back story tama: misi penyelamatan

431 14 0
                                        

Tama membulak balik surat tugasnya, sepulang dari rumah sakit menjenguk tania ia mendapat panggilan dari kantor

"Tama, tugas ini sangat penting, saya beraharap banyak."

Kata kata komandananya terlintas di benaknya
Berapa taun lagi ia akan pergi? Bagaimana dengan menjemput tania besok? Sedangkan ia akan berangkat malam ini juga.

***

Taman merapikan barang barang yang akan ia bawa

"Berapa lama akan pergi?" Tanya sesosok wanita luar biasa , menghampiri tama

"Tidak akan lama bu." Jawab tama

"Satu taun, dua taun, tiga taun? Itulah tak akan lamanya seorang tentara." Jawab ibu hermia, sambil ikut merapikan baju-baju tama.

"Bu jika tama pulang tinggal nama, ibu harus ikhlas." Ujar tama

Ibu berhenti merapikan baju, mengalihkan pandangannya ke wajah putra kesayangan nya.

" Cukup ayah yang tiada."

Tama menunduk merapikan kembali barang barangnya. Ia tak berani menatap wajah ibunya yang ia yakini ibu sekarang sedang menahan tangisnya

" Ibu tau hidup seorang tentara, ia mengabdikan seluruh hidupnya untuk negara. Bertaruh dengan takdir seolah kematian terasa begitu dekat. Ibu berdoa semoga mas pulang dalam selamat, sehat walafiat."

Mendengar perkataan ibunya, tama semakin kalut di buatnya. Ini bukan perjalanan tugas yang pertama, tapi kenapa rasanya berat sekali.

Menjadi seorang tentara adalah cita citanya dari kecil, mengikuti jejak sang ayah. Tama belajar mati matian, beberapa kali gagal , bangkit kembali. usaha tidak mengkhianati hasil. Kemudian Tama lulus dengan predikat terbaik. Selang beberapa hari dari ke lulusnya menjadi TNI. Kabar duka menyelimuti keluarganya. Ayah yang menjadi idolanya, ayah yang ia banggakan, ayah yang menjadi penyemangat berpulang terlebih dahulu menghadap Ilahi. Meski begitu tidak membuat tama menyesal bergabung ke dalam angkatan militer. Malah semakin menumbuhkan semangatnya untuk mengabdi kepada pertiwi

***

"Ibu ingat wanita yang sering tama ceritakan?". Ujar tama di sela membereskan barang barangnya

" Kenapa? Mas jadi melamarnya? Ibu setuju saja. tania anak yang baik." Ujar bu hermia tersenyum

"Tama janji menjemputnya besok. Bolehkah tama minta tolong?"

"Apa itu?" Jawab ibu penasaran

"Jangan katakan tama kemana."

"Kenapa?" Ibu hermia penasaran

"Ibu pasti tau jawabannya." Jawab tama

Ibu hermia menarik napasnya pelan

" Sepertinya mas memang tidak ingin kembali."

" Bukan begitu, mas hanya tidak ingin tania menunggu."

Ibu mengerutkan kening, bingung dengan pemikiran anaknya

"Kalou tama berjodoh dengannya, kami pasti bertemu kembali." Ujar tama

" Ibu doakan yang terbaik untuk abang. Kembalilah... Ibu, ael, semua orang menunggu mas pulang."

Doa ibu mustajab, setiap kata yang terucap seperti bait doa yang terkabul, begitulah sekiranya

***

Tim tama di bagi menjadi 3 sekompok. Oprasi penyelamatan sadra menjadi prioritas penting untuk saat ini. Tidak boleh gagal, tidak boleh ada yang terluka

Kode rahasia untuk komunikasi terus di pergunakan. Oprasi ini harus di jalankan secara senyap

Satu persatu penjaga berhasil di lumpuhkan. Sandra berada tepat di tengah gedung utama. Mereka harus berhasil mendapatkannya sebelum pajar menyingsing

Tama terus memperhatikan sekitar, menuntun yang lain untuk masuk lebih dalam. Sniper berjaga jaga di luar gedung jika ada kemungkinan, bantuan teroris datang

Masuk lebih dalam penjagaan semakin melompong, apakah ada jebakan? Begitulah semua orang bertanya tanya. Jika memang iya, berarti oprasi ini telah bocor.
Dan benar saja gedung sebelah kanan tiba tiba meledak, membuat semua terlempar.

"Kalian tidak apa apa?"

Belum jawaban keluar tiba tiba tembakan bertubi tubi di lontarkan. Semua prajurit berlindung di balik tembok.

"Sial anjing memang." Ujar Tomi prustasi

(Baca teman teman tama di ch.3)

Dor..dor...dor..

Tembakan masih terus terdengar, tama mengode untuk menahan tembakan balasan. Kita tidak tau seberapa banyak musuh sekarang dan mereka berada di mana.

Tama menggelinding kan bola kaca kecil ke tengah tengah ruangan, dari situlah ia biasa melihat posisi teroris berada. Ia segera memberikan kode kepada rekan rekannya. Mengatur pergerakan selanjutnya.

Bayu melepaskan tembakannya. Membuat dia di tembaki terus menerus. Saat itulah rekan yang lain mulai bergerak maju. Satu persatu teroris berhasil di lumpuhkan

"Maafkan aku Tuhan, aku mengambil nyawa orang lain demi menyelamatkan nyawa orang lain." Ujar beta setelah ia menembak 2 teroris

"GO..go..go ayo cepat "

Prajurit terus bergerak, akhirnya sampai ke dekat sandra.

"Lapor komandan , penyelamatan sandra , 15 menit sebelum bantuan datang."laporan dari alkomlek terdengar

" Kalian dengar,Kita hanya punya waktu 15 menit lagi untuk membawa semua sandra keluar.bayu, tomi , danu."

"Siap komandan."

"Kalian di tugaskan untuk menyelamatkan sandara."

"Siap."

"Sementara aku dan beta akan mengalihkan jika bantuan teroris datang. Lewati jalan ini ( tama mengeluarkan denah) , lalu ke arah pintu utara, di sana sudah ada sniper yang akan menjaga, Tidak ada waktu lagi sekarang laksanakan."

Semua bergegas dengan tugas masing masing sesuai instruksi tama.l
Memang tidak mudah tapi akhirnya mereka berhasil. Seperti yang di rencanakan, sebelum pajar menyingsing semua sandra telah di selamatkan

 Dia Abdi Negara (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang