Karena mikir kalo bakal lebih berbahaya di dalem, makanya kebanyakan yang standby di luar tuh yang cewek-cewek aja.
Kelly, Jia sama Minjeong contohnya.
Eh tiba-tiba yang muncul di luar malah orangtua angkatnya Jaeho dan beberapa orang bodyguardnya.
Jiung langsung ngecek sisa peluru di pistolnya sebelum turun dari mobil.
Karena posisi mobil Jiung agak di belakang, jadi yang kena kepung duluan mobil yang tadi ditumpangin sama Wish, Taesan, Kelly dan Jia.
Khawatir sama dua orang yang masih di mobil, makanya Jiung turun buru-buru dan ga sempet ngabarin yang lain lewat earpiece.
Pas dia turun, lumayan menyita perhatian orang-orang yang lagi ngempung mobil di depannya.
Jiung ngeliatin mereka dengan mata tajemnya. Dengan umurnya yang udah masuk umur legal, tinggi badannya udah nyamain orang-orang dewasa dan itu artinya, orang ga bakal ngeremehin dia.
Apalagi dia megang pistol.
Tapi ternyata mereka juga bawa senjata dan ga segan segan buat langsung nodongin pistol mereka ke arah Jiung.
Jadi mau ga mau, Jiung harus terlihat ga membahayakan dengan ngangkat tangannya di samping kepala. Tangan kanannya masih megang pistol.
"Jatohin pistolnya--"
"Ga." Jiung nolak keras
"Jatohin atau gue tembak?!"
Cara halus ga berhasil, sekarang mereka nyoba ngebentak Jiung biar takut. Klasik.
Cklek!
"C'mon mate, you ain't thinking we are going to give our weapons up, right?" Keeho turun dari mobil dan nyamperin Jiung dengan santainya, sama-sama megang pistol di tangan kanan.
"Tapi akan lebih bijak kalau kalian tidak melakukan apa-apa di sini" bapak-bapak yang pake kaos berkerah itu ngomong, "karena rumah ini bisa saya hancurkan dalam beberapa detik dan teman-teman kalian ga akan sempat untuk kabur."
Jiung ngeliat ada siluet beberapa orang jalan di belakang bodyguard yang lagi ngepung mobil Kelly sama Jia.
Keeho udah sadar itu duluan, jadi dia coba buat memperpanjang obrolan, "You gon' do that with your son inside? Apa karena dia bukan anak kandung, makanya kalian sama sekali ga peduli sama nyawanya?"
Yang mendekat ke mereka ternyata si kembar Seo yang buru-buru narik Yewang sama Kyungmin buat ngumpet dulu.
"You might wanna rush and got your weapons ready, guys.. Ada banyak orang yang sekarang menuju ke sana." Keeho sama Jiung sama-sama denger peringatannya Jongseob di earpiece
Dilanjut dengan balesan Wish, "Termasuk orangtua angkatnya?"
Jiung mencet earpiecenya dan ngejawab, "engga." dia ngeliatin sepasang suami istri yang penampilannya beda sama orang-orang lainnya, "sosalnya orangtuanya ada di depan gue sekarang."
Gerobolan orang-orang itu langsung ngarahin semua pistol mereka ke Jiung dan Keeho. Ga mau kalah, mereka berdua juga ngarahin pistolnya ke orangtua angkat Jaeho.
Belom sempet mereka ngapa-ngapain, tiba-tiba ada bunyi--
Tuk!
BRUK!
Mereka semua langsung balik badan cuma untuk ngeliat Rakwon lagi ngeliatin mereka dengan muka songongnya sambil ngerogoh kantong, ngambil kerikil baru, "what? never see this? This is plinteng" (ini ketapel) dia malah mengenalkan ketapelnya, "buat mlinteng ndasmu!" (buat ngetapel kepalamu!)
KAMU SEDANG MEMBACA
Unhinged People Works
Fiksi Penggemar"Uuuu~ Look at our matching bracelets!" "Semoga langgeng ya kalian~" "Match made in heaven!" "Jangan sampe putus yaa~" "Pertama, kita ga pacaran. Kedua.. ini borgol, bangsat!" ● Kelanjutan dari Upaya Parenting Wagu. Saat para anak-anak pekerja bawah...
