" Hari ini ada rapat besar, lo ikut kan?" Tanya pharita sembari mengemasi barangnya. Kelas mereka sudah selesai dan hari ini akan ada rapat besar untuk persiapan masa orientasi mahasiswa baru.
Ruka membuka botol minumnya, lalu meneguknya dengan lahap. " Bingung gue, setelah kejadian waktu itu gue jadi sungkan buat ketemu sama kak Jeno." Balasnya.
Pharita menghela nafas, memajukan kursinya untuk mendekati Ruka,
" Lagian kenapa lo nggak cerita kalau lo udah ada pacar? Sebenarnya gue tuh udah lama sadar kalau kak Jeno punya perasaan lebih ke lo. Cuman gue bingung aja mau ngomong ke lo nya gimana." Ucap Pharita.
" Ck gue kan udah bilang kalau Hyunjin itu bukan cowok gue. Dia cuma mantan gue waktu smp." Ucapnya menenteng tasnya bersiap meninggalkan kelas.
Pharita terkekeh, " Kalaupun dia mantan lo, kenapa nggak sekalian klarifikasi ke semua orang? Kenapa lo ceritanya cuma ke gue sama kak Karin? Udahlah Ruka gue tau sebenarnya lo mau nutupin hubungan lo kan karena cowok lo cakep. Jadi mau lo keep sendiri." Ucapnya.
Ruka merotasikan matanya malas, ia sudah berkali-kali menjelaskan tapi nyatanya dua sahabatnya itu tak percaya. Lagipula Ruka belum siap untuk klarifikasi dan Wonbin tidak keberatan akan hal itu. Ia bingung harus meluruskan seperti apa dan kalau ia jujur pasti Jeno akan menghajar Hyunjin habis-habisan.
" Tenang aja, gue nggak akan rebut cowok lo mau seganteng apapun dia. Kan lo tau gue sukanya sama kak Wonbin banget-banget." Tambah Pharita dengan gampang merangkul pundak Ruka yang lebih pendek darinya.
Mendengar itu Ruka hanya menghela nafas sembari memejamkan matanya sabar.
Masih aja bucinin laki gue
- Batin Ruka
" Tau ah terserah lo." Ucap Ruka berjalan keluar kelas.
" EHHH RUKA TUNGGU AYO IKUT RAPATTTTT!!" Teriak Pharita mengejar Ruka sebelum kabur secepat kilat.
Tak banyak bicara dan berhati-hati dalam memandang, Ruka memilih pasif dalam rapat kali ini. Ia tak berucap sedikitpun baik memberi masukkan atau membantah pendapat-pendapat yang kurang baginya, tidak seperti biasanya. Ia masih sangat tidak enak hati dengan Jeno yang kini duduk di sampimgnya.
Jenopun juga diam, tak menyapa maupun melakukan phsycal touch yang sering ia lakukan pada Ruka. Entah itu menepuk pundak jika tertawa, merapikan rambut panjang Ruka, maupun mencubit hidung bengirnya.
Mereka berdua banyak diam padahal status mereka adalah ketua dan wakil ketua himpunan.
" Jadi kita akan bagi team pendampingnya. Karina bisa bantu catet nama-namanya kan?" Tanya Wonbin yang sedari tadi banyak mengarahkan dan memberi penjelasan tentang apa-apa yang harus mereka lakukan nanti.
Karina yang sedari terlena menatap Wonbin sedikit terkejut dan merapikan rambutnya. " Iya bisa, ini mau gimana? Kita yang pilih atau mau spin aja kaya tahun lalu?" Tanya Karina.
Wonbin melirik ke arah Ruka yang sedari tadi diam memainkan pulpennya. Kalau dispin acak, ia takut jika Ruka harus satu team dengan Jeno. Istrinya itu pasti akan merasa canggung dan kurang nyaman setelah kejadian waktu itu. Apalagi sikap Jeno yang berubah dingin kepada Ruka.
" Kita pilih aja deh, kan banyak anggota baru takutnya ada yang kurang paham." Ucap Wonbin diangguki setuju oleh semua.
Setelah team selesai dibagi, hasil final Ruka berada satu team dengan Wonbin dan Karina. Ini akan memudahkan Wonbin dalam menjaga Ruka nantinya.
" Gimana? Semua setuju sama teamnya kan?" Tanya Wonbin.
" Setuju..."
Nggaklah anjir!! Masa kak Karin yang sama kak Wonbin?!!
- Batin Pharita tidak terima
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Husband [Kawaibbin]
RomanceKisah rumah tangga Ruka dan Wonbin si pasutri muda
![Perfect Husband [Kawaibbin]](https://img.wattpad.com/cover/383847962-64-k130271.jpg)