XVIII

1.6K 186 69
                                        

|Attention|

🎬4227 word🎬



🎬4227 word🎬

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





Ruka terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara isak tangis seseorang, ia beranjak dari posisi tidurnya dan meregangkan tubuhnya yang terasa pegal dan kaku karena tidur di sofa.

Setelah menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya Ruka dapat melihat jelas jika Irene sudah terbangun dan tengah meringkuk di atas ranjang rawat nya sambil menangis tersedu-sedu.

"Bu Irene—Bu Irene udah bangun dari tadi?" Tanya Ruka perlahan mendekati Irene.

Irene menegakkan kepalanya, mata merahnya menatap Ruka yang berdiri di samping ranjang menatapnya khawatir.

"R-Ru-Ruka sa-saya kotor Ruka, saya perempuan hina saya di perkosa masa depan saya hancur" Ucapnya terlihat sangat frustasi sambil meremas rambutnya yang sudah acak-acakan.

"SAYA KOTOR ARUKA!" Teriaknya memberontak yang membuat Ruka mau tidak mau memeluk dosennya itu supaya tidak menyakiti dirinya sendiri.

"Bu Irene yang tenang ya, Bu Irene bukan perempuan kotor—saya janji saya akan cari pelakunya dan kasih mereka hukuman yang setimpal" Ucap Ruka mengusap kepala dosennya.

"Saya akan–"

"Bukan perempuan kotor kamu bilang? Apa kamu lupa?! Saya di perkosa sama orang-orang jahat, mereka mabuk Ruka mereka menyetubuhi saya bergantian" Irene mendorong dada Ruka hingga laki-laki itu ter mundur ke belakang.

Lalu Irene mencabut paksa infus nya, turun dari ranjang dan berjalan dengan cepat keluar dari ruang rawatnya. Rasa sakit di sekujur tubuhnya bahkan tidak ia rasakan, Irene terus berjalan menuju lift dan berlari saat melihat Ruka mengejarnya.

"Bu Irene-argh!" Geram Ruka saat ia gagal mencegah Irene untuk tidak memasuki lift.

Di lihatnya lift menuju ke lantai paling atas yaitu rooftop, karena tidak ada pilihan lain selain menaiki tangga akhirnya Ruka berlari menuju tangga dan naik ke lantai atas. Untuk sampai ke atas Ruka perlu melewati 5 tangga karena lantai paling atas itu lantai 8 sedangkan ia berada di lantai 3.

"Hah~ hah~ jangan terlambat please" Gumam Ruka terengah-engah sambil melihat tangga, masih ada 1 tangga lagi yang harus ia lewati.

Dengan sisa tenaganya Ruka menaiki tangga lagi dan melihat pintu rooftop sudah di buka, matanya melebar dan segera ia berlari keluar. Ruka semakin terkejut ketika Irene sudah berdiri di pembatas rooftop sambil merentangkan tangannya, sudah bersiap untuk terjun.

"Bu Irene jangan nekat" Ucap Ruka yang perlahan mendekati Irene.

"Jangan mendekat Ruka, biarkan saya mati" Ucap Irene.

"Ibu mau mati? Silahkan tapi jangan dengan cara bunuh diri kalau ibu nggak mau tinggal di neraka, saya siap bunuh Bu Irene kalau Bu Irene mau" Ucap Ruka menawarkan.

SECRETTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang