pertempuran hati

339 9 0
                                        

"Huaaa..." Rafa memeluk tama erat

Rekan-rekannya menyambut kepulangan tama di bandara. Mereka sampai membuat banner yang besar.

"Apa kabar tama." Ujar danu sambil memeluk tama juga.

"Kalian tau aku akan pulang?." Tanya tama

"Letnan sarah yang memberi tahu." Ujar bayu

Tama Mengangguk-angguk paham

"Ok karna sang kapten sudah pulang mari makan all you can eat sebelum pulang" Ajak Tomi antusias

Seperti yang di rencanakan mereka makan all you can eat.

"Makan sepuasnya, aku yang traktir." Ujar danu

"Asiaapp...." Jawab bayu, sambil berdiri mau mengambil makanan lagi

Dreeeddd...
"Eh hpku bunyi" Ujar Tomi

"Bang beta vidio call." Ujarnya

"Angkat angkat."

"Lagi apa kou? Lama kali angkatnya." Ujar Bang beta di sebrang telpon

"Tara siapa yang datang." Ujar tomi sambil memperlihatkan kamera ke arah tama

"Tama..... ( teriakan bang bet)"

"Gimana kabarmu." Tanya bang beta

"Alhamdulillah Baik bang.  Abang sehat? " Tanya tama

"Aku kou tanya, baik lah. Sehat walafiat. Ih rindu kali aku." Ujar Bang beta lagi

"Udah bang ya, lagi parti kami nih." Ujar bayu setelah selesai mengambil daging

"Ishhh gk setia kawan kali lah kalian nih." Ujar beta

"Maaf aku tidak ikut menyambut kepulanganmu tam." Ujar Bang beta

"Tak apa Bang, aku sebenarnya pulang diam diam. Tapi letnan sarah memberitahu mereka." Jawab tama

" Ya sudah lanjutkan lah dulu kalian. Aku masih ada jaga malam. By". Lalu telepon pun di tutup

"Kalian udah tugas lagi besok." Tanya tama

"Kami hanya cuti seminggu." Ujar bayu sambil menyuap daging ke mulut

"Saya cuman 4 hari." Ujar Rafa

"Aku cuti sendiri dong." Ujar tama

"Tak apa lah nanti ku temani." Ujar Tomi

"Temani apa besok kou piket." Ujar danu

"Temani aku piket lah." Ujar Tomi

Saat itu mereka habiskan dengan riang gembira menyambut kepulangan tama. Tama sampai telat pulang ke rumah
Baru juga sampai gerbang rumah, tama sudah di sambut pelukan hangat dari ibu dan juga ael.
Di rumah sudah ramai, seluruh anggota berkumpul termasuk tante tama. Selamat datang ke rumah aditama mahendra

* * *

Tama memperhatikan sosok wanita yang selalu ia rindukan. Tania sabira, ia berhasil melihat senyum manisnya lagi. Setelah pulang ke rumah ia menanyakan kabar tania pada ibu. Tama mendapat informasi bahwa tania belum menikah dan masih menjomblo. Ibu dan tantenya menceritakan bagaimana tania mencarinya. Ada terbesit rasa bersalah di hatinya.

"Tania sudah baik-baik saja. Kata ael dia sudah tidak mengkonsumsi obatnya lagi." Tama mengingat ucapan ibunya

Hari-hari cuti tama benar benar di habiskan hanya untuk melihat sosok tania dari kejauhan. Ia bulak balik berkunjung ke gedung tempat tania bekerja saat jam pulang anak tk dan jam pulang pekerja. Begitu saja tiap hari.

 Dia Abdi Negara (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang