Tahun baru datang, dan waktu berasa cepet banget berlalu kalo jadwal lagi padat. Buktinya, anak-anak basket udah ditanyain aja sama pihak sekolah buat nyiapin passport karena Februari awal mereka bakal lomba di sana.
Karena udah punya passport, Wish sama Nicho ga begitu kelimpungan ngurusin gituan dan cuma ngumpulin passport mereka ke sekolah, dan ga harus repot repot sampe ijin buar bikin passport segala.
Tapi semua hal itu selalu ada sisi positif sama negatifnya.. Nah! Ini sisi negatifnya adalah, mereka berdua jadi ga ada alesna buat bolos latihan T.T
Eh! Ga cuma berdua deng.. Soalnya kan ada Sungchan juga. Walaupun emang bukan angkatan mereka sih. Tapi gapapa, yangpenting beban tanggungannya sama :")
Biarpun sambil ngeluh dan ngedumel, tapi anak-anak basket mampu nyelesein drill dari coach mereka sampe akhirnya berangkat ke Jepang :))
Pihak sekolah udah ngasih himbauan ke para murid-murid yang bakal ikut lomba buat ngumpul langsung di bandara.
Dan karena ga mau ribet, akhirnya Wish nawarin Nicho buat berangkat bareng aja abis denger kalo mama papanya ada jadwal di hari itu. Toh Wish juga dianter sama supir dan mamanya kok.
Karena rumahnya Nicho agak jauh dari tempatnya Wish, dia sepakat buat nunggu di deket sekolahan.
"Itu bukan mobilnya Nicho? Eh Nicho dianter siapa sih?" Seonghwa nanya ke anaknya yang duduk di jok belakang
"Iya, Nicho dianter mamanya.. Papanya ga lagi di Indo soalnya" Wish ngejawab
"Ohh..."
Pas mobil keluarga Hwang berenti di sebelah mobil hitam yang parkir duluan, pintu belakang mobil itu kebuka, dan Nicho keluar dari dalem.
Wish juga ikut turun dari mobil bareng Seonghwa.
Si anak kelas 10 itu ngeliatin Nicho yang ngebuka bagasi mobilnya dan ngeluarin koper, "Lu ngapain bawa koper? Kan cuma 3 hari doang"
"Ya ini keperluan buat 3 hari" temennya ngejawab santai, "I brought some coats. It's still kinda cold there--"
"Some coats?" Wish ngulangin, "jamak?"
Dengan tanpa dosanya, Nicho ngangguk, "yes. Plural. You want to borrow them?"
"Gue juga udah bawa, Nic"
"Pasti cuma bawa satu"
"Ya kan cuma 3 hari doang" Wish membela dirinya
"And you are fine wearing the same things for three days?"
"Ya asal bukan daleman mah, kenapa engga--?"
"Ew, couldn't be me."
Matanya Wish berkedut, temennya yang lagi masuk masa puber ini emang aneh-aneh aja kelakuannya. Ga beda jauh sama ponakannya -_-
"Hi.. You are Nicho's friend?"
Wish ngalihin perhatiannya ke laki-laki yang baru keluar dari mobil. Pake setelan rapi, "ah yes.." dia senyum dan ngulurin tangannya buat salaman, "I'm Wish."
"Hello, Wish! Nicho talks a lot about you." mamanya Nicho ngebales senyumnya Wish dan ngeliatin Seonghwa
Wish jadinya langsung ngomong, "this is my mom."
"Hi, I'm Zhan.. Nice to meet you"
Seonghwa ngejabat balik tangan orang itu dan ngomong, "Seonghwa... Nice to meet you too"
"I'm sorry for the inconvenience--"
"No, no, no.. It's okay~" Seonghwa buru-buru ngibasin tangannya santai, "I'm glad Wish has someone accompanying him tonight to the airport, cause his brothers can't make it tonight"
KAMU SEDANG MEMBACA
Unhinged People Works
Fanfiction"Uuuu~ Look at our matching bracelets!" "Semoga langgeng ya kalian~" "Match made in heaven!" "Jangan sampe putus yaa~" "Pertama, kita ga pacaran. Kedua.. ini borgol, bangsat!" ● Kelanjutan dari Upaya Parenting Wagu. Saat para anak-anak pekerja bawah...
