Shohei udah tau sedikit banyak soal anak-anaknya yang di'bawa' sama orang-orang Nakamoto buat ke Kobe. Nako ngasih tau dia dan ngejamin anak-anaknya bakal ga kenapa-napa.
Jadi dia ga begitu kaget pas sampe di penthousenya di Osaka, dan ga ngeliat Maki sama Harua.
Sekarang di rumahnya cuma ada Eunseok, yang duduk di kursi ruang makan, kakinya ga berenti goyang-goyang, tapi ekspresi mukanya masih datar dan sorot matanya kosong.
Setelah sekian lama tinggal bareng orang ini, Shohei udah hafal kelakuan dan ekspresinya. Mau sepanik apapun Eunseok, kalo dia masih sadar 100% dan ga dibawah pengaruh obat atau alkohol, ekspresinya bakal tetep lempeng
Cuma body languagenya aja yang ga bisa nutupin nervousnya. Kayak sekarang ini.
"Nani shiteru?" (Lu ngapain?)
"Nanimo" (ga ngapa-ngapain) Eunseok ngejawab ga kalah singkat, "kodomotachi, doko?" (dimana bocah-bocah?)
Shohei jalan ke kulkas, ngambil dan ngebuka botol bir, "soto de asobu kamo" (mungkin main di luar)
Eunseok nyipitin matanya, ngejudge Shohei, "You don't know where are your kids?"
Shohei jalan nyamperin dia, dengan santainya narik kursi makan di depan Eunseok dan duduk di sana sebelum ngejawab, "i just know, they are fine--"
"No, you don't." Eunseok motong dengan nada dingin, "there are people who's after me outside. They could kill the kids, old man."
Shohei, ga nyeriusin omongan Eunseok, cuma ketawa pelan, "sure, young man." terus dia lanjut nenggak birnya
Sebenernya, Shohei nungguin sampe Nako ngasih sinyal ke dia buat ke Kobe. Dia pengen tau orang-orang yang bertanggung jawab soal baby factory ini, dan dia pengen 'turun tangan'.
Cuma Shohei tau kalo dia omongin ini ke Nakamoto, bakalan aneh karena... alesannya ga sekuat itu buat ikut nyerang.
Untungnya... Nako lagi sibuk, dan tugas ini diserahin ke anak-anak. Otomatis Nako pasti butuh orang dewasa yang bisa bantuin dia memastikan si bocah-bocah bau bedak ini bakal selamat di misi lapangan mereka :)
"You were.. shot several times when you ran away from the facility didn't you?"
Eunseok ngeliatin orang yang lebih tua di depannya bingung. Ngapain nih dia nanya begini lagi? @.@
Tapi dia tetep jawab, "yeah."
"Show me the scars."
Eunseok ngehela nafas, "it's on my back and thigh--"
"Show. Me. The. Scars." Shohei ngulangin lagi kata-katanya, masih dengan nada bicara yang tenang tapi penuh penekanan.
"How? Do you want me to take of my clothes?!" Eunseok ngeliatin Shohei aneh
Tapi cowok Jepang itu ngangguk, "strip. I want to see the bullet wounds."
WAH GILA EMANG! Ga cuma demen meretelin badan orang tapi juga demen hal-hal kek gini! Pantesan udah tua kagak nikah-nikah! Orang freak begini! -_-
Eunseok ngebuka kaosnya dan berdiri, terus balik badan. Dia sendiri ga pernah liat bekas lukanya lagi sih. Cuma dulu doang, abis dibawa ke rumah sakit sama keluarga Kwon, Sohee sempet ngefotoin bekas luka di punggungnya
"What about the wounds on your thigh--"
"You wanna see that too?!" Eunseok sampe nengok ke belakang buat memastikan itu Shohei ngomong beneran apa kagak
Shohei ngangguk doang, "yeah. I want to see all the scars."
"Damn!" Eunseok geleng-geleng, ga abis pikir, "what if i have bullet wounds on my dick? You wanna see that too?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Unhinged People Works
Fanfiction"Uuuu~ Look at our matching bracelets!" "Semoga langgeng ya kalian~" "Match made in heaven!" "Jangan sampe putus yaa~" "Pertama, kita ga pacaran. Kedua.. ini borgol, bangsat!" ● Kelanjutan dari Upaya Parenting Wagu. Saat para anak-anak pekerja bawah...
