bab 15

448 27 0
                                        

Pagi itu, langit di atas desa di pinggiran hutan berwarna cerah, menyiratkan awal hari yang biasa bagi penduduk desa.

Seorang gadis desa bernama Lina terbangun dari tidurnya, seperti yang selalu ia lakukan setiap hari. Pagi ini terasa lebih sejuk, embun masih menempel di rumput-rumput di luar rumah kayu kecil keluarganya.

Dia mengenakan pakaian kerjanya-sebuah baju lusuh yang sudah sering dipakai dan rok panjang sederhana-sebelum menuju ke dapur.

Aroma roti hangat yang dibuat ibunya mengisi udara. Setelah sarapan cepat, Lina mengambil cangkul dan wadah air, siap memulai pekerjaannya di ladang seperti biasanya.

Namun, pikiran Lina masih terusik oleh kejadian kemarin . Kala itu, pada senja hari, sebuah gelombang kejut, atau hembusan angin sangat kuat, serta tanah tiba-tiba bergetar hebat, seperti raksasa yang menginjakkan kakinya. Guncangan tersebut hanya berlangsung sebentar, tapi cukup untuk menimbulkan kepanikan di seluruh desa.

Ketakutan merambat di hati penduduk, termasuk Lina. Mereka khawatir mungkin itu adalah pertanda buruk, arah angin itu berasal dari  arah hutan di dekat desa mereka.

Namun, ketika guncangan berhenti dan tidak ada yang aneh terjadi setelahnya, perlahan penduduk desa melanjutkan kehidupan mereka seolah-olah tidak ada yang terjadi.

Setelah sarapan,Lina berjalan menuju ladang di pinggiran desa, sayangnya ladang yang keluarganya miliki berdekatan dengan hutan, untungnya sangat jarang hewan buas yang keluar dari hutan.

Biasanya akan ada seseorang yang akan memasuki hutan untuk berburu babi hutan atau rusa di pinggiran hutan, tetapi karna jumlah hewan buruan semakin langka jadi semakin sedikit penduduk desa yang pergi berburu, mereka tidak berani masuk terlalu dalam ke dalam hutan

Karena Di hutan itu juga terdapat berberapa monster seperti serigala beruang, goblin dan Banyak makhluk berbahaya lainnya.

Karna banyak monster berkeliaran di pedalaman hutan,konon hanya para elf yang menetap jauh di dalam hutan.

elf adalah makhluk yang ahli dalam sihir roh yang membuat mereka tidak takut terhadap monster monster di hutan.

Sesampainya di ladang lina mengamati sekeliling landang yang masih terasa damai. Beberapa burung berkicau, seakan menyapa dunia yang baru bangun.

Lina mulai mencangkul tanah dengan terampil, membuka alur-alur kecil untuk menanam benih baru. Di sampingnya, seorang pria dewasa bernama Fit sedang bekerja dengan diam. Mereka tidak banyak bicara saat bekerja; fokus pada tugas mereka masing-masing.

Saat Lina sedang asyik mencangkul, tiba-tiba telinganya menangkap suara yang tak biasa.

Geraman rendah dan kasar terdengar dari arah hutan. Bulu kuduknya meremang, dan ia segera menoleh ke arah suara itu.

Pandangannya tertuju ke deretan pohon pohon tinggi di batas hutan, tapi tidak ada yang tampak aneh. Namun, suara itu... suara itu begitu jelas, seperti datang dari makhluk yang besar dan berbahaya.

"Fit, kamu dengar itu?" tanya Lina dengan cemas, suaranya sedikit gemetar. Dia berhenti mencangkul dan melangkah mendekat ke pria itu.

Fit, yang masih fokus dengan pekerjaannya, mengangkat kepala sejenak dan memandang Lina dengan ekspresi kebingungan.

"Apa?" tanyanya, tak mengerti.

"Suara geraman... dari hutan," Lina menunjuk ke arah pepohonan yang membatasi ladang.

Fit berhenti sejenak, menyipitkan mata, seolah-olah mencoba mendengarkan sesuatu. Tapi setelah beberapa detik, dia hanya menggeleng. "Aku tidak dengar apa-apa," jawabnya tenang, kemudian kembali mencangkul seperti sebelumnya.

Tensura x gate Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang