Ruka menyrengit heran melihat gerak - gerik suaminya yang mondar - mandir kesana - kemari menyiapkan pakaian untuknya. " Kak, lo kenapasih? Wajah kaku gitu tapi masih nyiapin baju buat gue. Jangan bikin gue jadi tambah merasa bersalah." Ucap Ruka membuntuti Wonbin dari belakang.
Wonbin menghentikan langkahnya dan menoleh menatap manik kecil milik istrinya, " Bisa diem nggak? Kamu mau kita telat, hm? Sana mandi bajunya udah aku siapin, air anget juga udah ada." Ucap Wonbin malah melangkah keluar dari kamar.
" KAK MAU KEMANA?!!" Teriak Ruka. Ia merengut sebal karena tidak mendapat balasan apapun dari suaminya. Sudah semalaman ia didiami dan sekarang? Ruka tidak tau harus berbuat apa.
" Bodo ah mending gue lanjut tidur." Ucapnya hendak membaringkan tubuhnya kembali.
" SAYANGGG!!"
" IYAAAAA IH!!" Ruka langsung lari ke kemar mandi.
Selesai berdandan dan menyiapkan kebutuhan kuliahnya, Ruka langsung turun menyusul Wonbin yang sibuk memasak di bawah sana.
" Loh kok masaknya banyak banget?" Tanya Ruka melihat banyaknya makanan di atas meja.
Wonbin yang sedang menuangkan susu itu menoleh, " Buat bekal kita sekalian, kan nanti kamu mau nemenin aku nugas sampek sore, iya kan." Ucap Wonbin menghampiri Ruka lalu menuntunnya untuk duduk.
" Kapan lo bilangnya? Gabut banget gue nemenin lo nugas. Lagian gue udah janji sama temen mau-"
" Batalin." Ucapnya.
" Mana bisa gitu nan-"
" Sayang..."
" IYA GUE BATALIN!!" Kesalnya langsung melahap nasi goreng bikinan sang suami.
Wonbin terkekeh, " Pinter."
Cup
Tanyakan kabar jantung Ruka sekarang. Yang dicium bibirnya yang mau loncat jantungnya.
" Harus banget apa ngerjain tugasnya di sini?" Tanya Ruka heran karena Wonbin mengajaknya ditepian danau yang indah dan memanjakan mata. Namun, sayangnya ini bukan style Ruka.
Wonbin hanya tersenyum mengeluarkan perbekalan yang ia bawa, tak lupa juga mengeluarkan laptop dan bukunya. " Kita makan dulu yuk." Ajak Wonbin.
Ruka menggeleng, " Nggak ah, lo duluan aja gue lagi males makan. Pinjem hp dong pingin main game." Ucap Ruka mengatungkan tangannya.
" Hp kamu emang kenapa?" Tanya Wonbin.
" Habis batre." Jawabnya.
Wonbin menggeleng pelan lalu merogoh sakunya, " Nih, gamenya cuma satu sih kalau kamu mau download lagi juga boleh." Ucap Wonbin menyerahkan hpnya.
" Iyaa..." Balasnya yang langsung fokus membuka hp pak suami.
Wonbinpun kembali melanjutkan aktivitasnya untuk mengerjakan tugas. Ia tak terganggu sama sekali dengan suara game yang keras dan teriakan Ruka yang heboh. Cuma game tapi Ruka udah kaya mau perang aja teriaknya sampek - sampek ia dilihatin sama pengunjung yang lain. Siapa yang nanggung malunya? Jelas Wonbin, dia berusaha meminta maaf karena menganggu kenyaman pengunjung lain dengan mengangguk dan tersenyum sopan.
" Yahhhh kalah lagi." Keluhnya membaringkan tubuhnya direrumputan.
" Awas digigit semut nanti." Ucap Wonbin mewanti - wanti.
" Iyahh..." Ucap Ruka kembali beranjak dan melanjutkan kegiatan bermain gamenya.
Melihat itu Wonbin mengehela nafas dan meletakkan pulpennya dan mengambil kotak bekal yang ia bawa.
" Sini makan aku suapin." Ucap Wonbin mendekatkan tubuhnya pada Ruka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Husband [Kawaibbin]
RomanceKisah rumah tangga Ruka dan Wonbin si pasutri muda
![Perfect Husband [Kawaibbin]](https://img.wattpad.com/cover/383847962-64-k130271.jpg)