Wonbin tidak tahu, harus dengan cara apalagi ia membujuk Ruka. Semalaman, istri cantiknya itu mendiaminya. Bahkan saat ia ingin menyuapi Ruka, ia mendapat penolakan mentah-mentah. Sekarang, di pagi yang cerah namun terlihat mendung bagi Wonbin, dirinya hanya mampu terdiam sembari memandangi istrinya yang sibuk berdandan.
" Sayang..." Terdengar suara decakan dari arah Ruka.
" Bisa stop manggil-manggil nggak. Aku lagi nggak mau ngomong sama kakak." Ucap Ruka melayangkan tatapan tajam.
Wonbin menipiskam bibirnya sembari menunduk, ia harus apa sekarang.
" Aku tau aku salah, aku-"
" Banyak." Sela Ruka dengan cepat.
Ia berjalan menghampiri suaminya yang duduk di tepian ranjang. " Puas kak? Udah puas buat gue ragu sama perasaan gue lagi? Keyakinan yang gue bangun dengan susah payah lo hancurin gitu aja. Kenapa kak? Kenapa lo nggak pernah jujur sama gue kalau lo punya mantan yang bahkan sangat lo cinta dimasa lalu hah? Se enggak penting itukah gue dalam hidup lo?" Tanya Ruka dengan tatapan kecewa. Bagaimanapun ia sudah terlalu dalam mencintai suaminya tapi setelah tau fakta yang sebenarnya, hatinya seperti diremas begitu erat.
Wonbin menggeleng berdiri menghadap Ruka dan mengenggam tangannya.
" Sayang aku minta maaf, aku-"
" GUE MUAK KAK!!!" Seru Ruka menghempas tangan Wonbin yang menggenggam tangannya.
" Gue muak sama sikap baik lo ke semua orang. Gue muak sama sikap nggak enakan lo ke semua orang. Gue muak sama sifat posesif lo tapi lo sendiri nggak ngaca sama apa yang lo lakuin ke cewek lain kak!!! Setiap hari lo bilang cinta sama gue, itu cuma perkataan doang kan? Lo nyadar nggak sih kalau sifat lo itu berlebihan. Lo seolah nggak ngehargain gue kak." Ucap Ruka mulai terbawa emosi.
" Dan setelah kejadian kemarin gue jadi mikir, kalau lo belum selesai sama perasaan lo sendiri. Hati lo masih berpetualang kak. Dia nyari tempat ternyaman di saat rumahnya pergi jauh. Sialnya apa? Sialnya malah gue yang dijadiin tempat berteduh sampai gue sendiri berhasil jatuh kejurang perasaan yang lo buat." Ucapnya menunjuk dada Wonbin.
" Tiap malem lo peluk gue dan selalu ingetin komitmen kita buat selalu terbuka. Tapi lo nya? Bahkan sampe anak lo udah ada di rahim gue, lo masih nyembunyiin semuanya kak. Kenapa kak? Kenapa lo nggak pernah cerita sama gue hah?!!" Ruka mendorong Wonbin sampai pria itu terduduk di kasur.
Wonbin segera bangkit dan berusaha memeluk Ruka yang sudah menangis. Riasan yang belum genap satu jam itu sudah basah karena air mata. Sayangnya, Ruka terus memberontak.
" Selama ini lo anggap gue apa sih kak? Oke, gue akuin lo itu perfect. Semua love language lo borong, pinter, teladan, mengayomi. Tapi? Bukan cuma ke gue aja kan? Lo belum cinta sama gue kak! Lo masih suka perhatian ke cewek lain." Ruka menghapus air matanya lalu terkekeh.
" Kenapa gue baru sadar ya. Kepedean banget gue selama ini kalo mikir lo kecintaan banget sama gue. Padahal, gue cuma jadi bahan pelampiasan lo doang-"
" RUKA STOP!!!"
Keduanya sama-sama terkejut. Ruka yang tidak menyangka Wonbin akan membentaknya dan Wonbin yang langsung tersadar dengan apa yang baru saja ia lakukan.
" Sa-sayang ak-aku..." Tubuh Wonbin bergetar seiring dengan air mata yang sudah berjatuhan.
" Kak Wonbin? Hahaa lihatkan bahkan lo bentak gue kak. Gue harus apa sekarang? Gue bingung! Gue nggak bisa ambil keputusan apapun karena anak lo yang ada diperut gue." Ruka memukul dada Wonbin.
" S-sayang ma-maaf ak-"
" Cukup kak, gue udah kenyang sama permintaan maaf lo." Ucap Ruka menatap Wonbin yang menangis sesenggukan.
