pengorbanan

335 9 0
                                        

"Aku melarangmu, tapi masih saja tidak mau dengar." Ujar sarah saat menjenguk tama di tahanan

"Di sini tidak buruk." Ujar tama

Brak... Sarah menggebrak meja

"Apa yang kamu lakukan tama? Akibat dari ulahmu Karirmu semuanya hancur." Ujar letnan sarah menggeretakan gigi. Menahan amarah

"Kamu tidak hanya membawa bencana untuk dirimu sendiri, bagaiman dengan teman-temanmu? keluargamu? bangsamu?"

Tama hanya diam saja mendengarkan

"Apa kamu pikir yang terlibat dalam kasus ini akan diam saja?" Ujar sarah geram

"Tarik semunya, bilang penyelidikanmu salah. Sisanya akan aku selesaikan. Termasuk laporan kedalam negri." Ujar sarah lagi

Tama menyeringai "tidak akan ku ambil kembali sesuatu yang sudah ku ludahkan."

"Tama kou..... ( sarah tidak jadi melanjutkan ucapannya. Ia sudah cukup marah dengan semua kelakuan tama and the geng)

" Terus apa yang harus aku lakukan sekarang?" Ujar sarah prustasi

"Diam saja dan lihat saja nanti." Jawab tama percaya diri

"Dimana kamu menyembunyikan semua buktinya?" Tanya sarah

"Mungkin sekarang sudah sampai ke mahkamah internasional." Jawab tama

Sarah terduduk lesu. Ia tidak habis pikir dengan tama

"Kamu tau tama (nada bicara sarah mulai melemah), tadinya aku akan memulangkanmu cepat. Tapi karna kasus ini aku tidak tau kamu akan pulang kapan." Ujar sarah

"Pulangkan teman-teman ku dulu." Ujar tama

"Lalu apa? Kamu akan menanggung semua ini sendiri? " Tanya sarah

"Aku komandannya, aku bertanggung jawab semuanya. Karna aku yang mengarahkan komando." Ujar tama mantap

Sarah menggebrak meja, lalu pergi berlalu. Ia sangat kesal. Kesal sekali, kenapa tama selalu saja begitu. Ia bukan tama dulu yang sering komandannya ceritakan. Tama yang pendiam, baik, penurut. Kemana perginya tama yang seperti itu?

"Jalan..." Ujar sarah setelah sampai mobil

"Bagaimana dengan...."
Belum juga rekannya melanjutkan bicara, sudah terpotong oleh teriakan sarah

"Kubilang jalan ya jalan."

Rekannya menuruti kemauan sarah, tidak bagus situasinya. Sarah Kalou marah sudah seperti singa betina yang marah saat anaknya terancam.

* * *

Rafa bulak balik tidak mau diam, rasanya hatinya terus gelisah

"Haish... Berenti lah raf. Aku pusing liatnya." Ujar danu

"Tapi aku gk bisa diam saja bang." Ujar Rafa

Tomi menarik tangan Rafa mengajaknya duduk

"Tidak apa-apa rap. Tama punya nyawa 10" Ujar Tomi menenangkan

"10 dari mananya." Jawab Rafa

"Kalou tama punya nyawa 10 , tinggal berapa lagi ya?" Ujar bayu sambil mengingat-ingat kejadian yang sudah lampau tentang oprasi yang di lakukan tama

"Tom, kou kan selalu setim dengan tama." Tanya danu

"Kami satu angkatan dulu, habis itu berpisah. Aku bertemu lagi saat pembagian tim. Aku tidak tau oprasi apa saja yang di lakukan tama." Jawab Tomi

"Yang ku dengar, banyak sekali oprasi yang sudah tama ikuti. Kasus internasional sering kali dia ikut. Makanya kenalannya banyak sekali." Ujar Bang beta

 Dia Abdi Negara (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang