pesiar

397 12 0
                                        

Danu merebahkan badannya di atas conat, bangunan tua yang sudah mulai rusak. Sementara rekan rekannya di bawah sibuk mendeteksi ranjau.

"Woy turun, bantuin napa." Ujar Tomi kesal

Begitupun dengan tama hanya tiduran di batu bekas reruntuhan tanpa membantu yang lain. Sungguh perpaduan tim yang sempurna.

"Kalian rajin kali lah." Ujar Danu

"Hah pesiar yang menyebalkan." Ujar bayu, kemudian duduk di dekat tama

"Kapan kita pulang ya. Sudah satu taun ini." Ujar bayu seolah bertanya kepada tama

Tapi tama tetap diam saja, memejamkan mata dengan kedamaian

" Besok libur, jalan jalan kita." Ujar Tomi, yang ikut duduk di dekat tama

"Panas kali lah negara ini gustiii." Ujar Rafa yang ikut duduk.

"Woy bang bet sudah lah istirahat." Ujar bayu, karna beta terus terus saja bekerja.

"Contohlah Danu, ia adalah prajurit teladan." Ujar Tomi

Di susul gelak tawa yang lain.
Danu adalah orang paling menyebalkan di tim tama, tapi hanya soal urusan kerja bakti. Kalou urusan melepas sandra ia benar benar bisa di andalkan.

Tama membuka matanya, mengangkat kepalanya sedikit, melihat ke kanan, ke kiri. Lalu bangkit dari tidurnya.

" Memang sudah selesai." Tanya tama

" Heleh mas mas, telpon lah jangan macam ayam kena virus seperti ini." Ujar bayu

Semua rekan sudah tau soal tama dan tania. Mereka kadang bingung memikirkan kisah cinta tama dan tania. Tama setelah berangkat bertugas banyak melamun. Galau berat, Bukan seperti tama yang biasanya.

" Telpon lah sekali mah Kalou rindu." Ujar rafa menimpali

"Danu mana?" Tama malah mengalihkan pembicaraan

"Yeh malah ngebahas yang lain." Ujar bayu

"Apa oprasi kita kedepan?" Tanya tama

"Besok tidak ada agenda." Jawab Rafa

"Mau pergi ke bsharri?"

Tawaran tama sontak membuat semua rekannya menjawab iya

"Kita akan berangkat setelah sholat subuh besok" Ujar tama lalu bergegas bangkit dari duduknya

Beta yang baru akan ikut bergabung menjadi bingung dengan teman temannya yang sudah bersorak gembira

Matahari mulai turun ke upuk barat. Tanda hari sudah mulai petang. Tama mengkode semua rekannya untuk menghentikan aktivitas dan kembali ke Bascame

***

Sesuai yang di sepakati kemarin, tim tama pergi ke bshrri, menempuh 4 jam perjalan, lumayan lama. Tapi sepadan dengan apa yang di tuju. Kota indah seperti lukisan yang di lukis oleh Seniman hebat.

"Kita makan dulu, baru lanjut yang lainnya." Ujar tama

Mereka memasuki salah satu kedai makan yang memang sudah langganan mereka jika berkunjung ke bshrri. Baru di abang Pintu sudah di sambut dengan senyuman manis, gadis pelayan. Tama menyalami wanita tersebut di susul yang lainnya.

"Dia gk berubah ya." Bisik Rafa kepada bayu

"Skincare nya mahal." Jawab bayu cekikikan

Danu menyikut ke dua sahabatnya itu

"Aku tidak tau Kalou kalian akan datang lagi ke kota ini." Ujar pelayan wanita sambil menyodorkan minuman

(Ini harusnya pake b Inggris, tapi aku pake Indonesia aja)

"Ah kami kebetulan di tugaskan di negara ini lagi." Jawab bayu cepat. Kalou urusan cewek bayu ini memang grecep

"Bagaimana dengan kapten?" Ujar wanita tersebut kepada tama

"Sama seperti yang bayu ucapkan
." Jawab  tama

Gadis tersebut tertawa kecil."anda masih sama seperti dulu, kaku." Setelah berkata seperti itu gadis tersebut pergi

Tidak berapa lama makanan pun datang

"Rame juga ya sekarang tempat ini." Ujar Tomi

"Mungkin karna sudah banyak wisatawan yang datang." Jawab danu

"Bisa jadi." Ujar Rafa, sambil menyuapkan makanannya ke mulut

"Sayang kali beta gk mau ikut." Ujar bayu

"Makan apa dia sakit perut." Tanya tama

" Ah kemarin logistik dari Indonesia datang, saking kangennya dia sama cabe Indonesia. Bikin sambel sampe di bikin kuah pakai nasi." Jawab Rafa antusias

"Sesuai namanya beta." Ujar Danu sambil tertawa

* * *

Setelah makan mereka melanjutkan perjalanan. Pertama yang akan mereka kunjungi adalah musium terbesar di kota ini. Karna mereka belum pernah ke sana. Selesai dari musium Tak lupa mampir ke kedai kedai jajanan khas. Sorenya mampir ke toko oleh oleh

"Buat apa oleh oleh?" Tanya Danu sewot

"Meski gk tau kapan pulang, seenggaknya belikan dulu yang bisa di bawa pulang. Memang besok ada libur lagi?" Ujar Tomi

Rafa menggeleng

Tama masuk duluan kedalam toko, tak akan ada habisnya berdebat dengan yang lain.

"Hey Rafa jangan lupa itu jajanan buat beta jangan sampe ketinggalan." Ujar Danu kepada Rafa yang sudah naro bingkisan di pojok kiri

"Siap pak." Ujar Rafa cengengesan

"Beli mas, kalungnya cantik." Ujar bayu. Ia melihat tama memegang megang kalung kecil bermata batu merah delima

"Ibu tidak suka pakai kalung." Ujar tama

"Untuk tania lah, sepertinya cocok" Ujar Danu menimpali

"Liat apaan?" Ujar Rafa ikut nimbrung

Tomi pun ikut nimbrung, ia pun kepo ternyata

" Kalian kenapa? Sana lanjutkan lagi aktivitas nya, Kalou belum selesai aku tinggal." Ujar tama

Kerumunanpun bubar, tapi tama tetap memegang kalung cantik ini, apa ia beli saja ya?

Sorenyapun mereka bergegas untuk kembali ke barak. Tak lupa sebelum keberangkatan tama mengecek semua kendaraan nya supaya aman tidak ada kendala apapun di perjalanan nanti

 Dia Abdi Negara (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang