MAJOR! Junseok
-----------------------------------
Beomgyu udah dapet kabar dari suaminya kalo Taehyun bentar lagi flight ke Jakarta, dan sebagai gantinya... Beomgyu ngasih tau juga kalo Junmin udah sadar dan bebas dari pengaruh anestesi...
...kalo Jinha emang udah ngomong sih, cuma masih ngelantur parah gegara anestesi :)
Karena Junmin udah sadar, temen mereka yang tadi dateng sambil dorong tiang infusan itu ijin buat balik ke kamar rawatnya lagi.
"Siapa tadi nama kalian?" Beomgyu nanya lagi pas nganter mereka sampe keluar dari ruang rawat anak-anaknya
"Saya Rakwon.. Ini Junseok" yang keliatan sehat ngejawab
"Ah.." Beomgyu ngangguk, terus dia ngeliatin Junseok dan senyum, "sekali lagi om makasih banget soalnya kamu udah ngasih warning ke Junmin sama Jinha soal stalker... Om juga minta maaf, karena kamu ikut jadi korban"
Junseok senyum balik ke Beomgyu, "no problem.. They are my friends, anyway. I will help my friends"
"Besok om ke ruanganmu.. Tunggu Jinha sama Junmin stabil dulu ya"
"Ga usah om... Repot repot" Junseok ngibasin tangan kanannya santai, masih sambil senyum, "kita balik dulu ya, om.. Takut papa sama mama bingung kita ke mana"
"Ah iya.. hati-hati. Jalannya pelan-pelan aja"
Rakwon ngeliat kembarannya mulai jalan sambil ngedorong tiang infusnya pelan-pelan, dan pamit juga ke mamanya Junmin sama Jinha, "duluan, om"
Abis itu baru dia jalan di sebelah Junseok, dan ambil alih tiang infus kembarannya, "so... what's your plan now?"
"I need to be discharge tonight." (gue harus keluar RS malem ini)
Rakwon ketawa remeh, "bet the doctor wouldn't allow it--" (taruhan, pasti dokter ga ngebolehin)
"I insist" (gue maksa)
"You ready to face mama's wrath, then?"
Langkah kakinya Junseok agak oleng dikit, terus dia ngegidikin bahunya, "....i think tomorrow morning isn't too bad"
Rakwon muter bola matanya. Terus ngebelokin topik, "did it hurt, twinnie?"
Junseok nengok ke kembarannya, "what? the wound?"
"Nah, the name."
"...oh" Junseok ngerespon gitu doang
Terus mereka berdua diem-dieman. Rakwon ga nanya lagi dan menahan dirinya buat tetep diem, ngasih Junseok waktu buat ngejawab.
Dan pas akhirnya Junseok siap, dia narik nafas panjang, "I've had a feeling about that, to be frank. But i was too delusional" (gue sebenernya udah ada feeling soal itu. Cuma gue terlalu delusional aja)
"Wha d'ya mean?"
"He always look at Hyunjun differently than us. Ever since we were kids" (dia selalu natap Hyunjun agak beda sama natap kita. Dari kita masih kecil) Junseok ngasih tau, "i thought i could make him like me by being closer... but i guess, that's not the case" (kirain gue bisa bikin dia suka sama gue kalo gue lebih deket... Tapi keknya, itu bukan poinnya)
KAMU SEDANG MEMBACA
Unhinged People Works
Fanfiction"Uuuu~ Look at our matching bracelets!" "Semoga langgeng ya kalian~" "Match made in heaven!" "Jangan sampe putus yaa~" "Pertama, kita ga pacaran. Kedua.. ini borgol, bangsat!" ● Kelanjutan dari Upaya Parenting Wagu. Saat para anak-anak pekerja bawah...
