"Saya cuma anak petani emang pantas buat bersanding sama orang kaya raya kayak Tante Rita?"- Aruka Cipto Prayoga
"Ketika kamu benar-benar mencintai seseorang, usia, jarak, tinggi, berat, harta... Itu hanya angka. Saya nggak peduli tentang semua itu...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ruka mengerjap-ngerjapkan matanya diruangan bercahaya sangat terang itu, tubuhnya merasa mengigil. Tapi saat akan mengusap lengannya tangannya seperti tertahan oleh sesuatu dan Ruka menyadari jika tangannya terikat.
Mata sipitnya membelalak saat melihat tubuh atas nya telanjang dan bagian bawahnya hanya memakai boxer motif polkadot pink saja.
"Brrrrr dingin banget, gue dimana ini?" Gumam Ruka melihat sekeliling nya yang terlihat berwarna putih semua dan banyak lampu besar yang menyorot serta ada 2 AC menempel di dinding.
Ruangan itu cukup besar, ada sofa panjang dan single sofa berwarna abu lalu di tengah-tengah nya ada meja kaca terletak tidak jauh di tempat Ruka di ikat. Selain itu banyak peralatan gym yang terletak di pojok ruangan, banyak juga senjata api yang berada di rak-rak.
Dung!!
Suara pintu khasanah di buka dengan kasar membuat atensi Ruka langsung tertuju pada pintu itu, tak lama kemudian muncul lah Limario dengan pakaian serba hitam nya menghisap rokok di bibirnya. Di ikuti orang-orang berkaos hitam ketat serta celana hitamnya, Ruka terbelalak saat melihat banyaknya orang itu, mungkin jika di hitung ada lebih dari 50 orang berbadan tegak-tegak itu.
"Sudah bangun?" Tanya Limario sambil memainkan pelatuk senjata api di tangannya.
Ruka langsung merapatkan paha nya saat Limario berjalan mendekat sambil mengarahkan pistol nya tepat pada gundukan milik Ruka yang terlihat menyembul di balik boxer nya.
"Tu-Tuan sa-saya minta maaf, saya mohon jangan bunuh saya kasian Ibuk saya cuma punya saya" Mohon Ruka dengan kaki gemetaran,
Rasanya sudah ingin mengompol saja saat pria paruh baya itu menempelkan ujung pistol tepat di aset miliknya.
"Saya tidak akan mengotori tangan saya untuk laki-laki goblok seperti kamu!" Sentak Limario menekan ujung pistol itu yang seketika membuat wajah Ruka memerah menahan sakit.
Limario terkekeh melihat nya,"Saya hanya ingin menghilangkan benda ini, daripada kamu menyalahgunakan lebih baik saya musnahkan saja bukan?"
"Ja-jangan Tu-Tuan saya masih mau jadi laki-laki"
"Hahahaha," Limario tertawa menggelegar dan kembali memasang wajah garangnya, membuat Ruka takut setengah mati. Apakah Ayah Pharita itu bipolar?