Wonbin mengusap matanya saat cahaya matahari menembus masuk ke dalam kamar dan menyentuh permukaan kulit mulusnya. Mengerjap beberapa kali sebelum ia menoleh untuk memastikan kondisi istrinya yang usia kandungannya kini sudah berada di bulan ke-4.
" Loh? Sayanggg??" Panggil Wonbin panik saat tak mendapati Ruka di sampingnya.
Iapun bergegas turun dari kamar dan mencari keberadaan calon ibu dari anak-anaknya itu.
" SAYANGGGG." Panggil Wonbin lebih keras sampai menggema diseluruh penjuru rumah.
" Awhh..." Suara samar ringisan membuat jantung Wonbin berdetak berkali-kali lebih cepat. Pikirannya tidak bisa berfikir jernih. Ia langsung berlari menuju dapur, arah sumber suara.
Mata Wonbin terbelalak sempurna saat melihat Ruka yang kini memegangi tangannya yang berdarah.
" Astaga sayang tanganyaaa..." Panik Wonbin langsung menyingkirkan talenan dan pisau yang ada di hadapan Ruka. Ia raih tangan sang istri untuk menyedot darah yang mengalir dari jari telunjuk Ruka dengan mulutnya.
Ruka sedikit meringis karena rasa perih, entah ada angin apa, pagi ini dirinya tergerak untuk memasak padahal ia tidak terlalu mengerti tentang dapur. Berbekal youtube dan resep yang ia cari melalui sosial media, Ruka mengidam untuk memasak hari ini.
" Masih sakit?" Tanya Wonbin terus menyumbat darah yang mengalir.
Ruka menggeleng lalu menjauhkan jarinya dari Wonbin. " Udah-udah aman kok kak." Ucapnya hendak meraih pisau itu lagi, namun dengan cepat Wonbin mengambilnya.
" Nggak ada ya sayang, pisau ini udah buat kamu berdarah. Istirahat aja ya di kamar, aku aja yang masak." Ucap Wonbin.
" Nggak mau, aku lagi kepingin masak kak." Ucap Ruka mengerucutkan bibirnya.
" Sayang lagi ngidam?" Tanya Wonbin melembut setelah melihat ekpresi Ruka yang benar-benar menggetarkan hatinya. Bahkan tanpa sadar telinganya sudah memerah padam.
Ruka mengangguk lucu, " Aku lagi pingin masak sushi sama wonton. Boleh ya kak? Janji deh nggak ceroboh lagi." Bujuk Ruka memeluk lengan berotot suaminya.
Wonbin menghela nafas pasrah, ia tarik pinggang Ruka untuk mendekat, dikecupnya singkat kening dan bibir Ruka. " Okeyy boleh, tapi aku bantuin ya? Habis itu harus minum susu biar sayang sama baby sehat terus." Ucap Wonbin diangguki Ruka antusias.
" Ayeayyy kapten gantengggg!!" Seru Ruka semangat.
" Eummmm gimana? Enak nggak?" Tanya Ruka antusias setelah menyuapi pria berambut gondrong di depannya.
Pria itu mengangguk, lalu menepuk puncak Ruka sebagai bentuk apresiasi, " Enak banget sayangkuuuu, besok-besok masakin dan suapin gue begini ya." Ucap Hyunjin bahagia mendapat perhatian dari sang mantan.
Ruka tersenyum puas, " Huhu okayyyy." Semangat 45.
Sementara pria gondrong lain di belakang sana hanya mampu menahan cemburunya saat melihat secara terang-terangan sang istri bermesraan dengan pria lain. Jika saja Ruka tak merengek karena ngidamnya, Wonbin pastikan Hyunjin botak dibuatnya.
" Oiya ini kemarin gue belajar ngerajut, terus gue bikinin syal khusus buat lo." Ucap Ruka mengeluarkan syal yang ia buat dari dalam tas.
Mata Hyunjin membelalak tak percaya dengan maha karya Ruka. Wanita cantik spek preman ini ternyata memiliki tangan ajaib yang mampu menghasilkan karya yang luar biasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Husband [Kawaibbin]
RomanceKisah rumah tangga Ruka dan Wonbin si pasutri muda
![Perfect Husband [Kawaibbin]](https://img.wattpad.com/cover/383847962-64-k130271.jpg)