22. Satu pihak

631 65 11
                                        

Ruka menoleh ke arah Pharita yang sibuk membereskan barangnya. Kelas sudah selesai lima menit yang lalu dan dari awal masuk keduanya tidak bertegur sapa. Ruka merasa sekarang atmosfer antara keduanya sudah berbeda sejak terungkapnya status hubungannya dengan Wonbin.

" Ri ada wak-"

" Halo kak? Okey-okey gue otw ke parkiran sekarang." Ucap Pharita lalu menutup panggilan telfonnya. Gadis itu pergi begitu saja tanpa menyapa maupun berpamitan dengan Ruka.

Ruka melemas, ia harus apa sekarang? Kedua sahabatnya menjauh dan itu karena dirinya.

Tak mau berlama-lama Ruka mengambil tasnya dan keluar mencari keberadaan suaminya. Ia tak harus sembunyi-sembunyi lagi sekarang dan bebas berdekatan dengan Wonbin di sudut kampus manapun.

" DORRRR!!" Ruka terlonjak kaget saat Hyunjin tiba-tiba melompat ke depannya.

" Apa kabar cantik? Gue mudik semingguan ini lo kangen nggak?" Tanya Hyunjin menoel dagu Ruka menggoda.

Yang digoda cuma menghela nafas, terlalu lelah untuk meladeni mantan tampan di depannya.

" Lo daripada banyak bacot mending temenin gue ngopi. Lagi stress banget gue." Ucap Ruka menarik tangan Hyunjin mengajak pria gondrong itu ke angkringan langganannya.

Skip tempat angkringan.

" What?!! Jadi orang-orang kampus udah tau kalau lo udah nikah sama kak Wonbin?" Seru Hyunjin syok setelah mendengar cerita Ruka. Baru juga ditinggal seminggu ia sudah ketinggalan banyak berita.

Rukapun mengangguk sembari menghisap rokoknya.

" Yahhh gue nggak bisa bebas lagi dong godain lo di kampus, terus juga harapan gue jadi makin tipis buat dapetin lo lagi aelah." Keluhnya sedih.

Ruka melempar tisu bekasnya ke arah Hyunjin, " Heh kunyuk, kalo itu udah nggak ada harapan lagi bukan tipis harapan. Lagian lo putus dari gue bukannya cari lagi malah nungguin." Omel Ruka.

" Namanya juga cinta, tapi gue kaya 50 50 gitu lo yang." Ucap Hyunjin.

Ruka menyrengit heran, " 50 gimana?" Tanya Ruka.

" 50 persen gue masih mau perjuangin lo lagi dan mau lo jadi milik gue lagi, tapi 50 persen lainnya gue kaya udah terima gitu. Soalnya gue lihat gimana kak Wonbin perhatian ke lo, ngejaga lo banget. Gue kaya kalah aja." Ucap Hyunjin mengsedih.

" Emang." Ucap Ruka membuat Hyunjin cemberut.

" Beruntung banget ya kak Wonbin dapetin lo. Walaupun kelakuan lo kaya setan tapi sayang able banget anaknya. Ngagenin lagi." Ucap Hyunjin.

Ruka terkekeh, " Gue mau marah tapi ya emang fakta sih. Tapi gue bilang sama lo, berkat lo lanjut study dan mutusin hubungan kita, gue jadi dapet suami idaman sejuta umat." Ucap Ruka bangga.

Wajah Hyunjin makin kusut. Pikirannya hanya dipenuhi iri dan penyesalan sekarang. Dasar.

Tak lama fokus Hyunjin teralihkan pada sekelompok orang yang memasuki area angkringan.

" Loh ka, itu laki lo sama temen-temennya nggak sih." Ucap Hyunjin menunjuk orang-orang yang ada di belakang Ruka. Benar, Wonbin dan teman-temannya datang. Tapi, ada sesuatu yang buat Ruka heran, yaitu kehadiran Pharita dan Karina yang juga bebarengan dengan suaminya. Terlihat seperti tidak ada masalah.

" Kita pindah ke pojokan aja yuk." Ucap Ruka mengajak Hyunjin untuk pindah ke tempat yang lebih sepi.

Setelah mereka duduk dan mulai berbincang, mata Ruka tak lepas dari interaksi suaminya dan kedua sahabatnya. Bagaimana bisa mereka terlihat baik-baik saja setelah semuanya ini?

Perfect Husband [Kawaibbin]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang