" Gimana? Lo udah puas sama cerita kita?" Tanya Wonbin pada Anton.
Anton masih berusaha mencerna semuanya. Ia tak menyangka jika sahabat kecilnya kini sudah menjadi suami dan yang membuat ia tak percaya lagi kalau kenyataannya yang jadi istri Wonbin itu Ruka, mahasiswa yang langganan dapat hukuman dari sahabatnya sendiri.
" Terus kalian bahagia sama perjodohan ini?" Tanya Anton memastikan.
Wonbin tersenyum menggenggam tangan Ruka, " Gue bahagia selama itu sama Ruka." Ucap Wonbin mengecup punggung tangan Ruka. Sementara yang lebih muda membalas dengan senyuman tipis. Bingung harus berekspresi seperti apa.
" Kalian mau sampai kapan rahasiain ini semua? Bin lo nggak kasihan Karina sama Pharita yang tiap hari ribut gara - gara rebutan lo dan asal lo tau kalau Karina itu naksir berat sama lo. Inget bin dia sahabat baik kita sendiri." Ucap Anton memperingatkan.
" Gue dukung hubungan kalian tapi kalian juga harus mikirin yang lainnya juga. Gue nggak mau hubungan kalian hancur karena orang terdekat kalian sendiri." Tambahnya.
Wonbin melirik Ruka yang kini menundukkan kepalanya, " Kita belum siap, kita masih nunggu waktu yang tepat buat ngepublish hubungan ini. Please gue minta tolong kerjasama lo ya." Ucap Wonbin yang mengeratkan genggamannya pada sang istri.
" Oke tapi gue punya satu syarat." Ucap Anton membuat Ruka dan Wonbin was-was.
" Apa syaratnya?" Tanya Wonbin.
Dug
" Bin pinjemin gue duit lima ratus ribu pleasee...ayang gue besok ulang tahun dan gue belum ada duit buat beli kado." Ucap Anton yang bersimpuh di samping ranjang Wonbin. Ruka sampe melongo lihat kelakuan sahabat suaminya itu.
" Anjir? Lo anaknya pemilik kafe tapi masih minjem duit ke gue? Duit lo yang katanya ada puluhan juta di lemari itu kemana perginya ha?" Tanya Wonbin heran.
Anton memasang wajah melasnya, " Semua fasilitas gue disita bokap gara - gara gue ngilangin burung kesayangannya." Ucap Anton memelas.
" Hah? Burungnya kok bisa ilang kak? Emang nggak diresleting celananya?" Tanya Ruka.
" Sayang..." Ruka langsung mengatupkan bibirnya saat Wonbin menegurnya.
" Bukan itu Ruka...tapi burung peliharaan yang bisa terbang. Itu burung kesayangan papa gue banget. Bahkan dia lebih sayang burungnya daripada gue anaknya." Ucap Anton.
" Terus ilangnya kenapa?" Tanya Wonbin.
" Waktu papa jemur burungnya di halaman rumah gue pas main bola sama tetangga sebelah. Eh waktu gue tendang, kena kandangnya dan kabur deh tu burung." Jelas Anton.
" Ada - ada aja, yaudah nanti gue transfer tapi lo janji jangan nyebar ke anak - anak." Ucap Wonbin menepuk pundak Anton.
" Yeayyy thankyou bossss!! Btw selamat atas pernikahan kalian berdua. Ditunggu nih bos bin juniornya." Ucap Anton memeluk Wonbin.
Raut wajah Ruka langsung berubah, ia beranjak dari duduknya. Wonbin menyadarinya, ia hanya bisa menghela nafas dan berharap mood istrinya akan baik - baik saja.
Wonbin terbangun melirik ke arah jam dinding yang menunjukkan pukul lima sore. Ia menghela nafas dan mengusap wajahnya. Kondisinya belum membaik bahkan setelah ia tertidur kepalanya masih pusing dan sedikit mual.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect Husband [Kawaibbin]
RomansaKisah rumah tangga Ruka dan Wonbin si pasutri muda
![Perfect Husband [Kawaibbin]](https://img.wattpad.com/cover/383847962-64-k130271.jpg)