Katakan saja Ruka gila sudah meninggalkan suaminya yang masih sibuk di kamar mandi tanpa berpamitan. Kemana Ruka? Jelas, kabur. Setelah membaca chat jahanam dari papa dan mertuanya tanpa pikir panjang ia kabur dari villa dan mencari tempat persembunyian yang aman untuknya.
Sayangnya kesalahan besar yang Ruka lakukan adalah ia lupa membawa hp dan dompetnya. Ia asal kabur tanpa membawa harta benda karena takut kalau - kalau papanya bisa melacak keberadaannya.
Kini ia seperti orang linglung hanya berjalan tampa adanya arah tujuan. " Gue harus kemana anjir?? Udah gak bawa dompet gak tau jalan. Aelah gini amat sih arrghhhhh." Frustasinya mengacak rambutnya sendiri.
Ia membalikkan tubuhnya setelah berpikir ingin kembali ke villa, " Tapi, kalau gue balik bisa - bisa gue diunboxing. Gue takut hamil, gue belum siap, gue-"
" Halooo neng cantikkkk..." Tubuh Ruka menegang saat matanya menangkap dua sosok bertubuh besar dengan kepala botak kini berdiri di depannya.
" S-siapa ka-kalian?" Takutnya memundurkan langkahnya.
" Eitsss tenang neng kita orang baik kok, eneng di sini pasti nyasarkan? Mau kita bantuin balik nggak?" Tanya salah satu dari pria berotot itu.
Ruka menggeleng, " Nggak, kalian pasti orang jahat. Please gue nggak bawa apa - apa. Hp sama dompet gue ketinggalan, kalau kalian mau harta gue lagi nggak bawa sepeserpun beneran." Ucap Ruka semakin mundur karena kedua pria itu terus mendekatinya.
Kedua pria itu tertawa, " Siapa juga yang mau hartanya neng. Kita mah udah kaya." Ucapnya.
Ruka semakin ketakutan, ia kembali melangkah mundur dan mengambil ancang - ancang untuk kabur.
" Dasar preman botak boti beraninya sama cewek huu." Ucap Ruka dengan beraninya lalu melesat pergi yang langsung dikejar oleh dua preman itu.
Tak kehabisan akal salah satu dari preman itu mengambil sebuah balok kayu kecip dan dilemparkan ke Ruka.
" Awhhh..." Ringis Ruka saat senjata yang digunakan mengenai kepalanya hingga merobek bagian kulit kepalanya.
" Huuhh preman sialan!!!" Ruka dengan marah melemparkan tong sampah yang ada di sampingnya ke arah dua preman itu.
" Wlekkk nggak kena." Ejek mereka yang berhasil menghindar. Walau darahnya mulai mengalir Ruka memutuskan untuk tetap berlari mencari perlindungan ataupun tempat persembunyian.
" Asem kepala gue pusing." Paniknya merasakan denyutan pada kepalanya.
Langkahnyapun semakin melambat seiring bertambahnya rasa sakit yang ia rasakan. Dua preman itupun tak tinggal diam dan langsung mencengkram kedua tangan Ruka.
" Hayooo mau kemana lagi eneng hahahaha." Puas mereka.
" Hihhh lepasin!!!" Serunya berusaha melepaskan diri.
" Ohh tidak bisa, udah neng ikut kita aja kita obatin lukanya." Ucapnya menoel dagu Ruka menggoda.
Ruka membuang mukanya, " Jangan sentuh - sentuh gue bangsat!!" Amuknya tidak suka disentuh - sentuh.
" Waaahh kita baikin kok malah ngatain bangsat sih neng?!! Emang mau dikasih pelajaran ya?!" Marah salah satu preman itu yang langsung menjambak rambut Ruka.
" Awhhhhh sakitttt lepassinnnn!!!" Ruka meringis kesakitan kala rambut dijambak dari belakang.
Tak hanya itu dua pria botak itu menendang betis Ruka hingga terduduk di tepian jalan aspal.
" BANGSAT!!!" Tiba - tiba seseorang datang dan menendang perut ke dua preman itu dengan kencang.
" Kak Wonbin?" Gumam Ruka dengan sisa tenaganya melihat suaminya yang kini sibuk memberi pelajaran kepada dua preman botak yang ia sebut boti tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Husband [Kawaibbin]
RomanceKisah rumah tangga Ruka dan Wonbin si pasutri muda
![Perfect Husband [Kawaibbin]](https://img.wattpad.com/cover/383847962-64-k130271.jpg)