Tania memakai rok tutu berwarna merah muda di padu atasan berwarna putih dengan balutan kerudung pashmina bewarna shop pink. Anggun sekali.
menghadiri pertunangan abigael. Yap abigael yang tunangan bukan tama. Ini bukan filem yang Kalou gak jadi sama kakanya pasti sama adiknya. Tidak seperti itu ya. Mereka benar benar-benar hanya sebatas teman biasa. Abigael punya pacar yang sama-sama stu profesi dengannya. Perjalan cinta mereka terbilang sangat mulus. Perempuan yang penyabar, dapat mengibangi sikap abigael yang kadang tantruman. Meski begitu abigael sangat mencintai wanitanya. Jadi cinta mereka seimbang.
Pasti bertemu mas tama nih, batin tania. Sebelum-sebelumnya tante dan ibu tama menelpon tania untuk meminta maaf soal menyembunyikan kabar tama. Tante bilang karna tama menyuruh semua orang untuk merahasiakannya. Marah, tentu saja tania marah dengan sikap tama. Tapi marah untuk apa? toh hubungan mereka hanya sebatas kenal tidak berteman apalagi berpacaran. Ia terlalu bodoh dulu.
Kehadiran tania di sambut baik oleh keluarga ael. Bahkan tania bertemu adel yang sudah kls 2 SD sekarang. Tadinya tania datang hanya akan mengucapkan selamat saja. Tapi di tahan oleh ibu hermia. Beliau memohon kepada tania untuk mengikuti acara sampai selesai. Tania jadi tidak bisa menolaknya duh....
Sampai saat ini tania bersyukur belum melihat sosok seorang aditama. Dari kejadian rumah sakit sampai tama mengantar tania kembi ke asrama. Tama dan tania tidak pernah bertemu lagi secara langsung. Berbeda dengan tama yang masih memperhatikannya dari jauh. Baru juga merasa lega. Orang yang di hindari malah muncul tiba-tiba dari belakangnya.
"Dari mana mas?" Tanya bu hermia
"Batalion sebentar tadi bu." Ujar tama menyalami ibunya.
Tama mengangguk ke arah tania, seolah menyalaminya dari jauh.
Ibu hermia menahan senyumnya halah malu-malu. Begitulah batinnya. Tak berapa lama bu hermia di hampiri temannya,bu suhaida
"Selamat ya jeng." Ujar bu suhaida sambil cipika-cipiki
"Makasih loh udah dateng." Ujar ibu ramah
"Ini tama ya?" Tanya bu suhaida
"Iya tama." Ujar ibu sambil memegang lengan tama
"Aduh gimana sih, masa keduluan adeknya." Ujar ibu suhaida
"Yah mau gimana lagi tante, emang ada yang mau sama saya?" Ujar tama
kalimat andalah yang sering keluar dari mulut manis seorang tentara
"Mau tante kenalin anak tante gak? Bentar ya tak panggil, Mia.. Mia sini." Ujar bu suhaida
Tania hanya diam memperhatikan saja. Tapi kenapa hatinya tidak nyaman. Tama melihat tania sepertinya tidak nyaman. Menyum kecil muncul dari kedua bibirnya
Gadis yang di panggil Mia menghampiri ibunya, gadis cantik, mata sipit dengan rambut sebahu.
"Kenalin, anak gadisku, ayu Mia ndra adijaga." Ujar ibu suhaida memperkenalkan anaknya.
Mia tersipu malu-malu. Pandangannya terus tertuju pada tama. Mia menyalami ibu hermia. Lalu menyalami tama. Tama membalas jabatan tangannya.
Giliran yang ini grecep aja, sedang tania tadi tidak di salamin. Di tanya juga nggk. Seolah-olah gak kenal
Senyum manis menyungging dari bibir tama, yang membuat Mia semakin tersipu malu. Pengen nampar muka tama
"Mia sebentar lagi lulus kuliah." Ujar bu suhaida.
"Sekarang tinggal tunggu wisuda saja." Ujar nya lagi
"Oh ya, selamat ya Mia." Ujar ibu hermia.
Mia hanya mengangguk
"Terimakasih tante." Ujar Mia lembut bagai angin sore yang berhembus
"Oh ya ini siapa?" Tanya ibu suhaida kepada tania.
Sepertinya tania baru terlihat sekarang.
"Ini temannya ael, pacarnya tama." Jawab ibu hermias
Mendengar jawaban bu hermia, tania menjadi salah tingkah. Tania melirik ke arah Mia, yang mukanya berubah masam. Berbeda dengan tama yang tersenyum lebar
"Baru pacar, belum jadi istri." Ujar ibu suhaida
What? Terus mau ibu rebut gitu?
Acara pun akan segera di mulai. Ibu mepersilahkan tante suhaida duduk di tempat duduk yang telah di sediakan. Tania juga duduk, aga menjauh berharap tidak dekat dekat dengan tama. Tapi tetap saja tama dengan sigap sudah duduk di sampingnya. Tania mendelikan pandangannya. Kenapa rasanya ia sangat marah kepada tama.
Tidak ada kata yang keluar dari mulut mereka berdua. Sesekali tania melihat sekeliling. Terlihat beberapa ibu-ibu melihat ke arahnya lalu berbisik-bisik. Membuat tania tidak nyaman. Apa ada yang salah dengan penampilan nya?
Tama sadar tania mulai tidak nyaman. Ia mengalungkan tangannya ke sandaran kursi tania. Melihat tangan tama. Tania menoleh ke arah tama, tapi tama pura pura fokus pandangannya ke depan. Tania menjauhkan tangan tama dari nya. Tapi lagi lagi tama melakukan hal yang sama. Sampai 3 kali, akhirnya tania cubit punggung tangan tama
"Sakit." Ujar tama lirih
Tania hanya membalasnya dengan
melotot🤣.
Tapi tidak sampai di situ usilnya tama. Ia meraih tangan tania menyelipkan jarinya di antara jari-jari tania. Tania berusaha melepaskan. Tapi pegangan tangan tama lebih kuat. Tania kembali mencubit punggung tangan tama. Tapi kali ini tidak ada respon sama sekali. Nyerah deh. Akhirnya tania membiarkannya sampai akhir acara selesai .
Di antara keributan kecil ini ada sepasar mata memperhatikan mereka berdua. Mia cemberut tidak suka melihat tama dan tania. Apasih, lebay deh gitu aja marah. Sok jual mahal jadi cewek di kira dia cantik apa. Gerutu batinnya
Lah emang cantik mba, masalah untuk anda
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Abdi Negara (End)
RomanceTania sabira adalah wanita yg tidak pantang menyerah meski ia sangat ceroboh tapi tania selalu berusaha menutupi kecerobohannya dengan berusahanya pertemuannya dengan aditama mahendra adalah hal tak terduka, tama yg adalah seorang abdi negara. mampu...
