Saat tama membuka mata untuk pertama kali, ia di beritahu bayu telah gugur. Hatinya hancur, amarah memuncak di dadanya. Ia gagal melindungi rekannya. Apa artinya berhasil dari misi jika rekannya ada yang meninggal. Tama tidak sadar bahwa kemarin ia pun berada di ujung kematian. Dokter harus melakukan oprasi berkali-kali untuk mengeluarkan peluru di seluruh badannya. Mungkin allah masih menginginkan tama tetap hidup.
Tama membuka ruang perawatan. Ia memegang erat tangan Rafa yang masih berbaring belum sadarkan diri. Tama menangis sesegukan. Danu, Tomi, dan beta yang melihatnya ikutan menangis. Tangisan tama terdengar sangat pilu. Tomi menghampiri tama, memeluknya erat. Di susul beta dan Danu yang juga memeluk tama.
"Setelah kondisi Rafa membaik, ia akan di terbangkan pulang". Ujar beta.
Mereka sekarang duduk di ruang tunggu
"Maafkan aku." Ujar tama
"Sudah lah tam, tidak ada salah tentang ini." Ujar Danu
"Kalou rafa sudah sembuh, kita minta dia teraktir all you can eat yu." Ujar Tomi membuyarkan suasana
Semua orang menjadi tersenyum mendengar ucapan tomi. Masih bisa-bisanya Tomi ngelawak makan all you can eat setelah mengalami keadaan genting seperti ini.
* * *
Tama berjalan terburu-buru. Ia terlihat sangat marah
brak..... tama menendang pintu sebuah ruangan. Ia mendekat kepada seseorang yang tengah duduk di ruangan tersebut. Tidak berpikir panjang bug... Bug... Bug.. Tinju tama mengenai muka orang tersebut.
Suasana di luar riuh, beberapa orang masuk keruangan. Menahan tama untuk tidak memukuli atasannya lagi. Meski begitu tama terus memukul atasannya.
"Anjing....." Teriak tama prustasi
Letnan joko terlihat sudah babak belur, darah keluar dari mulut dan hidupnya.
"Kou tidak pantas untuk di katakan menjadi atasan." Ujar tama menunjuk muka letnan joko
"Bawa dia keluar." Ujar letnan joko kepada anak buahnya
"Bangsat, pengkhianat. Kou korbankan bahawanmu. Demi ambisi babimu itu." Teriak tama prustasi
"Tama, sudah. Ayo kita keluar." Ujar danu menenangkan
"Ku pastikan hidupmu bagai di neraka." Acam tama. Lalu pergi keluar
* * *
Sepeninggal tama, letnan joko memanggil anak buahnya. Ia mengelap luka-lukanya, darah tak henti keluar dari hidungnya. Apakah hidungnya patah. Pukulan tama sangat keras.
Letnan joko memanggil anak buahnya untuk masuk
"Ada apa dengan tama." Ujar nya kepada anak buahnya
Tapi tiba-tiba tangannya di borgol.
"Apa-apaan ini?" Tanya nya
"Bawa dia." Ujar kolonel budi hartono. Sudah ada di ruangan tersebut
"Apa-apaan kalian nih.lemaskan." Ujar joko memberontak tapi ia tetap di bawa keluar
Diluar rekan-rekan yang lain melihat letnan joko di seret keluar, lalu di bawa masuk ke dalam mobil.
Tomi dan beta yang melihatnya, buru buru menghampiri tama di ruang rawat
"Letnan joko di bawa, di borgol." Ujar Tomi setelah sampai ruang rawat
"Dia otak dari pembocoran informasi." Ujar danu
Tama sudah duduk kembali di kasur pasien
"Hah...." Ujar Tomi tidak percaya
"Gila....." Ujar Tomi lagi prustasi
"Dia pelakunya? Atasan bangsat." Ujar nya lagi
Beta hanya diam memperhatikan
"Kenapa sih di setiap intansi selalu ada orang modelan ke dia." Ujar Tomi lagi
"Kalou pemimpinnya saja seperti dia, bagaimana nasib bangsa kita." Ujar Tomi
"Berapa lagi tentara kita yang harus gugur, karna orang modelan seperti dia." Ujar Tomi semakin menggebu gebu
* * *
Pagi itu tama mendapatkan kabar siapa dalang dari pengkhianatan oprasi nya. Atasannya sendiri tega membocorkan oprasinya. Amarah menggebu-gebu di dirinya. Di jaman sekarang masih saja ada orang yang tega menukar nyawa temannya demi uang.
Di katakan letnan joko terlibat dalam penyelundupan narkoba. Tama mendapat tugas untuk menghancurkan gudang penyimpanan narkoba. Tapi mendadak oprasinya bocor. Alat komunikasi di sabotase. bahkan cadangan amunisi mendadak menghilang. Tama selalu mengecek persiapan oprasinya dengan matang-matang apalagi senjata harus benar-benar di cek. Karna itu adalah hidup dan matinya
Permainan letnan joko terbilang sangat halus. Ia pura pura-pura ikut menyusun strategi dalam oprasi ini. Tapi ternyata di belakang ia menyiapkan otak untuk membunuh tim tama. Bagi letnan joko tama and teh geng adalah ancaman yang paling utama. Banyak oprasi yang tama lakukan selalu berujung keberhasilan
Musuh dalam batalion sudah sering terjadi. Dimana mereka hanya memikirkan kekuasaan. Apakah mereka lupa, niat mereka menjadi TNI itu untuk apa? Kenapa tujuan mereka bisa berubah?
Konflik yang tidak berkesudahan di tanah timur? Kenapa sebenarnya setiap oprasi yang di lakukan TNI selalu saja gagal. Apakah ada pengkhianatan juga di dalam intansi? Entahlah. Semoga masalahnya lekas teratasi supaya tidak ada lagi TNI, rekan polisi maupun warga sipil yang gugur
Alfatihah untuk semua abdi negara yang telah gugur mengemban tugas
KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Abdi Negara (End)
Storie d'amoreTania sabira adalah wanita yg tidak pantang menyerah meski ia sangat ceroboh tapi tania selalu berusaha menutupi kecerobohannya dengan berusahanya pertemuannya dengan aditama mahendra adalah hal tak terduka, tama yg adalah seorang abdi negara. mampu...
