan Anna.

"Mas tadi selama kau diruang dokter ponselmu terus berbunyi. Panggilan itu dari Anna"

"Oh" ucap Julian tidak berniat melakukan apapun

"Mas coba hubungi Anna aku takut terjadi sesuatu padanya. Ponsel ku ketinggalan dirumah"

Julian mengabaikan perkataan Luna dan memilih duduk sambil memejamkan matanya. Luna yang melihat Julian tampak kelelahan tidak tega memaksa Julian lagi. Tapi perasaan Luna tidak berhenti cemas hingga Julian tertidur dengan perlahan Luna meraih ponsel Julian dan menghubungi Anna.

Luna mengerutkan dahinya saat panggilannya tidak diterima oleh Anna.

"Apa Anna tengah beristirahat sekarang" gumam Luna sambil menatap jam ditangannya.

"Mungkin saja, Anna biasanya tidur jam segini" 

Luna kemudian menghampiri Julian dan ikut duduk disampingnya. Hati kecil Luna berkata bahwa tengah terjadi hal buruk pada Anna.

"Luna jangan cemaskan Jayandra, dia akan baik-baik saja" ucap Julian yang melihat Luna gelisah

"Tidak mas, bukan itu. Aku hanya memikirkan Anna" ucap Luna pelan 

Luna menelan ludahnya saat mendengarJulian berdecak malas saat dirinya menyebut nama Anna.

"Sebaiknya kita fokus pada Jayandra" ucap Julian sambil memperhatikan dokter yang merawat Julian

Mendengar itu Luna tidak lagi mengatakan apapun meskipun perasaannya masih mencemaskan Anna.

.

.

.

 Disebuah brangkar Anna terbaring lemah setelah ambulance membawa dirinya dari kediaman sebuah taksi. Darah berceceran sepanjang brangkar itu digiring dengan cepat oleh beberapa perawat. Anna mengalami pendarahan hebat, sedikit mulai sedikit matanya menutup tidak sanggup lagi menahan rasa sakit diseluruh tubuhnya.

Anna secara total pingsan. Dokter dan beberapa perawat yang menanganinya panik ditambah Anna kekurangan darah.

"Dokter pasien melemah" ucap salah satu perawat sambil merasakan nadi Anna

"Cepat cari golongan dara A untuk pasien, kita tidak punya waktu jika tidak pasien bisa kritis"

Dokter dan perawat bingung harus melakukan caesar pada Anna atau tidak karena walinya yang tidak diketahui. Tapi doketr paruh baya itu tidak bisa mengambil resiko maka dengan terpaksa setelah kondisi Anna sedikit membaik ia akan melakukan caesar meskipun itu sangat beresiko pada janin dan Anna sekaligus.

"Dokter kita tidak bisa mengambil tindakan apapun terkait janinnya sebelum adanya persetujuan dari wali wanita ini"

Semua tenaga medis disana bingung karena tidak tau asal usul Anna ditambah lagi laporan tentang Anna yang sekarat dari sopir taksi yang ditumpangi Anna. Menurut kesaksian sopir taksi saat Anna memberhentikan kendaraannya Anna sudah dalam keadaan yang lemah sambil meminta tolong agar mengantarnya ke rumah sakit. Sopir taksi itu bahkan tidak tau dimana rumah Anna.

LUNA&ANNACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang