negosiasi

395 14 0
                                        

Taxi berhenti di depan gedung yang di maksud pe nelpon. Setelah membayar ongkos , tania bergegas berjalan menuju pintu masuk, tetapi langkahnya terhenti. Seorang security menghentikannya.

"Maaf nona anda tidak boleh masuk." Ujar security

Ya tania sadar saat ini penampilannya tidak cocok. Baju piyama lengan panjang berpadu kerudung blus warna coksu. Beberapa orang yang lalu lalang memperhatikan tania, terkadang mereka berbisik bisik, tertawa kecil seolah menertawakan penampilan tania

"Aku ada janji bertemu seseorang." Ujar tania

" Kalou begitu anda boleh menelpon orang tersebut terlebih dahulu." Ujar security tersebut

Tania merogoh tasnya, mengambil ponsel, Mengsecroll panggilan masuk. Belum tania memencet tombol call, ada seorang security keluar dari dalam gedung, membisiki sesuatu ke security yang menahan tania

" Nona anda boleh mengikuti saya." Ujar security tersebut

"Aku tidak usah menelpon?." Tanya tania

Security hanya mengangguk

***

Tania mengikuti langkah security memasuki ruangan.Pengap begitulah yang terasa. aroma rokok menyeruak memenuhi ruangan. Tania bukan tidak tau ini tempat apa, Kalou bukan club malam apa lagi. Alunan musik dj nyaring terdengar sangat keras memekikkan pendengaran, di pandu host DJ yang aktif berjingkrak di ikuti pesertanya.

Sungguh nyali yang tinggi tania

Gumamnya dalam hati

Security memandu tania sampai di depan ruangan yang cukup jauh ke dalam gedung, sampai sampai musik dj yang keras tadi tidak terdengar lagi.

"Masuklah nona." Ujar security tersebut

Setelah mengucapkan terimakasih tania membuka ruangan tersebut. Pemandangan pertama yang ia lihat , akram babak belur.

"Akram....."

Tania menghampiri akram yang duduk tertunduk di lantai. Tania memeluk erat adiknya.

"Adu lama kali lah datangnya"

Tania menoleh ke sumber suara. Di sana sudah duduk 4 orang laki-laki dengan penampilan urak urakan. Pandangan tania tertuju pada sosok yang berdiri di sudut kiri, Tio. Laki laki yang membuat akram seperti ini. Tio adalah tetangga tania, sekaligus Laki-laki yang pernah tania tolak cintanya.
Benci, begitulah tatapan tania sekarang kepadanya.

"Aku sudah datang, jadi apa mau kalian?". Ujar tania tegas

Satu laki-laki bangkit dari duduknya, berjalan dan berhenti tepat di depan tania dan akram. Tania mendongakan mukanya ke arah laki laki tersebut dengan tatapan tajam tanpa takut. Ada bekas luka sayatan di pipi kiri laki laki tersebut.

" aku ingin melepaskannya, tapi kou tau aku rugi ratusan juga karna ulah si bodoh itu." Ujar laki laki tersebut menujuk ke arah akram.

Tania tersenyum sinis

"Tidak ada yang berhasil dari barang haram." Ujar tania tegas

Pranggg...

Seseorang melempar gelas ke lantai. Semua orang menoleh ke sumber suara. Cowok berbadan tinggi ,kekar berjalan lalu menarik tangan tania kasar. Membuat tania berdiri sejajar dengannya. Tangan kirinya mencengkram erat dagu tania

"Tidak cantik, muka biasa saja. Tapi mulutmu cuih... Laki laki tersebut meludah.

Tidak tinggal diam, kaki tania melayang tepat di kedua belahan paha laki laki tersebut, membuat dia mengerang kesakitan melepaskan cengkramannya.

" Bangsat"  Ujar nya, sambil memegang penisnya yang terasa sakit sekali

Bukannya menolong, temannya malah tertawa

"Wanita anjing..." Ujarnya lagi

Selagi cengkraman nya lepas, tania kembali menghampiri akram. Tania menyeka bibir akram yang keluar darah. Dari sudut mata akram mengeluakan cairan bening, matanya memerah

"Tidak apa apa akram, kita pasti bisa keluar dari sini." Ujar tania menguatkan.

Tapi lagi lagi tangan tania di cengkraman hebat , di paksa berdiri kembali.

" Temani kami tidur malam ini, akan ku bebaskan adikmu". Ujar laki laki pertama tadi

Tania sudah menduga pasti arah negosiasi nya pasti ke situ.

"Kamu bilang rugi ratusan juga, apa tidur denganku menutupi rugimu?" Ujar tania

Pasti jawabannya tidak. mereka pasti tidak akan melepaskannya. Sudah terbaca pikiran liciknya.

"Setidaknya aku dapat mencicipi keperawananmu." Ujar nya tersenyum lebar

Deg, jantung tania berdetak kencang. Tania mundur beberapa langkah, berusaha melepaskan cengkraman laki-laki tersebut, bukannya lepas malah tangan laki laki tersebut berhasil melingkar di pinggang tania.

Tani semakin kuat meronta. Kaki tania berusaha ikut membantu, tapi laki laki tersebut sudah berhasil menghimpit kedua kakinya.
Tangan laki laki tersebut semakin kuat mendorong tania agar lebih dekat dengan badannya. Yang lain malah tertawa senang melihatnya. Sebelum bibir laki-laki tersebut menyentuh bibir tania

Brakk...

Pintu di dobrak keras dari luar
Dor.. Dor... Dua tembakan melesat ke arah tembok. Cengkraman laki laki tersebut melemah, tania memanfaatkannya, mendorongnya dengan keras membuat dia terjungkal ke belakang




 Dia Abdi Negara (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang