Karena Theo cuma sendiri, jadi dia pasti harus memperhitungkan langkah-langkah yang akan dia ambil buat ngabisin orang-orang itu.
Walaupun dia emosi banget, tapi dia juga harus tetep 'aman'. Jadi selesai ngelepas tembakan pertama, Theo ga keluar dari lift, dia cuma mencet nomor lantai parkiran dan tetep di dalem. Biarin aja orang-orang itu yang ngejar dia ke arah lift, terus mencet tombol tutup pintu lift.
Jadi orang-orang itu ga semuanya bisa masuk, tapi cuma beberapa aja, berpacu sama pintu lift yang perlahan ketutup.
Nah, kalo kayak gini kan jadi lebih gampang. Theo nganggep ini seleksi alam. Jadi dia ga perlu ngebunuhin semua orang di sana, tapi cuma beberapa yang satu lift aja sama dia.
Kayak sekarang--
DOR!
BUGH!
Kaki Theo kena tendang abis dia nembak salah satu orang yang berhasil masuk ke lift itu. Lumayan bikin oleng sih, tapi Theo langsung ngarahin pistolnya ke arah dahi orang yang nendang dia dan langsung ngelepas pelurunya tanpa nunggu lama.
Orang itu langsung jatoh ke depan dan sekarang sisa satu orang di lift.
Theo ga suka lama-lama. Dia ga mau menghabiskan energi cuma buat ngulur waktunya. Jadi dia geser tangannya ke arah orang yang tersisa, dan nembak pelipisnya.
Dia masukin pistolnya ke kantong lagi dan nunggu sampe lift sampe ke lantai parkiran. Cowok rambut merah itu ngomong di earpiecenya
"Jiung udah di bawa ke RS?"
"Yes! They are on the way to the hospital"
Theo ngerutin alisnya pas denger suara Keeho ngebales cepet banget, "they? Lah lu ga pergi?"
"I'm waiting for you! Where are you now? Lu balik ke tempat tadi kan?"
"Iya, ini gue ke parkiran"
"Good! Run faster, I'm waiting near the door."
Ding!
Pintu lift kebuka dan Theo nyelip keluar dari lift dan lari keluar, sesuai arahannya Keeho. Bener aja ternyata udah ada taksi yang standby ga jauh dari pintu keluar lantai parkiran.
Pintu taksinya dibuka dari dalem sama Keeho, "C'MON!"
"SABAR ANJING!" Theo beneran lari makin kenceng dan masuk ke dalem taksinya kepala duluan.
"Jalan pak!"
Supirnya beneran langsung tancep gas, bahkan sebelum Theo ngebenerin posisinya yang nyusruk masuk ke dalem taksi T.T
"Anjing! Anjing!" Theo hampir aja oleng kena persneling taksi kalo pinggangnya ga ditahan sama Keeho dan ditarik biar bisa duduk di sebelahnya @.@
"Okay, so are you okay?" Keeho nanyain si cowok berambut merah itu, "no bleeding or whatsoever?"
"Ketendang." Theo megang pahanya yang tadi sempet kena tendang pas di lift.
"Itu doang?"
Theo ngangguk, dan ngalihin topik, "Jiung ga kena bagian yang fatal kan?"
Keeho ngegidikin bahunya, "gue ga sempet nanya, soalnya langsung gue suruh ke RS"
"Dua anak Gold Gleam itu udah balik?"
"Gue ga berani nyuruh mereka pulang terpisah, jadi gue suruh ikut ke rumah sakit dulu, nanti baru dianter balik--gue temenin mereka"
Theo diem doang, kalo tadi dia terpacu sama adrenalin dan emosi. Sekarang di taksi rasanya kayak hening banget dan kebayang-bayang sama kondisi temennya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Unhinged People Works
Fiksi Penggemar"Uuuu~ Look at our matching bracelets!" "Semoga langgeng ya kalian~" "Match made in heaven!" "Jangan sampe putus yaa~" "Pertama, kita ga pacaran. Kedua.. ini borgol, bangsat!" ● Kelanjutan dari Upaya Parenting Wagu. Saat para anak-anak pekerja bawah...
