XX(M+)

3.7K 197 84
                                        

|Attention|

🎬3355 word🎬



🎬3355 word🎬

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



"Gugurkan kandungan kamu dan menikahlah dengan Minji" Perintah Opa menatap tegas Pharita yang bersandar lemah di ranjang.

Ya, Pharita di nyatakan hamil setelah kemarin pingsan di kantornya dan Ahyeon memanggil dokter pribadinya. Tentu Ahyeon kemarin sangat terkejut mendengar pernyataan dokter yang mengatakan Pharita hamil dan kini usia kandungannya hampir memasuki bulan ke 2.

"Tidak akan, calon bayi saya tidak bersalah. Opa menyuruh saya menggugurkan kandungan berarti Anda sama saja dengan seorang pembunuh" Pharita balik berucap tegas dan menatap tajam Opa.

"Biar saya yang bertanggung jawab Opa" Sahut Minji yang juga berada di kamar Pharita.

"Tidak perlu repot-repot bertanggung jawab, jika tidak menikah dengan Ruka saya tidak akan menikah dengan siapapun juga, termasuk kamu Minji" Ucap Pharita membuat Minji menghela nafas panjang,

Sangat susah menaklukkan wanita dingin dan keras kepala seperti Pharita.

"Jangan membantah Pharita, pikirkan Alden juga dia juga masih membutuhkan Ayah kandungnya" Ucap Opa lagi masih mempertahankan ketegasan nya.

Pharita menaikkan satu alisnya sambil mengusap perutnya yang masih datar,"Saya tidak yakin Alden adalah anak Minji, sehari sebelum saya di perkosa Minji saya juga melakukan nya dengan seseorang"

"Rita kamu-"

"Ruka orangnya, dia laki-laki yang mengambil kehormatan saya waktu itu. Saya ingin meminta tes DNA Alden dan kamu juga Ruka" Pharita menatap Minji yang seketika menjadi gugup dan takut.

"Nggak perlu Tes DNA, Alden pasti anak aku. Kamu lupa apa yang pernah kita lakuin dulu Pharita" Tolak Minji yang sudah di selimuti rasa takut yang besar,

Ia tidak yakin bisa menerimanya jika Alden bukan anak kandungnya, melainkan anak dari keponakannya sendiri.

"Iya tapi Ruka melakukannya lebih dulu dan membuangnya di dalam juga-berkali-kali, sedangkan kamu hanya sekali waktu itu" Pharita dengan terus terang berucap seperti itu, tidak peduli ada Opa dan Rora juga yang berada di sana.

"Baik lakukan Tes DNA segera, Opa yakin jika Alden adalah anak Minji" Ucap Opa setelah itu berjalan keluar dari kamar Pharita.

"Hmm pastikan tidak ada kecurangan" Ucap Pharita menatap tajam Minji,"Silahkan keluar dari kamar saya Tuan Minji yang terhormat"

"Ci jadi-selama ini Cici ngejar-ngejar Ruka karena dia-"

"Ya, tapi sebelum bertemu di London waktu itu Cici sering bertemu Ruka di sekolah nya dulu" Jawab Pharita menatap lurus ke depan, mengingat-ingat pertemuan pertamanya dengan Ruka waktu itu.

SECRETTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang