perang antar negara

352 10 0
                                        

Tama baru saja pulang dari markas komando, setelah di adakan nya rapat darurat. Suasana di markas unifil menjadi riuh setelah meletusnya konflik perbatasan. sudah tugas pbb mengirim pasukan perdamaian untuk menghentikan perang.

"Kita beruntung pergi cuti kemarin." Ujar bayu di tengah tengah aktivitas nya mempersiapkan senjata

"Nahleee.... Kapan konflik ini akan berakhir." Ujar Tomi menimpali

"Selagi para penguasa masih serakah sepertinya tidak akan berhenti." Jawab bayu

"Konfliknya semakin memanas apalagi sekarang di gadang gadang dengan agama, padahal jelas sekali hanya karna kepentingan ekonomi dan politik negara adidaya." Ujar Rafa

Tama masuk ke dalam ruangan, rekannya langsung berdiri tegap.

"Ok, semua pasti sudah tau apa yang kita hadapi sekarang. Kita menerima perintah menyelamatkan warga sipil, yang terjebak di daerah konflik. Kita harus bergerak cepat dan hati hati untuk menghindari serangan dari pihak pihak yang bertikai. Rafa..."

"Siap."

"Pastikan perlengkapan medis sudah lengkap."

"Siap, sudah."

"Yang lain sudah membawa barang apabila dalam keadaan darurat."

"Siap, sudah"

"Tugas kita hanya menyelamatkan warga sipil, tidak ada tembakan."

"Mohon ijin bertanya komandan, apabila dalam keadaan darurat apakah di perbolehkan?" Tanya danu

"Kita dari pasukan pbb, tapi jika ada hal yang merugikan. Keputusan ada di masing masing."

"Siap."

"Ok persiapan sudah lengkap, mari kita berdo'a sesuai dengan kepercayaan masing masing, semoga kita selalu di beri keselamatan, dan kekuatan. Berdoa di mulai."

Setelah semua siap, pasukan pun bergerak pergi ke perbatasan konflik. Tank univil bergerak dengan gagah, Berserta pengibaran bendera pbb. Semoga hari ini semua dalam lindungan allah swt

* * *

Hari sudah mulai menjelang malam. Semua warga telah di evakuasi. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Perang masih terus berlangsung. Konflik yang terjadi antara dua negara yang melintasi tempat tama bertugas. Bukan negara ini yang berperang. Meski begitu evakuasi warga memang harus di lakukan, mengingat rudal terus menerus melintas di atas langit

"Kalou itu adalah bintang jatuh, aku pasti akan mengajukan permohonan semoga cepat pulang ke rumah." Ujar bayu

"Taun baru masih lama, tapi kembang api sudah di nyalakan." Ujar beta , sambil melihat rudal yang terus di tangkis oleh iron dome

"Gimana ya nasib warga kedua negara itu?". Ujar Rafa menimpali

" Begitulah penguasa ia tidak pernah memikirkan akibat dari perang itu apa, yang penting isi dompetnya penuh." Ujar danu. Terlihat menggebu di dalam dirinya, ia benar benar sangat benci dengan konflik ini.

"Itulah kenapa aku jadi tentara, jangan sampai negara kita bernasib sama." Ujar beta

"Ngomong-ngomong komandan Sa ma bang tomi belum kelihatan dari tadi." Tanya Rafa

"Sepertinya beliau sedang berbincang-bincang dengan komandan pbb dari negara lain." Ujar beta

"Bolehkan aku tidur sebentar." Ujar bayu sambil merebahkan badannya di atas tank

"Belum ada komando penarikan pasukan." Ujar danu

"Sepertinya kita akan bermalam di sini ber lukiskan rudal rudal." Ujar bayu lagi.

"Hey Rafa, sudah jangan di pikirkan." Ujar beta, sepertinya ia tau apa yang sedang di pikirkan Rafa.

"Entahlah bang, rasanya sedih sekali hatiku. Bayangkan Anak-anak, wanita, orang tua dan warga yang lain, bagaimana nasib mereka malam ini." Ujar Rafa lirih

"Itu sudah konsekuensi perang." Ujar danu tenang

Keadaanpun menjadi hening sejenak.

Tama dan Tomi menghampiri rekan rekannya. Melihat tama semuanya mulai berdiri dengan tegap.

"Terimakasih, kalian sudah bertugas dengan baik. Hari ini kita akan berkemah di sini. Anggap saja piknik keluarga. Besok kita akan ikut membuka jalur pengungsian. Istirahat lah."

Setelah mendengar perkataan tama, mereka mulai duduk kembali

"Nah kan apa ku bilang, kita akan bermalam di sini ber lukiskan rudal rudal." Ujar bayu sambil kembali naik ke atas tank.

"Sudah jangan nangis Rafa?" Ujar beta menepuk penuk punggung rafa

"Kita belum makan, aku lapar." Ujar Rafa sambil menyeka air matanya.

Semua tertawa. memang mereka belum makan dari pagi. Bagaimana bisa menyuapkan sesuatu ke dalam mulut,sedangkan suasana siang tadi sangat kacau balau.

Setelah makan malam, pasukan mulai istirahat, akan bergantian tugas jaga. Tapi tidak ada satupun dari mereka yang memejamkan mata, seolah semua sibuk dengan pemikiran masing masing. Akhirnya tidak ada satupun dari mereka yang tidur sampai menjelang subuh.

 Dia Abdi Negara (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang