Tania membuka matanya perlahan , terasa cahaya lampu mulai masuk ke matanya yg membuat ia berkedip kedip benerapa kali. Pemandangan kamar rumah sakit yg ia lihat pertama kali
"Tania, , , kamu sudah sadar nak"
Tania menoleh ke arah suara terlihat bu dais ( ketua yayasan daycar) dan bu hani ( ketua yayasan panti asuhan) menatap ke arahnya
"Bu dais nitip tania ya, saya panggilkan dokter sebentar."ujar bu hani
Bu dais hanya mengiyakan.
"Apa yang sakit nak?" Ujar bu dais lirih
Tania, masih bungkam. Badannya terasa lemas dan sakit semua. Tak berapa lama ibu hani datang dengan seorang dokter. Dokter tersebut segera memeriksa kondisi tania.
"Alhamdulillah kondisi tania sudah lebih baik" ujar dokter tersebut
"Tania hanya butuh istirahat , untuk memulihkan kondisinya, oh ya bu satu lagi usahakan tania supaya tidak mengingat apa yg menimpanya , takutnya terjadi semacam trauma, kalou begitu saya permisi dulu, bu. Tania cepat sembuh ya." Ujar dokternya lagi, setelah berpamitan kepada bu hani dan bu dais , dokterpun meninggalkan ruangan tania.
*. *. *
Kondisi tania mulai membaik, bu dais tengah menyuapi tania sekarang
"Cepet sembuh ya sayang, "ujar bu hany lembut ,
Tania hanya mengangguk
"Tania udah gk papa ko bu, bunda. Udah bisa bunda sama ibu tinggal." Ujar tania lirih
"Udah habisin dulu makannya, "ujar bu dais
Tania pun mengambil mangkuk dan sendok yg di pegang bu dais , dia kemudian makan sendiri
"Tania udah gk papa ko, beneran. Ibu pulang aja ya bukannya besok ada rapat untuk orang tua murid." Ujar tania.
"Iya bu dais , biar tania saya yg jaga ." Jawab bu hany
"Bunda juga , pulang aja. Kasian anak anak bunda di rumah. Tania udah gk papa ko . Kan ada suster sama dokter juga di rumah sakit yg bakal jagain tania."
"Tapi kan nak." Ujar bu dais kawatir
"Tania gk papa ibu , bunda. Ini udah sore , bunda kan sama ibu masih bisa ke sini kalou sudah tidak ada kegiatan."
Setelah di desak beberapa kali akhirnya bu hany dan bu dais menyerah
"Ya sudah ibu sama bunda pulang ya , inget kalou ada apa apa telpon ibu , ini ibu taro handpone di meja ya sebagai pengganti hp yg hilang , di situ sudah ada nomer ibu sama bunda." Ujar bu dais
"Jangan lupa obatnya di minum." Ujar bu hany
Setelah bu dais dan bu hany pulang , tania menaruh mangkuk makannya di meja , meminum obatnya dan besandar di sandaran tempat tidur. Badannya masih terasa sakit , ia melihat badannya masih banyak memar yg membiru. Matanya melihat ke luar jendela. Kebetulan ia di rawat di lantai 2 rumah sakit. Pikirannya menerawang , mengingat kejadian yg ia alami, rasanya kepalanya berdenyut sakit.
Tania berusaha menetralkan dirinya. Jangan di ingat tania, batin tania.
Terlintaslah sosok tama di benaknya .bneran dia kan ya semalem , batinnya. Mas tama ...
Matataniapun terasa berat tak terasa iapun tertidur , akibat epek obat yang di minumnya
*. *. *
Sementara itu
2 hari setelah penyelamatan tania,
Tama duduk di ruangannya , memutar mutar kursi duduknya, mukanya menengadah ke atas sementara matanya tertutup. Pikirannya tidak mau berhenti memikirkan sesuatu yg seharusnya tidak ia pikirkan.
Clik....
Pintu ruangannya terbuka lebar , masuk lah beberapa rekannya , bagus, bayu , danu , toni , tidak ketinggalan tomi si tukang sumbu kompor.
"Lapor komandan,.." ujar bagus
Tama mengerutkan keningnya heran
"Halah santai aja , kita kan sedang tidak tugas " ujar tomi
"Ayo jenguk , calon ibu komandan di rumah sakit. " Ujar tomi lagi
"Kalian apa sih , sana tugas." Ujar tama ketus
Bayu mendekat ke arah tama
"Ayolah tam, jangan egois begitu. Jangan karna salah paham menjadi jarak di antara kalian. Jangan salahkan diri kou karna tidak bisa menjaga tania." Ujar bayu
"Nanti ada pengawas , kita masih tugas." Ujar tama lagi
"Aku sudah minta ijin tadi , kita cuman setengah hari , untuk hari ini aja sih ." Ujar danu
akhirnya karna di desak oleh temannya , tamapun mengalah . Sebenarnya tamapun ingin tau ke adaan tania sekarang . Karna saat pertama tania masuk rumah sakit tama hanya melihat kondisi tania dari luar kamar tempat tania di rawat. Sampai tania di nyatakan membaik , tama hanya berani melihat tania dari kejauhan
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Abdi Negara (End)
RomansaTania sabira adalah wanita yg tidak pantang menyerah meski ia sangat ceroboh tapi tania selalu berusaha menutupi kecerobohannya dengan berusahanya pertemuannya dengan aditama mahendra adalah hal tak terduka, tama yg adalah seorang abdi negara. mampu...