" Kita sama-sama intropeksi kak. Gue dengan kekurangan dan keyakinan gue dan begitupun sebaliknya. Tapi kalau nggak ada titik terang atau perubahan apapun. Gue nyerah kak. Setelah anak ini lahir kita bisa pisah. Kita bebasin diri kita masing-masing. Cari kebahagiaan lo dan gue cari kebahagiaan gue sendiri." Ucap Ruka lalu pergi meninggalkan Wonbin yang menangis dan menyesali semua perbuatannya.
" RUKAAAAA!!" Gadis cantik itu menoleh, sedikit terkejut setelah melihat siapa yang memanggil dirinya.
Kedua gadis lainnya berlari menghampiri Ruka lalu memeluknya sangat erat. " Ruka maafin gue, maafin kebodohan gue yang udah jahat sama lo. Maafin gue yang udah berusaha rebut Wonbin dari lo." Ucap Karina.
" Maafin gue juga Ruka, gue terlalu childish musuhin lo karena sesuatu yang memang mustahil jadi milik gue. Gue dengan begonya malah ngorbanin persahabatan kita." Ucap Pharita dengan mata berkaca-kaca.
Kejutan apa ini? Ruka masih berusaha mencerna semuanya. Kenapa setiba-tiba ini? Ada apa dengan mereka?
" Tunggu-tunggu, kalian kenapasih? Kok tiba-tiba banget begini?" Tanya Ruka.
Keduanya melepaskan pelukannya.
" Kita sadar kalau kita salah. Nggak seharusnya kita nekat dan malah musuhin lo kaya kemarin. Maafin kita yaa." Ucap Karina.
" Kita tetep sahabatan ya Rukaa..." Ucap Pharita.
Ruka memiringkan kepalanya, " Jadi kalian?"
Keduanya mengangguk kompak.
" Kita berdua udah ikhlas."
Dalam hati Ruka tertawa, di saat hubungannya berada di ambang kehancuran, sesuatu tak terduga justru terjadi. Ia bahagia akhirnya hubungannya dan kedua sahabatnya membaik tapi di sisi lain hatinya sedang tidak baik-baik saja.
" Ruka? You okey? Kok malah bengong sih." Tanya Pharita.
Ruka menggeleng sembari tersenyum tipis, " Nggakpapa, gue terharu aja akhirnya hubungan kita jadi baik lagi. Tapi tunggu, kok bisa kalian semudah itu ikhlasinnya? Padahal kalian udah hampir 2 tahun ngejar-ngejar kak Wonbin." Heran Ruka.
Karina dan Pharita tersenyum malu-malu membuat Ruka semakin heran dibuatnya. " Kenapa sih?"
" Karena kita udah jadian." Ucap kedua pria yang langsung merangkul pundak pasangan masing-masing.
" Lah????" Syok Ruka.
Karina tersenyum malu sembari memeluk pinggang Hyunjin yang merangkulnya. Sedangkan Pharita memindahkan tangan Yeonjun untuk melingkari perutnya.
" Sh*t menn apa-apaan ini? Kok kalian berdua nggak pernah cerita?!!!" Amuk Ruka pada dua laki-laki tampan itu.
" Ceritanya panjang sayang." Jawab Yeonjun pada sang adik.
" Nggak-nggak, kalian utang banyak cerita sama gue. Pokoknya kalian harus cerita dari awal dan serinci-rincinya." Seru Ruka.
" Siapp bosss!!" Kompak mereka berempat.
" Ke kantin yuk sarapan bareng, btw Wonbin mana? Kok lo sendirian yang?" Tanya Hyunjin mencari-cari keberadaan Wonbin.
Ekpresi Ruka berubah seketika. " Dia ada di apart." Ucapnya singkat.
Merasa ada sesuatu yang aneh, Yeonjun langsung mendekati Ruka. " Heyy, kenapa? Kok wajahnya langsung berubah gitu?" Tanya Yeonjun khawatir.
" Nggakpapa, cuma lagi capek aj-awhhh..." Ringis Ruka saat tiba-tiba rasa sakit menyerangnya. Ia meremas perutnya yang sedikit membuncit. Semuapun langsung panik.
" Ruka..." Karina menepuk pundak Hyunjin dan menunjuk sesuatu yang mengalir di kaki Ruka.
" Darah..."
Tbc
See you...🤍
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Husband [Kawaibbin]
RomanceKisah rumah tangga Ruka dan Wonbin si pasutri muda
![Perfect Husband [Kawaibbin]](https://img.wattpad.com/cover/383847962-64-k130271.jpg)