"Saya cuma anak petani emang pantas buat bersanding sama orang kaya raya kayak Tante Rita?"- Aruka Cipto Prayoga
"Ketika kamu benar-benar mencintai seseorang, usia, jarak, tinggi, berat, harta... Itu hanya angka. Saya nggak peduli tentang semua itu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sampai di Jakarta Ruka langsung menghubungi Irene, tapi tidak ada satu pun panggilan yang terjawab. Akhirnya Ruka langsung menuju rumah Irene, dimana Julia tinggal.
Dengan mengendarai motor Scoopy yang sering ia titipkan di kos nya dulu Ruka langsung bergegas ke sana. Untung saja Ruka pernah ke rumah Irene untuk menjenguk dosen malang nya itu jadi ia tidak perlu susah-susah mencari alamatnya.
2 bulan yang lalu ada laki-laki baik yang merupakan sahabat Irene sejak SMA meminang wanita itu, mau bertanggung jawab atas bayi yang sedang di kandung Irene walaupun itu bukan anaknya dan entah anak siapa.
Sekitar 15 menit kemudian Ruka sampai di rumah Irene, dengan tergesa-gesa ia berjalan ke pintu utama dan menekan bel nya.
Cklek!
Pintu terbuka dan memperlihatkan suami Irene yang memakai pakaian formal, sepertinya akan berangkat bekerja. Di belakangnya ada Irene yang memakai daster hamilnya dan rambutnya yang di cepol, sangat berbeda dengan saat di kampus.
"Pak Egi, maaf sebelumnya saya datang mendadak. Saya mau ketemu Julia" Ucap Ruka to the point.
"Julia? Julia nya sekarang udah nggak tinggal di sini Ka, dia di rumahnya sendiri" Jawab Egi dengan alisnya yang berkerut,"Ada apa ya kok kayak panik gitu kamu?"
Ruka menggeleng,"Bisa minta tolong kasih alamatnya ke saya?"
"Ay" Panggilnya pada Irene yang masih berada di belakangnya.
"Masuk dulu aja Ka, Mas Egi berangkat kerja gih" Ucap Irene pada Ruka dan suaminya.
"Ya udah aku berangkat ya, bye istriku bye baby Papa berangkat kerja dulu baby baik-baik ya sama Mama, love you two" Egi berpamitan, mencium dahi Irene dan perut buncit nya.
Ruka yang melihat itu tersenyum antara senang dan sedih, senangnya karena melihat perempuan yang pernah menjadi dosen pembimbing nya itu mendapatkan laki-laki yang tepat, sedihnya karena dulu Ruka pernah membayangkan jika ia bisa seperti itu dengan Pharita.
Tapi harapannya itu harus pupus, pasti mantan kekasihnya itu sudah bahagia dengan suaminya, Minji.
"Ka ayo masuk" Ajak Irene pada Ruka yang sedang melamun, bahkan saat Egi berpamitan padanya Ruka sama sekali tidak menanggapi nya.