"Saya cuma anak petani emang pantas buat bersanding sama orang kaya raya kayak Tante Rita?"- Aruka Cipto Prayoga
"Ketika kamu benar-benar mencintai seseorang, usia, jarak, tinggi, berat, harta... Itu hanya angka. Saya nggak peduli tentang semua itu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Argghhh!"
Ruka mengerang kesal ketika ia bangun tidur dan mengingat jika yang tadi malam bukanlah mimpi semata, di tambah di sampingnya ada Pharita yang tengah tertidur lelap dengan bahunya yang terekspos.
Ruka mengintip ke dalam selimut dan melotot ketika melihat tangan Pharita yang bertengger di atas gundukan miliknya. Tapi akhirnya ia menghela nafas lega karena ia masih memakai celananya, kejadian tadi malam tidak berlanjut sampai ke inti. Ruka berterimakasih kepada Ahyeon yang tadi malam menelpon Pharita dan membuat wanita itu tidak melakukan hal yang lebih jauh dengannya.
Sedikit cerita tadi malam, otak Ruka yang sudah berkabut nafsu membuatnya tidak lagi bisa berpikir dengan jerih, saat Pharita mengajaknya ke kos nya pun ia hanya diam saja, bahkan saat wanita itu menariknya masuk ke dalam kamar dan kembali menciumnya dengan ganas Ruka pun sama sekali tidak melawan. Malahan Ruka membalas ciuman itu, tangannya tanpa sadar membuka kemeja yang di kenakan Pharita hingga menyisakan bra merah menyala nya.
Pharita yang tidak mau kalah pun membuka hoodie dan singlet yang di kenakan Ruka hingga laki-laki itu bertelanjang dada, walaupun tubuh Ruka kurus tapi tetap menggoda di mata Pharita hingga membuatnya semakin bernafsu dengan laki-laki sipit itu. Setelah itu Pharita kembali mencium Ruka dengan pinggul yang bergerak maju mundur, merangsang milik Ruka yang setengah tegang itu hingga saat Pharita akan membuka bra nya sendiri handphone di saku celananya terus berdering dan membuat malam panas itu pun gagal karena panggilan dari Ahyeon.
Supaya Pharita tidak menerkam nya lagi akhirnya Ruka pun pura-pura tidur sampai tertidur sungguhan, membuat Pharita yang sebenarnya sudah horney hingga mendesak Ahyeon supaya cepat-cepat memutus panggilan pun mendesah kecewa karena si kukang itu tidur.
"Huft~ makasih deh buat mbak Ahyeon, nanti gue kasih hadiah" Gumam Ruka lalu melirik jam dan ternyata ini masih jam 7 pagi, tumben sekali Ruka bisa bangun pagi, apa mungkin karena ada Pharita yang tidur bersamanya.
Setelah itu Ruka beranjak dari ranjangnya, keluar dari kamar kos untuk mengambil handuknya yang berada di alat penjemur baju setelah itu kembali ke kamar.
"Eh astaga! Tante ngagetin aja" Ucapnya terlonjak kaget saat melihat Pharita yang sudah duduk dengan bagian atas tubuhnya yang hanya tertutup bra merahnya.
"Kamu sudah bangun dari tadi?" Tanya Pharita dengan suara seraknya yang terasa menggelitik di telinga Ruka.
"Ba-barusan aja Tante, kalau gitu saya mandi dulu ya Tan" Ruka akan berlari ke kamar mandi tapi Pharita mencegahnya dengan ucapan.